
Flashback On
Devano yang mengecek beberapa berkas di meja kebesarannya di kantor cabang Djatmico yang baru itu menghentikan kegiatannya saat Rex mengetuk pintu ruangannya.
"Tuan, perwakilan perusahan GIANmax sudah ada di lobi"
"suru saja mereka langsung kesini, ada berapa orang?"
"baik Tuan... emm katanya hanya satu orang, itu Asisten Tuan Massimo julius Ferrando" balas Rex yang diangguki Devano.
Tuan Massimo julius Ferrando memang sudah mengabari Devano jika ia hanya akan mengirim asisten pribadinya karena ia mempunyai urusan disekolah putranya yang tidak boleh di wakili orang lain.
Rex kemudian menelfon bawahannya untuk mengantar perwakilan GIANmax ke ruangan mereka saat ini sesuai perintah Tuannya.
beberapa menit kemudian ruangan Devano kembali di ketuk dan menampilkan sosok wanita yang sangat WOW membuat mata Devano langsung sakit saat melihat tamunya itu, matanya disuguhkan oleh pemandangan yang menurut orang lain mungkin sangat indah dan Hot tapi tidak bagi Devano yang sudah disucikan matanya oleh tubuh Kiana, baginya itu sangat mengerikan dibanding mbak kunti yang masih selalu menggunakan pakaian yang sopan
dua bukit kembar yang seolah akan melompat dari pijakannya, paha yang terekspos nyata, dan pakaian yang sangat minim seakan satu gerakan saja maka seluruh isinya akan kelihatan.
"wanita ini mau meeting atau open BO?" batin Rex sambil melirik Tuannya sesaat
"saya Madalene Pasquelina Asisten pribadi Tuan Massimo julius Ferrando, panggil Madalene saja.." sapa wanita (dalam bahasa italia) dengan senyuman terbaik yang ia punya
"Devano"
Devano menyambut singkat tangan wanita yang memiliki kulit eksotis itu yang hanya ditutupi pakaian sejengkal kebawah dan sejengkal ke atas.
dengan cepat Devano menarik kembali tangannya, sambil mengutuk matanya yang sempat melirik ke bongkahan gunung merapi kembar terbesar yang pernah ia lihat.
"ekhemm.. ini Rex asisten saya"
lanjut Devano mengenalkan sang asisten, masih dengan mode hemat bicaranya.
"hai Rex" sapa wanita itu kembali dengan ramah kepada pria tampan satunya, walau tak setampan Tuan muda Djatmico
__ADS_1
"ahh iya,, silahkan duduk Nona Madalene" balas Rex cepat menetralisir otaknya yang baru kembali dari traveling dadakan, sambil mengarahkan wanita sekswoihh itu ke sofa panjang dalam ruangan itu.
yah perusahan cabang ini memang masih baru, jadi hanya beberapa ruangan yang bisa digunakan sedang ruangan lainnya masih tahap
persiapan namun bagi pria pebisnis waktu adalah uang, maka Devano memanfaatkan waktu saat ini untuk menerima tawaran kerjasama dengan perusan GIANmax walau tempat dan waktu terkesan dipaksakan.
Madalene berbicara panjang kali lebar dengan profesionalitasnya menjelaskan step by step mengenai tawaran kerjasamanya dengan perusahan Djatmico, Devano akhirnya menyetujui kerjasama tersebut dengan beberapa poin perjanjian yang telah disetujui kedua belah pihak.
setelah meeting ia tutup, Madalene merapikan berkas berkas miliknya, begitupun dengan Rex.
namun ponsel Rex yang sedari tadi berdering saat mereka meeting, membuat Devano angkat suara.
"Rex kau boleh mengangkat telfon mu sekarang, semuanya juga sudah selesaikan Nona Madalene?"
Madalene hanya mengangguk dengan senyumannya.
"kalau begitu saya permisi keluar dulu Tuan" Ucap Rex meninggalkan berkas yang seharusnya ia rapikan dengan wajah sumringah
dan terpaksa Devano melanjutkan merapikan berkas yang berada di hadapan Madalene itu.
Madalene semakin lama makin penasaran baru kali ini seorang klien pria tidak memperlihatkan ketertarikan padanya. biasanya seorang klien tidak akan basa basi untuk mengajaknya berkencan atau sekedar ONS.
Madalene yang terbiasa dengan kehidupan bebas tentu sangat menginginkan pria tampan di atas rata rata itu untuk berbagi kehangatan dengannya di ranjang panasnya walau hanya semalam..
dan akhirnya dengan berani Wanita itu mendekati Devano yang masih serius mengecek berkasnya.
satu sapuan lembut dipaha Devano membuatnya sangat terkejut.
"emm.. maaf apa saya mengganggu?"
tanya Madalene basa basi
"kenapa kau disini?"
__ADS_1
tanya Devano masih mengontrol kekesalannya, padahal wanita itu tadi duduk dihadapannya dengan terhalang sebuah meja.
"aku hanya ingin berbicara lebih dekat denganmu Tuan.."
Madalene mendekatkan wajahnya sambil mengusapkan tangannya semakin kedalam hampir mengenai pangkal paha pria itu.
Ck
membuat Devano tak tahan mengeram kesal, sambil menjauhi wanita itu.
"cukup! urusan kita sudah selesai, kau boleh pergi sekarang selebihnya aku akan menghubungi Tuan Massimo julius!" ucapnya tegas dengan aura mencekam.
namun Madalene tidak menyerah, ia mendekati pria yang berdiri memunggungi nya dan berusaha menyentuh bahu pria itu.
"Tuan kau terlihat lelah apa kau tidak tertarik untuk beristirahat sebentar di apartemenku? aku akan memberimu ketenangan disana." goda Madalene cukup lihai, dan Devano sangat tanggap akan maksud wanita itu.
"cukup nona Madalene, aku bukan pria bebas! aku pria beristri yang sangat mencintai wanitanya.. jadi kau salah jika menawariku ketenangan,, istriku memiliki segala yang aku butuhkan jadi aku tidak membutuhkan apapun lagi dari wanita lain, termaksud dirimu!" ucap Devano dengan suara tegas dan lantang, sambil berbalik memegang pergelangan tangan wanita yang mencoba menyentuh nya itu.
dari sorot mata Devano yang tajam membuat Madalene tidak berkutik lagi, membuat wanita itu hanya tertawa miris menutupi malunya..
"aku tidak akan memperpanjang masalah ini apalagi menghubungkan dengan masalah pekerjaan! tapi, aku tidak ingin melihatmu lagi kedepannya!" lanjut Devano masih dengan suara ringan namun terdengar sangat mengintimidasi.
Madalene hanya menelan salivanya, namun penolakan Devano semakin membuat wanita itu semakin menginginkan nya namun, sebaiknya tidak sekarang.
"pintunya di sana!" ucap Devano terakhir tanpa memberi kesempatan wanita itu untuk kembali bersuara.
dengan wajah menahan kekesalan dan malu Madalene keluar dari ruangan itu dengan wajah memerah..
"ehh.. sampai jumpa non mada_"
ucap Rex pada Madalene saat mereka berpapasan di depan pintu namun, ia tak melanjutkan ucapannya karena wanita itu berjalan cepat tanpa melirik atau menghiraukan nya.
dan pas masuk Rex harus kembali menelang pil pahit saat mendengar sapaan Bos barunya itu.
__ADS_1
"Rex... gaji pertamamu akan terpotong 50 %"
flashback off