SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
BELUM ADA JUDUL


__ADS_3

sesampai dirumah


"sayang aku pul_" teriak Devano terpotong saat ia melihat siapa salah satu orang dari dua wanita cantik yang sedang berbincang dengan istrinya diruang tamu besarnya.


"Van kamu sudah pulang sayang?" sambut Mama Elle di ikuti senyum dari sang istri, kecuali satu orang yang sedang mendapatkan tatapan intimidasi dari Devano.


Devano masih terlalu marah mengingat bagaimana wanita itu pernah menipunya habis habisan dan membohongi semua orang.


"hai.. anakku takut melihat matamu yang ingin keluar seperti itu sayang!" lirih Kiana berdiri sambil merangkul lengang suaminya yang memperlihatkan aura menakutkan.


"hai apa kabar Tuan!" sapa wanita yang tak lain adalah balqis, memberanikan diri dengan sopan, terlihat sisi yang berbada dengan Balqis yang selama ini ia tahu.


"cek pintar sekali wanita ini berkamuflase, bahkan aku tidak tahu yang mana sebenarnya dirinya yang asli!" decak Devano tak peduli


mala beralih menatap istrinya dengan penuh cinta


"apa dia tidak menyusahkanmu?"


ucap Devano mengusap perut buncit Kiana.


Kiana tidak menanggapi pertanyaan sang suami.


"sayang kakak kemari hanya ingin mengantar undangan pernikahannya, tak perlu menunjukkan wajah mengerikan itu padanya" kesal Kiana pada Devano yang terlihat mengacukan Balqis.

__ADS_1


istriku ini sebenarnya hatinya terbuat dari apa?. gumam Devano dalam hati menatap mata sang istri yang tak menyimpan sedikitpun kebencian pada Balqis, bahkan setelah bayi mereka hampir keguguran.


Balqis sendiri sebenarnya masih sangat malu menampakkan diri setelah apa yang telah ia lakukan kepada keluarga itu bahkan setelah apa yang ia lakukan keluarga itu masih mau memaafkannya.


Balqispun bebas dari semua hukuman atas keringanan yang diberikan Kiana dan keluarga Wiryawan yang masih iba pada Balqis, dan Erland memberi jaminan wanita itu akan menjadi tanggung jawabnya.


dan perubahan sikap Balqis hingga hari ini semua tak lepas dari dorongan Erland calon suaminya.


entah apa yang telah Erland lakukan, yang pasti semua tak mudah bagi Balqis karena Erland menyiapkan nerakanya untuk membersihkan seluruh dosa dosa Balqis.


lambat laun setelah berbulan bulan Balqis ada dalam masa pencucian dosanya dan penderitaannya menghadapi sikap asli Erland yang kejam, bossy, perfeksionis, dan dingin...


entah kenapa akhirnya Erland memilih menghalalkan wanita yang sempat mengandung anaknya itu, disaat wanita itu sudah putus asa dan ingin menyerah dengan perasaannya.


wajah wanita itu benar benar menunjukkan penyesalan, dan tak sanggup untuk mengucapkan kata maaf lagi yang hanya percuma..


berbeda sekali saat ia menjadi Balqis yang menikmati perannya menjadi drama queen beberapa tahun lalu di rumah besar Wiryawan.


ia akan selalu memiliki banyak jawaban manis yang mengandung banyak racun untuk menarik simpatik orang lain.


Mom Elle, dan Kiana merasa sangat kasihan melihat Balqis ia sudah banyak bercerita tadi sebelum Devano datang.


dan Kiana dapat menyimpulkan jika kakaknya tidak mendapat perlakuan baik dari Erland, namun disisi lain pria itu juga tak ingin melepaskannya.

__ADS_1


"sudahlah... istriku sudah memaafkanmu jadi aku juga memaafkanmu, aku hanya mengingatkanmu jangan sampai kau tersesat lagi!" ucap Devano akhirnya saat melihat wajah iba sang istri, meski masih terdengar tidak ikhlas


Balqis mengangguk mengerti karena apa yang telah ia lakukan memang sangat sulit dimaafkan.


bahkan untuk memaafkan dirinya sendiri! mengingat keegoisannya yang ingin meneruskan balas dendamnya, ia sampai kehilangan janinnya yang tak berdosa.


"astaga... sayang kamu jangan terlalu nempel aku lupa abis dari rumah sakit.. banyak kuman yang tidak terlihat bisa menyakiti bayi kita.. sebaiknya aku membersihkan diri sekarang." ucap Devano seheboh mungkin saat sadar ia merasa tidak steril untuk disentuh sang istri.


membuat Balqis yang baru saja mengenang saat saat dia kehilangan janininnya semakin merasa dadanya bergemuruh dengan hentakan ribuan kaki gaja afrika, sambil melihat perut Kiana yang semakin membesar sesuai usia kandungannya


"sayang sebentar papi dan Daddy juga kemari, aku minta duduk menjauh dari mereka dan jangan biarkan tubuh tidak sterilnya menyentuh seincipun kulitmu,, oke!!" ucap Devano lagi memperingati


kemudian berlari menuju kamar meninggalkan semua orang yang dengan ekspresi berbeda.


Balqis menatap perut Kiana dengan berbagai rasa, salah satu rasa yang dominan adalah rasa iri..


namun ia menepis agar rasa iri itu tidak kembali menyesatkannya menjadi wanita yang tidak punya hati.


dan ada tatapan sedih disana mengingat jika saja janinnya masih bertahan mungkin saat ini ia tengah menunggu detik detik waktu lahiran.


"sudahlah sayang yang berlalu biarlah berlalu.. tidak ada yang bisa merubah masa yang telah lalunya, namun semua orang memiliki hak memperbaiki masa depannya.." ucap Mom Elle mengusap punggung Balqis, dan Kiana terus menatap iba sang kakak


Balqis yang malang pasti merasa sangat kesepian tanpa keluarga, setelah kehilangan janin ia seharusnya mempunyai dukungan namun ia hanya memiliki Erland yang hatinya tidak bisa ditebak oleh siapapun. ini yang membuat Kiana sangat prihatin dengan kakak angkatnya itu.

__ADS_1


🌺kira kira kalau Vie nanti buat novel khusus cerita Balqis dan Erland, ada enggak yah yang mau mampir baca?🌺


__ADS_2