SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
BELUM ADA JUDUL


__ADS_3

"maaf Tuan?"


setelah diam beberapa saat menetralisir rasa terkejutnya Hilda ingin memastikan kembali apa pendengarannya yang tengganggu atau mulut Aldo yang terpleset


"mari kita menikah Hilda"


ucap Aldo lagi tanpa ingin melepaskan rangkulannya mencium aroma wangi dari rambut hitam Hilda yang terurai dan basah.


Hilda menghentakkan tangan kekar pria itu agar terbebas bukan karena ia tidak senang pria itu mengajaknya menikah, hanya saja ia terlalu kesal pria itu sangat suka bermain main dengan perasaannya.


"ini masih terlalu awal untuk anda mengigau Tuan! sebaiknya anda kembali sekarang, jangan menambah kesulitan saya dengan amukan warga yang akan menganggap saya suka kumpul kebo!"


ucap Hilda tegas dengan bahasa yang formal memberi kesan bahwa ia dan Aldo bukanlah seseorang yang memiliki hubungan sedekat itu untuk senaknya mengucapkan kata nikah.


Aldo melepaskan rangkulannya bukan karena ia kalah kuat dengan Hilda, ia hanya memberi jarak agar ia bisa melihat gadis itu dengan jelas.


Aldo tersenyum tipis, membuat Hilda sungguh merasa sangat kesal dengan senyuman itu.


kesal karena lagi lagi hatinya seakan mengadakan tauran massal didalam sana.


"aku akan pergi setelah kau menjawab iya kita akan menikah!" ucap Aldo tegas menyelami manik mata Hilda yang lagi lagi menariknya lebih dalam.


"Tuan ak_" maki Hilda terpotong saat Aldo tak memberinya kesempatan untuk memaki


"iya aku tau kau pasti sangat seteju, jadi cukup siapkan saja dirimu 13 hari dari sekarang. dan biar aku yang menyiapkan segalanya lalu menjemputmu!" ucap Aldo seenaknya, dan ingin segera pergi dari sana sebelum ia khilaf menarik Hilda ketempat tidur gadis cantik mandiri itu.


"heii Tuan! kau tidak bisa seenaknya seperti itu aku tida_"


"oww iya satu lagi, kunci pintumu saat kau hanya berpakaian seperti itu didalam rumah apalagi kau tinggal hanya sendiri!" ucap Aldo lagi membalikkan badannya dengan kerlingan mata menggoda tanpa menghiraukan sedikitpun makian Hilda.


membuat Hilda kembali menatap pakaiannya yang hanya menggunakan celpek sepaha itupun tertutup dengan baju kebesarannya sungguh terlihat sekseeh di mata pria pria normal seperti Aldo.


"dasar pria sombong, mesum dan aneh!"


Hilda mengumpat kemudian berlari kekamarnya dengan menutup pintu dengan keras, membuat Aldo terkekeh

__ADS_1


Aldo kemudian berjalan keluar kembali kemode serius diwajahnya.


dan sebelum masuk ke mobil ia menghubungi seseorang untuk mengirim dua penjaga yang memantau dan menjaga wanitanya lagi dari jarak aman di sekitar kediaman Hilda.


ia merasa resah menyadari bagaimana seorang gadis bisa tinggal sendiri didalam rumah tanpa pengawasan orang tua atau kerabatnya.


Aldo kembali tersenyum saat menatap pintu rumah sederhana yang baru saja ia masuki.


ia bernafas lega setelah mendengar penjelasan Mam Sandra tentang pembatalan pernikah Zetno dan Hilda


flash back on


"Aldo!"


teriak mama Sandra saat melihat Aldo hendak masuk kemobil kesayangannya di ikuti dokter cantik yang selalu menemaninya kamanapun, dengan alasan ingin memantau kesehatan Aldo.


"Mama minta waktumu 15 menit!" ucap Mama Sandra to the poin, karena ia tahu pasti Aldo akan menghindarinya seperti yang lalu lalu.


Aldo tampak berfikir dan melihat Claudia sekilas.


dan setelah sampai dicafe terdekat dari kediaman wiryawan.


"Aldo, kembalilah kerumah sayang papah sangat rindu dan mengkhawatirkanmu" ucap mama Sandra seperti biasanya membujuk anak tirinya itu kembali.


"jika anda hanya ingin membahas ini lagi, saya rasa anda sudah tau jawabannya. jadi tidak perlu membuang buang waktu berharga anda!" tolak Aldo sesopan mungkin kemudian hendak pergi dari tempat itu bagaimanapun ia masih menghormati Sandra sebagai adik dari Daddy Bas, walau ia masih tidak suka karena menganggap wanita itu sudah mengambil posisi ibu kandungnya yang telah tiada.


"tunggu Mama belum selesai!"


"maaf tap_"


"ini tentang Zetno dan Hilda"


Aldo kembali berhenti sejenak dan tanpa menoleh ia berkata


"itu bukan urusanku!"

__ADS_1


kemudian ia hendak berlalu namun langkahnya kembali terhenti saat Mama Sandra berdiri dari duduknya dan


"mereka sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan pernikahan mereka!"


Aldo menoleh, jelas saja sekarang ia merasa tertarik dengan pembahasan ini.


"duduklah, mama akan menjelaskan semuanya."


Aldo dengan perasaan yang ogah, namun juga penasaran akhirnya memilih duduk tanpa mengucapkan sepata katapun


"Hilda sudah memilih untuk memperjuangkan perasaannya kepadamu!" ucap mama Sandra mengundang opini di kepala jenius Aldo, mana mungkin gadis seperti Hilda bisa bersifat egois seperti itu!


Aldo bukan pria bodoh yang tidak menyadari perasaan Hilda, namun ia tau gadis itu sendiri sebenarnya bingung dengan keadaannya.


"lebih tepatnya Mama dan Zetno yang memintanya! karena Zetno sadar kalian saling mencintai dan Zetno tidak ingin memaksakan keinginannya pada gadis yang sudah tidak mencintainya lagi" yah Mama Sandra memilih ikut campur menjelaskan semuanya pada Aldo


bukan karena tanpa sebab, Mama Sandra merasa gemas dengan tingkah anak muda sekarang yang sama sama mau tapi gengsinya selangit


dan lagi ia sudah mengorbankan perasaan putra manjanya masa semua sia sia karena Aldo terus menghindari Hilda dengan menjadikan Dokter Claudia sebagai tamengnya.


beberapa detik terjadi keheningan karena Aldo sama sekali tidak bergeming atau menimpali ucapan mama Sandara, meski Mama Sandra tau putra tirinya itu pasti memikirkan ucapannya


melihat reaksi Aldo yang terkesan biasa saja, ingin rasanya Mama Sandra menabok putra tirinya itu andai ia memiliki karakter ibu tiri yang kejam.


anak muda generasi sekarang benar benar sangat menjengkelkan! dan tidak tau terima kasih.


"Mama kembalikan semua padamu! dan satu lagi ini kontak WO jika kapan kapan kamu memerlukannya!"


goda Mama sandra kemudian meninggalkan Aldo yang terlihat seperti batu bernafas tanpa reaksi apapun


setelah melihat Mama Sandra menghilang. Aldo menyunggingkan senyumnya menarik kertas kecil yang ditinggalkan Mama sandra.


"gadis bodoh!" ia tersenyum senang


kemudian meninggalkan tempat itu dan tujuannya hanya satu!

__ADS_1


__ADS_2