SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
ALASAN ROY MEMBANTU


__ADS_3

HAPPY READING


"maaf yahh Vie akan slow up karena lagi banyak kerjaan menumpuk menjelang lebaran 🙏 Vie enggak bisa maksain untuk crazy up takut konsentrasi Vie buyar dan membuat ceritanya tidak menarik 💚💚💚


tapi Vie akan berusaha untuk up tiap hari demi kalian pembaca setiaku 😘😘


.


.


.


.


"jadi gitu ceritanya Hil"


penutup kata dari panjang kali lebar penjelasan Kiana pada Hilda tentang apa yang telah terjadi padanya.


Hilda dengan setia mendengarkan sambil menyedot minumannya..


yah mereka sekarang dirumah Hilda.


"ribet banget sihh, dan sampai lo kalau mau keluar harus ngubah tampilan lo kek gini!"


Hilda menilai penampilan Kiana.


"yess, gerah tau begini!!" Kiana menyibak pasminanya.


"tapi cantik kok mirip tuh penyanyi religi Sa.. Sa.. Ni,, siapa yah namanya??"


Hilda menggaruk kepalanya sambil berfikir.


"hust diam!" Kiana memasukkan roti ke mulut Hilda


"uhuk.. uhukk.. kejam banget sihh loo!" Hilda membuang sisa roti itu sembarang.

__ADS_1


"makanya jangan bicara yang enggak berfaedah!" kesal Kiana


"cihhh! kasihan banget tu anak kakak lo nanti punya ibu tiri kejam kayak lo!"


anak tiri? belum tentukan itu anak laki gue!


"hemm, tapi gue fikir sihh dari semua cerita lo dan yang gue tahu kayaknya suami lo itu sebenarnya cinta juga sih beb sama lo!"


"haa?" Kiana kembali fokus


"ekhemm, jadi gini waktu lo di singapure gue enggak sengaja mergokin Roy lagi ngobrol sama laki lo! gue penasaranlah.. jadi gue nguping!"


"emmh? terus.. terus!" Kiana langsung bersemangat


bagaimana mereka bisa kenal?


"terus terus,, nanti nabrak gimana?" cicit Hilda


"nabrak apa kalau cuman duduk doank pea!? maksud gue lo lanjutin ceritanya! jangan stengah tengah!"


"hemm oke... lo.. diam!"


"sebenarnya gue enggak denger semuanya sih


tapi, yang gue tangkep sebenarnya Roy itu akrab dan juga bekerja sama dengan laki lo! dia bantu lo itu karena dia tahu lo ada hubungannya dengan Devano, dan gue denger sendiri Devano minta Roy agar mastiin lo baik baik aja dan enggak lecet sedikitpun!"


"yahh.. kamvret banget tuhh abang lo! pantes saja tu pria psikopat tiba tiba muncul di kantor dan tiba tiba masuk ke Flat merkosa gue!"


yahh karena Flat itu adalah fasilitas yang diberikan Roy pada Kiana, jelas dengan menggunakan uang Devano.


"ucapan lo bu menodai pendengaran gue! tolong hargain yang jomblo!!"


herdik Hilda namun Kiana semakin mencerocos kesal mengingat bagaimana Devano menyekapnya.


"lo enggak tau aja bagaimana gilanya tuh laki enggak biarin gue turun dari tempat tidur, ke kamar mandi aja gue di jagain kayak tahanan!"

__ADS_1


"cukup cukup Beb, gue masih polos, masih Tk gue.. lo diam yahhh!"


Hilda menutup kupingnya


"Hil.. bantuin gue yuk!"


"ngapain?"


"cari tahu tentang Devano sama abang lo! dan gue mau cari tahu tentang kak Balqis!"


"hemmm feeling gue sih bilang hubungan kakak lo dengan Devano emang enggak baik baik saja!"


"itu dia! tapi, Devano enggak mau beri gue kesempatan untuk bertanya!"


"terus kita bisa apa?"


"lo bisa bantu gue ngorek informasi kegiatan Devano dan hal hal yang berhubungan dengannya melalui Roy, dan gue bakal cari tahu sendiri soal Kakak!"


"kalau ketahuan gimana?"


"yah lo pake cara halus Hilda sayang, gue tahu otak lo selangkah lebih maju dari otak gue dan instin perlindungan diri lo lebih kuat dari gue!"


"sadar lo bu?"


"yahh, andaikan gue dengerin omongan lo waktu itu gue enggak bakal jadi simpanan suami kakak gue sendiri kek sekarang!"


"tapi, enaklah punya mertua penyayang dan suami ganteng, kaya, perkasa, dan banyak pulusssnya!"


"mulut Hil.. mulut.. katanya masih polos?!"


"hehehe sorry jadi ketularankan sama lo!"


"yahh ampun! mending sekarang kita keluar dehh cari angin segar biar waras!"


"kemana?"

__ADS_1


"patroli!"


Hilda hanya mengangguk pasrah mengikuti keinginan Kiana.


__ADS_2