SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
KEMBALI KE RUMAH WIRYAWAN


__ADS_3

HAPPY READING


.


.


.


dua jam berlalu, Kiana terus mengumpat dan mengiba disepanjang permainan mereka meski tubuhnya tidak bisa berbohong ia sudah memberi pelepasan berkali kali, begitupun dengan Devano yang sudah menumpahkan benihnya 2 kali namun ia belum ingin melepaskan Kiana dan terus menggempur istrinya yang sudah di bolak balikkan sedari tadi.


"sudah aku lelah please ini sakit!"


"sudah mas please!"


"kau kau ingin membunuhku?! sudah mas!"


teriak Kia dengan suara yang berat di selah desahannya.


hingga Mom Elle yang sudah tiga kali menghampiri kamar itu dan mendengar Devano belum juga melepaskan Kiana yang terus menjerit kesakitan sedari tadi sangat merasa geram..


"Devano hentikan kegilaanmu atau Mommy panggil Daddymu kembali!" teriak Mom Elle bersabar untuk tidak masuk melihat siaran langsung mengerikan itu.


Devano yang bermandi keringat masih terus menggempur Kia dari belakang tersentak..


ia berhenti sesaat..


"husttt.. sebentar lagi!" ia berbisik menenangkan Kiana kemudian kembali menusukkan batangnya lagi lebih dalam membuat Kiana menjerit..


"Mom.. tolong Kia..."


"Devanoooo!" teriak Mom Elle tangannya sudah sangat gemas untuk menghajar putranya yang tidak tau malu itu.


Devano akhirnya melepaskan tubuh istrinya pasrah,, ia merutuki kebodohanya yang tidak menutup rapat pintu kamarnya yang sebenarnya kedap suara..


setidaknya ia sudah menumpahkan banyak benih dirahim Kiana selama beberapa pekan ini, ia berharap salah satu dari mereka bisa tumbuh agar membuat rencana Kiana untuk bercerai dengannya hanya angan angan wanita itu saja.


****


setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang bersih, Kiana menemui Mom Elle disana sudah ada Devano menunggunya


Kiana menyeret kopernya.


"sayang kamu beneran ingin pergi?" tanya Mom Elle sangat merasa sedih.

__ADS_1


"maaf Mom!"


"yah sudah untuk kali ini saja, biarkan Devano mengantarmu yah nak!"


Kiana tidak ingin ribut lagi ia sudah cukup lelah dengan tulang yang terasa lepas dari tubuhnya.. ia hanya mengangguk.


Devano tersenyum karena Mom Elle yang sebenarnya kesal dengannya masih mau membantunya agar Kiana mau diantar dengannya.


"ayo!" Devano mengambil koper ditangan Kia, dan menggandeng gadis itu keluar.


"pelan pelan Vano! istrimu tidak bisa mengimbangi.." maki Mom Elle membuat Devano kembali menatap wanita muda itu..


ada rasa bersalah, namun ada rasa gemas melihat wajah imut yang sedang cemberut itu.


❤❤❤


Kiana turun dari mobil saat Devano membuka pintu mobil untuknya..


matanya melihat kesetiap sisi halaman dan bangunan dimana ia tumbuh itu baru beberapa bulan meninggalkan tempat ini tapi rasanya sudah sangat lama..


genangan disudut matanya akhirnya tumpah! saat ia menatap wanita yang sudah membesarkannya dengan tangannya itu dari jauh sedang duduk dibangku taman samping rumah besar itu.


tiba tiba wanita paru baya itu menoleh hingga pandangan mereka terkuci untuk beberapa saat.


"ki_ kiana?" Ningrum berjalan cepat kearah putrinya.


"mami.."


Devano melihat itu merasa hatinya sedikit ngilu.


"mami sangat rindu nak, kenapa kamu merajuk begitu lama?"


"maaf Mi,, Kia janji akan jadi anak yang baik dan nurut sama mami Papi!" Kiana menumpahkan semua rasa rindu, bersalah dan sedihnya..


hingga Mami mengajak mereka masuk.


"Mi, papi ke kantor?" tanya Kiana ragu, masih ada ketakutan untuk berhadapan dengan sang papi.


"ia sayang sebentar lagi juga Papi pulang, kamu istrahat dulu yah kamu terlihat pucat dan kurang sehat, mami mau siapin makan malam spesial untuk merayakan kepulanganmu!"


Kiana mengangguk dan bergegas menuju kamarnya.


"ma kasih yah nak sudah menjaga Kiana selama ini!" mami Ningrum sudah tahu bahwa Devano selalu memantu Kiana saat disingapure dan Devanolah yang membawa Kiana pulang bersamanya

__ADS_1


"sama sama Mi, sebenarnya sudah hampir tiga pekan Kiana di indo.. maaf Vano enggak bilang sama mami dan papi!"


Ningrum terkejut ia fikir Kiana baru sampai di indo namun ia tidak mempermasalahkannya.


"yah sudah tidak apa apa, mungkin Kia masih sakit hati dengan kami waktu itu.. kamu juga istrahatlah nak!"


Devano mengangguk namun sebenarnya ia merasa canggung untuk berbuat semaunya disini.


"kamu istrahat dikamar Kiana saja kaliankan suami istri" Ucap Mami tahu fikiran Devano.


pria itupun tersenyum dengan kemenangannya, ia sudah mengirim pesan untuk tangan kanannya untuk menghendel kantor karena ia harus menyusun misi agar bisa membuat istri kecilnya itu takluk padanya.


 


"kamar yang bagus!"


Kiana yang sedang merapikan barang barangnya terperanjak hingga salah satu benda yang menyerupai buku itu terjatuh mengenai jari kelingking kakinya.


"auhhh!"


Devano langsung menghampirinya


"kamu tidak apa apa?"


namun perhatiannya teralihkan dan segera memungut buku yang bertuliskan DIARY disampul buku berwarna hijau itu.


Kiana langsung panik dan merebut diarynya itu dengan kasar.


"ngapain lo masih disini?" Kiana kembali ke mode songongnya lo gue


"hemm.. jadi kamu tipe wanita yang suka mengadu dan berbicara dengan Diary juga!" Devano tertawa meledek.


"bukan urusan lo! cepat keluar dari kamar gue!!" Kiana mendorong tubuh kekar itu untuk keluar namun bukannya bergeser mala ia yang terjebak dalam pelukan tangan kekar Devano.


"Kiana aku masih suamimu, bersikap dan berbicaralah yang sopan... ingin aku dihukum lagi?"


Kiana menggeleng cepat.


"anak pintar... baiklah malam ini aku akan tidur disini!"


Kiana membulatkan matanya ingin protes, namun melihat tatapan tajam Devano membuatnya mengurungkan niatnya.


ia bergegas menyelamatkan benda benda yang dianggapnya privasi dan memasukkannya kelemari dan menguncinya.

__ADS_1


mohon maap kalau banyak typo yah kakak.. Vie ngetik keberu waktu, ada banyak agenda yang harus Vie kerjakan.. dan maap buat yang komen vie belum sempat balas yah.. 🙏🙏🙏 tapi Vie baca semua dukungan dan saran kalian kok kak...


Vie sagang kalian 😘😘😘😘😘


__ADS_2