
kalau saat ini dirumah sakit Hilda diantara rasa bahagia dan takutnya karena Aldo sudah sadar dari koma gara gara ocehannya yang tidak berakhlak, dirumah besar salah satu kamar yang begitu luas dengan interior minimalis Kiana dan Devano tak lelah saling berbagi kenikmatan surga dunia dengan peluh di seluruh tubuh mereka yang sama sama polos di sofa.
"ah h h Mas.. Kia sudah lelah" ucap Kia akhirnya disela de sah annya, sambil terus bergerak naik turun dipandu sang suami yang menahan ping gangnya sambil menye sap dua pu ting Kiana bergantian.
sudah hampir satu jam mereka menyatu dengan berganti beberapa posisi namun Devano belum ingin melepaskannya.
tubuh putihnya yang terlihat bengkak karena kehamilan, dan perut yang semakin buncit memiliki daya tarik sendiri dimata Devano.
membuat pria itu lupa akan daratan ketika ia sudah menyelami tubuh istri tercinta.
"a h h mas... Kia ah h" de sah dan erang ngan Kiana tak henti hentinya sambil bergerak tak teratur saat merasa dirinya akan kembali or gas me
"keluarkan sayang!" balas Devano dengan suara beratnya..
dengan mata yang sudah berkabut gai rah ia menatap wajah Kiana yang sudah memerah dan keringat yang menetes dari lehernya terlihat sangat sekseh karena terbakar hawa per cin taan pan as mereka
Devano menggeretak giginya menahan agar ia tak tumpah segera, ia memandu sang istri terus bergerak agar mendapatkan keni kma tanya terlebih dulu.
" mass.." teriak Kiana akhirnya diikuti jam bakan rambut dikepala Devano saat hantaman kenikmatan itu datang lagi
Kiana berhenti bergerak dengan deru nafas yang memburu.
ada rasa kesal dihatinya karena suaminya sangat suka membuatnya lelah namun disisi lain ia juga sangat menginginkan olahraga malam ini.
__ADS_1
Devano yang belum mendapat pele pasannya
kembali me lu mat dan men gi sap bibir mungil yang sedari tadi membuatnya terbakar gai rah karena terus men de sahkan namanya itu.
lu matan yang awalnya lembut berubah semakin menuntut saat Kiana kembali membalasnya
Emphhh pekik Kiana dalam bung kaman ciu man pan as mereka, saat Devano menggendongnya dengan hati hati berjalan menuju ran jang tanpa melepas penyatuan mereka.
Devano terus mengeksplor mulut Kiana dengan lidahnya sambil menidurkan Kiana di bibir ran jang, mancing gai rah ibu hamil itu kembali.
sedang Kiana hanya pasrah, karena memang ia sangat lemah dengan godaan suami tampannya itu.
"sekarang gilirangku sayang" ucap Devano setelah melepas bung kaman nya, sebelum ia kembali menggerakkan ping gulnya perlahan
setiap tarikan dan tusukannya membuat Kiana kembali menggila
rasa nik mat yang di tawarkan tu buh ibu hamil itu membuat Devano tak ingin menyudahi per cin taan itu andai ia tidak mengingat kondisi Kiana yang sedang Hamil.
"Ki.. kenapa kamu sema kin membuatku meng gilaimu sayang" ucap Devano tepat di depan bibir kiana dengan deru nafas yang memburu sambil menatap mata sayu Kiana.
Devano terus meng hen takan pusakanya kedalam tu buh mungil Kiana, dengan tangan yang juga me rem as pa yu dara Kiana yang semakin hari membesar akibat kehamilannya.
setiap Hen takan membawa ken ik matan hingga keubun ubun kedua insan yang dimabuk cinta itu hingga gerakan Devano menjadi tidak teratur saat merasa ia hampir mencapai puncaknya.
__ADS_1
tanpa melepas kontak mata mereka, Devano bergerak tak beraturan hingga
"Ki_ana saa yang ... aghh.. agh.."
"masss"
era ngan panjang ken ik matan itu akhirnya keluar dari mulut mereka diakhiri hen takan kasar Devano.
dengan tubuh bergetar Devano menahan dirinya agar tidak menghimpit tubuh istrinya..
dan setelah beberapa detik menikmati sengatan kenikmatan yang baru tubuhnya, Devano kembali mengangkat tubuh Kiana lebih kedalam tempat tidur king size itu agar istrinya mendapat posisi yang baik untuk beristrahat.
"terima kasih sayang"
Devano mengecup kening sang istri yang sudah terkulai lemas dengan senyum bahagia, kemudian beralih mengecup perut buncit itu, dan tak lupa Devano juga membersihkan sisa percintaan mereka sebelum menyelimuti Kiana.
"maaf sayang" lirih Devano, kembali menatap sang istri yang sudah memejamkan matanya
Devano ingat setiap malam ia harus membuat istrinya kualahan melayani has ratnya, padahal awalnya ia hanya ingin bercinta agar ia bisa terhindar dari permintaan aneh aneh sang istri dan juga bisa cepat melepas baju yang selalu Kiana perintahkan untuk ia kenakan saat malam hari, baju baju yang mirip dengan baju mom Elle.
namun saat mereka sudah menyatu, Devano selalu sulit melepas Kiana.
🌺🌺maaf kan tangan kak vie yang terpeleset di sore hari 🤧, efek malam jum'at semalam 🤣🤣🤣🌺🌺
__ADS_1