SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
BELUM ADA JUDUL


__ADS_3

shiittt.. Aldo menggeram, sedang di depan sana Hilda membatu merasa tubuhnya tersengat listrik saat tangan Aldo menyentuh permukaan kulitnya.


bahkan Aldo menempelkan bibirnya mengecup kecil punggung mulus itu hingga ke atas berakhir di telinga Hilda


"bersihkan dirimu sekarang! maaf dok Michael bilang kita harus menunggu kurang lebih satu bulan lagi" lirih Aldo dengan suara berat menahan sesuatu kemudian mengecup lembut pipi Hilda yang masih bengong sebelum beranjak dari sana mengambil jarak dengan sang istri.


mata Hilda sontak terbuka lebar, mencerna ucapan sang suami.


apa barusan ia bilang dok Michael belum memperbolehkan ia buka puasa?


entah kenapa Hilda merasa senang mendengarnya.


namun saat ia melihat sekilas ke arah suaminya yang menyandarkan tubuhnya disofa sana dengan menengadah keatas sambil menajamkan matanya.


ia merasa kasian.


tapi sudahlah ini demi kebaikan suaminya, dan ia juga memiliki waktu untuk mempersiapkan mentalnya.


sedang di kamar lain


"sah...yang akhhh sudahhhh yang pengantin baru itu bukan kita!" ucap Kiana terengah engah menerima hujaman cinta dari sang suami..


Devano kembali mul umat bibir pink itu yang terus mengoceh tapi membuatnya semakin bergai rah


"aku hanya sepekan disini sayang aku akan berangkat lagi lusa please.." ucap Devano dengan suara berat disela pom pahan nya.


sekarang ia berbaring di samping Kiana, dengan posisi Kiana memunggunginya.


ia kembali memasukkan mi lik nya ke lia an nik mat sang istri dari belakang posisi yang aman saat ini untuk bayinya


"akhhh..." erang keduanya saat mereka kembali menyatu


"ta.. tapi saaa yang.." suara Kiana tersendat sendat saat Devano kembali menghujam nya sangat dalam.


"hust... kamu akan semakin lelah jika terus bicara sayang!"


tangan Devano tidak diam, menyentuh setiap inci tubuh mulus Kiana


"Kiahh.. kenapa kau semakin membuat aku gilahh sayang.." Devano menggeretakkan gigi giginya merasa miliknya semakin di cengkram didalam sana, Devano menambah ritmenya dan menghujam semakin dalam.


"Mas.. Mashhh... Kia mau ke.. luar.."


Devano kembali men cium panas bibir Kiana, dan semakin mempercepat ritme pinggulnya dan tangan yang terus memainkan pu ting sang istri.


"akhhhhhhh masshhh." lenguhan panjang Kiana saat ia kembali merasakan puncaknya.


Devano berhenti bergerak kemudian menelentangkan sang istri, dengan nafas memburu.


"sudah masshh, aku mau menelfon Hilda.."


Devano menyentil kening Kiana.


"auhh sakit mashh!"

__ADS_1


"jangan ganggu mereka, memangnya apa yang ingin kau dengar menelfon Hilda? mendengar mereke sedang produksi bayi??" ucap Devano yang kembali menposisikan dirinya.


pipi Kiana langsung memerah mendengar ucapan sang suami.


"sekarang giliran mas!"


"akhhh" Kiana kembali tersentak saat Devano tiba tiba memasukinya kembali.


"mashhp"


Devano langsung menyumbat bibir itu dengan bibirnya sebelum kembali mengoceh.


menyesap rasa manis yang tak pernah habis.


mereka kembali mengeluarkan suara suara lenguhan kenikmatan seiring dengan suara penyatuan yang sangat bergelora.


Kiana menggelengkan kepalanya saat hantaman kenikmatan itu semakin mendominasi.


begitupun dengan Devano saat merasa cengkraman didalam sana semakin kuat ia mempercepat gerakannya dengan menengadah keatas..


suara ******* Kiana semakin tak beraturan begitupun dengan Devano


jemari mereka saling mencengkram menyalurkan rasa nikmat yang mereka terima


dan


"Akhhhhh akhhhhhh" erangan keduanya saat pele pasan luar biasa itu kembali menghantam setiap inci tubuh mereka di hentakan terakhir Devano


setelah diam beberapa saat menikmati sensasi luar biasa itu, Devano menatap sang istri dengan penuh cinta.


"ma kasih sayang!" Devano mengecup kening dan bibir Kiana.


Kiana hanya tersenyum dan menyentuh wajah pria gagah yang membuatnya jatuh cinta setiap saat itu.


Devano menarik pinggulnya mengeluarkan miliknya dari dalam sarang, membuat Kiana sedikit meringis.


Devano lalu mengusap perut sang istri dan memberi kecupan disana sebelum membantu sang istri membersihkan sisa sisa percintaan mereka.


"maafkan Daddy yang tidak bisa mengontrol diri saat bersama mom mu yah sayang..."


*


*


*


di salah satu rumah besar di kota besar itu seorang pria membabi buta menghajar beberapa bodyguard nya kerena belum menemukan istrinya yang sudah menghilang seminggu.


"kenapa kalian menjadi sangat bodoh hanya untuk menemukan wanita ku?" bentak Erland namun para pria bertubuh tegap itu hanya diam dan menunduk.


salah satu pelayan disana hanya menggeleng melihat kegilaan tuannya.


saat tidak ada saja baru seperti orang gila, saat ada tiap hari dibuat menderita.

__ADS_1


ia menjadi saksi kekejaman Erland yang melarang pelayan melayani Balqis, bahkan tidak sedikit pekerjaan yang harusnya dikerjakan pelayan mala Balqis yang mengerjakannya,


namun Erland tidak pernah puas menyiksa nya.


*


*


*


di belahan bumi lainnya


Balqis menatap air mancur dihadapannya tanpa berkedip setiap orang yang melihatnya mungkin berfikir Balqis sangat mengagumi air mancur itu..


namun fikiran wanita itu sebenarnya tidak disana, kilasan kehidupan pahit yang ia lalui selalu terbayang bagai mimpi buruk.


tiap hari ia senang menghabiskan waktu berjalan jalan di negri pizza itu, dan akan duduk didepan sebuah air mancur sampai sore untuk menghilangkan lelahnya.


Aughhhh


Balqis terkejut saat tiba tiba merasa sebuah tangan kecil menusuk pinggangnya.


"Gian.. kau disini lagi? kau mengagetkan ku sayang!"


ucap Balqis gemas melihat bocah 6 tahun itu sambil kembali menggelitik pinggangnya.


"onty nangis" tanya bocah itu dengan suara cadel (menggunakan bahasa italia)


Balqis melihat kebelakang, berbeda saat pertama kali bertemu bocah itu, sekarang Gian di dampingi 3 orang pria salah satunya mungkin yang memiliki jabatan paling tinggi diantara ketiganya, tapi sepertinya itu bukan daddy nya Gian.


"tidak sayang, banyak angin disini membuat mataku perih!" elak Balqis


Gian kecil hanya mengangguk seakan mengerti dengan wanita cantik yang baru menjadi temannya beberapa hari itu saat ia kabur dari bodyguard dadnya.


ia tidak sengaja bertemu wanita cantik itu dan memberi ia makanan karena kebetulan saat itu Gian sangat lapar.


setahu Balqis Gian hanya tinggal dengan dadnya yang suka bekerja dan suka lupa dengan janjinya pada Gian untuk berlibur sedangkan sang ibunya entah kemana karena Gian bingung saat Balqis menanyakan hal itu.


Gian tidak seperti anak kecil lainnya yang membenci wanita yang dekat dengan Dadnya justru ia menganggap semua wanita adalah ibunya.


hanya satu wanita yang di benci anak kecil itu, sekertaris Dadnya..


.


.


.


GIAN SIAPA???


AYO DITEBAK YAH KK, VIE AKAN LANJUT KALAU UDA ADA YANG KOMEN 😘😘😘


kenapa harus bahas Gian?!

__ADS_1


karena season kedua cerita ini akan ada Gian disana 😍😘😘


__ADS_2