SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
KETAKUTAN DEVANO


__ADS_3

HAPPY READING


pagi hari menyapa dengan malu malu,


awan hitam menyelimuti sebagian purmakaan langit, pertanda mungkin sebentar lagi awan akan menumpahkan anugrahnya untuk menghilangkan dehaga kota yang sudah berhari hari sangat panas ini.


alarm alami pada tubuh Kiana menyadarkan wanita itu dari dunia mimpinya untuk kembali menyambut dunia nyata yang penuh kejutan ini..


semalam ia menangisi takdirnya hingga berjam jam akhirnya tertidur sendiri karena melelahan..


ia membuka matanya yang terasa berat itu.. setelah mengucapkan harapan dalam hati kecilnya.


"Tuhan pemilik hati.. kuatkan hati ini menjalani hari hari yang berat ini, lepaskan aku dari rasa sakit berkepanjangan ini.."


Kiana membuang nafasnya kasar dan segera beranjak ke kamar mandi.


"arghhhh..." teriak Kiana terkejut..


sebelum ia sempat menyentuh daun pintu itu namun sudah terbuka dan menunjukan sosok yang sudah membuatnya banyak kehilangan air mata belakangan ini.


menyadari pria itu hanya mengenakan handuk Kiana langsung berbalik membelakanginya.


"Morning Hon!" sapa Devano langsung memeluk Kiana dari belakang


"maniak!! lepas!" brontak Kiana.


"hustt.. jangan bergerak sayang kau membangunkan King kobra yang sedang kelaparan!"


bukannya tenang Kiana semakin brontak untuk melepaskan diri, ia sudah paham arah pembicaraan suaminya.


ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak terlena lagi, ia harus segera mengurus perceraiannya dan memulai hidupnya yang baru..


Devano semakin mengeratkan pelukannya membuat usaha Kiana sia sia.


Devano menjatuhkan kepalanya di pundak Kiana, membuat wanita itu semakin bergidik.


"Ki..." suara Devano terdengar berat dan bergetar..


bukan karena pria itu dilanda gairah, namun lebih tepatnya ia merasa terluka, khawatir, dan takut..

__ADS_1


Kiana selalu menolaknya dan seakan akan sangat membencinya, apa lagi mengingat banyak luka yanh sudah ia torehkan pada Kiana membuatnya semakin takut Kiana akan meninggalkannya seperti ucapan kiana berapa hari yang lalu.


Kiana berhenti berontak saat merasakan cairan hangat membasahi pundaknya ia yakin itu adalah air mata pria yang sangat mengesalkan itu.


"sayang beri aku kesempatan memperbaiki hubungan kita!" lirih Devano kemudian.


Kiana tersenyum kecut.


"maaf aku sudah membuatkan tekad untuk bercerai!"


refleks Devano langsung membalikkan tubuh Kiana menghadap dirinya.


"tidak Kiana! aku tidak akan melepaskanmu.." ucap Devano tegas, matanya memerah dan terlihat sudut matanya masih basah


air mata Kiana juga sudah tidak terbendung


"maaf mas aku ingin pernikahan yang sehat, aku punya impianku sendiri dan pernikahan ini jauh dari impianku!"


"impian?? pernikahan apa yang kamu ingin Ki, aku akan mewujudkannya!"


"aku hanya ingin menjalani rumah tangga berdua bersama orang yang aku cintai mas!" ucap Kiana mantap menatap dalam mata Devano.


hati Devano terasa tercabik cabik,, mungkin ini hukuman setimpal untuk sikap kurang ajarnya selama ini kepada Kiana, juga hukuman atas luka dan air mata yang ia berikan pada Kiana.


pria itu buta dan lupa jika rasa sakit dan penderitaan wanita yang berdiri dihadapannya itu tercipta dari kecemburuan karena rasa cinta Kiana padanya.


"Ki beri Mas kesempatan..."


Kiana menggeleng ia sudah merasa sangat terluka, ia tidak ingin merasakan sakit itu lebih lama lagi.. dan mengingat wajah Balqis yang penuh penderitaan membuat ketenangannya hilang.


"aku tidak bisa lagi Mas!" Kiana mendorong pria kemudian berlalu ke kamar mandi..


Devano terpaku.. ia tidak ingin melepaskan Kiana namun ia juga tidak ingin memaksa dan menyakiti wanita itu lebih dalam.


menit berikutnya.


uwekk..


uwekk...

__ADS_1


Devano terkejut dan segera berlari kesumber suara..


"Ki... kamu kenapa?" Devano masih sangat khawatir dengan kondisi Kiana yang berkeringat dan pucat.


"Mas.. Uwekkkk"


Devano mengusap punggung Kiana... wanita itu membersihkan mulutnya..


"kamu kenapa??"


"tidak apa apa, aku sudah biasa mual kalau sikat gigi!" ucap Kiana berlalu keluar meninggalkan Devano yang masih menujukan wajah tegangnya.


Kiana menemui Mami untuk membuat sarapan, sedangkan Devano berpaikan sambil merenungi keinginan Kiana untuk berpisah.


tiba tiba ponsel istrinya bunyi..


kontak tanpa nama..


Devano menatapnya penasaran namun tidak ingin lancang..


namun panggilan itu terus berbunyi, Devano merasa mungkin itu panggil penting.


"HALLO PRINCES... kenapa lama sekali mengangkatnya?" bariton maskilun dari ujung telfon membuat dada Devano terasa panas.


"princes kau mendengarku??" suara pria itu terdengar ke barat baratan..


"Halo..." ucap Devano menekan perasaannya


"oww.. ma maaf Uncle,,, saya teman Kia apa Kianya ada?"


uncle???? oo.. em.. ji... Devano ingin sekali menjitak kepala bocah itu!


"kamu salah sambung!" Devano langsung memutuskan sepihak..


Dada Devano bergemuru ia tahu dari dulu Kiana tidak memiliki teman pria yang menonjol, namun sekarang ia terkejut seorang pria menghubungi istrinya dengan panggilan princes..


mungkinkah ia pria yang ada dalam diary Kiana??


Devano merasa semakin gelisa tidak menentu.

__ADS_1


OKE KAKAK... SUPAYA SENTIMPAL DAN ADIL YAHHH OTHOR HADIRKAN GERAL SI CASANOVA BUAT BABANG DEV KALANG KABUT JUGA MERASAKAN KEKALUTAN KIANA SELAMA INI TERBAKAR API CEMBURU AGAR BABANG DEV YANG TANVAN MAU MENGUNGKAPKAN PERASAANANYA SAMA KIA...


__ADS_2