SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
PEMBALASAN KIANA


__ADS_3

HAPPY READING


.


.


.


.


.


.


.


Devano menurungi tangga, bersamaan Kiana yang keluar dari kamar Papi..


tatapan mereka saling mengunci, namun tidak lama karena Kiana langsung membuang tatapannya dan berjalan menuju meja makan.


"princes??"


batin Devano menjerit menatap punggung Kiana.


namun ia kemudian menyunggingkan senyumnya "maaf sayang, sebelum bocah tengil itu menemukanmu, kamu harus mengandung Devano junior dulu!"


"kamu kenapa tersenyum sendiri?" Devano terkejut saat Mami menyapanya.


"Mami.." ucap Devano canggung.


"Mami tahu, anak Mami memang yang tercantik!" goda Mami membuat Devano hanya menyeringai canggung.


"ayo sarapan dulu."


Mami yang memegang lauk ditangannya mendahului Devano menuju meja makan.


tak berselang lama Papipun ikut bergabung..


setelah sarapan..


"Pi.. Kia ingin menjenguk Kakak dulu sebelum kekantor yah!" ucap Kiana membuat Devano mengernyit.


Devano yakin Papi atau Mami sudah mengatakan keadaan Balqis pada Kiana, sebenarnya Devano ingin mengatakan semuanya lebih jelas agar Kiana bisa membuka hati untuknya, namun ia belum memiliki kesempatan untuk berbicara lebih tenang kepada Kiana.

__ADS_1


Devano juga merasa keluh jika harus menyebut nama Balqis yang sudah menjeratnya dalam pernikahan palsu itu.


"Kia ingin membantu Papi di kantor, bolehkan Van?" ucap Papi mengerti tatapan Devano.


meski ia tidak rela karena disana banyak karyawan pria yang masih muda dan tampan namun Devano tidak bisa membanta keinginan mertuanya.


Devano mengangguk


"Kia bareng Devano aja Pi, sekalian Vano mau lihat keadaan Balqis dan kebetulan Vano ada urusan juga hari ini di kantor Papi."


Mami hanya tersenyum, dan Papi ikut menimpali dengan anggukan..


sedangkan Kiana sudah menggerutu kesal,, ia tidak berani menunjukkan taringnya di hadapan Papi.


*****


sepanjang koridor rumah sakit, Kiana melakukan aksi bungkam bahkan Devano sedari tadi mengajaknya berbicara ia tidak peduli..


Kiana kesal karena ia sudah tahu apa yang terjadi namun Devano sama sekali tidak mengatakan apapun padanya...


tanpa bertanya Kiana sudah tahu dari Papi dimana Balqis dirawat. ia langsung masuk keruang perawatan itu.


tapi kamar itu sudah kosong, Devano yang belum sempat masuk ikut mengernyit sampai ia melihat seorang dokter melewati ruangan itu.


"Dok.."


"pasien yang disini kemana yah Dok?"


"oww wanita hamil itu? belum lama ia keluar, tadi kerabatnya meminta agar ia dirawat jalan saja!"


Devano mengangguk, mungkin Balqis kembali ke apartemen... tapi, siapa yang menjemputnya?!


Kiana hanya menyimak, dan berlalu dari sana.


"yah sudah.. ma kasih dok!" Devano segera mengikuti langkah Kiana.


sampai mereka berpapasan seorang pria tampan.


"Princes??" itulah panggilan Geral selama ini kepada Kiana saat sekolah..


"kak Geral?" Kiana tersemyum ramah.. sedang Devano yang melihat itu segera mendekati mereka.


"Princes nomor yang kamu berikan sepertinya salah!"

__ADS_1


"sayang kita harus ke kantor, Papi sudah menunggu kita!" Devano langsung merangkul Kiana.


"jadi ini pria yang berani memanggilku uncle padahal mungkin kami seumuran!"


alis Geral berkerut.


"Princes??" ucap Gerale meminta penjelasan


"kalau kiana tidak ada disini aku sudah merobek mulutmu yang lancang itu memanggil istriku princes!"


"oww iaa kak kenalin ini Mas Devano"


ucap Kiana tersenyum jahat sambil melepaskan rangkulan Devano. membuat Devano dengan bangga mengulurkan tangannya kepada Geral.


ia fikir Kiana akan mengenalkannya sebagai suami.


Geral langsung menyambut uluran tangan itu dengan sungkan


"suami kakakku!" lanjut Kiana membuat Devano terkejut dan langsung menatapnya tajam.


belum sempat Devano menyangkalnya.


"oww kakak kamu yang kemarin diapartemen itu?"


Kiana mengangguk membuat Devano semakin geram merasaka ke kesalannya.


"ohh iya kak, kami buru buru harus kekantor.. mari mas!" Kiana menarik tangan Devano sebelum pria itu mengucapkan kebenarannya.


Geral hanya mengangguk bingung meski merasa aneh dengan tingkah kedua orang itu..


dimobil..


Kiana tersenyum puas melihat wajah Devano yang seperti mengeluarkan asap di telinganya.


keinginan Kiana untuk bercerai sudah tidak ada lagi sejak Papi menjelaskan semuanya tadi pagi dikamar, namun ia berjanji akan membalaskan semua dendam dan kekesalannya selama ini pada suami tercintanya itu.


"apa maksudmu bilang begitu padanya?" maki Devano


"maaf mas akukan tidak berbohong!" jawab Kiana santai


"Kiana istri aku itu kamu!! dan Balqis itu.."


"Mas.. aku memang istrimu tapi sebentar lagi sudah bukan!" potong Kiana cepat, ia tidak ingin Devano mengatakan yang sebenarnya sekarang.. ia ingin menikmati permainan ini dulu.

__ADS_1


ia sudah terlanjur kesal bagaimana selama ini Devano menyembunyikan banyak hal padanya,andai Devano barterus terang dari awal mungkin ia tidak semenderita itu.. begitulah pemikiran labil Kiana


namun yang ada difikiran dewasa Devano, ia hanya tidak ingin membebani Kiana terlalu banyak yang dapat membuat Kiana justru membenci dan menjauhinya, sehingga ia ingin menyelesaikan masalah itu sendiri, lalu fokus membahagiakan istri kecilnya.


__ADS_2