SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
MIMPI BURUK


__ADS_3

HAPPY READING


"TITIK TERTINGGI RASA CINTA ADALAH SAAT KAU IKHLAS MELIHATNYA BAHAGIA MESKI BUKAN BERSAMAMU" 😭


.


.


.


.


pukul 3 dini hari..


rumah besar itu sudah sunyi, menandakan seluruh penghuni rumah sudah beristrahat dialam mimpinya.


namun di kamar lantai dua itu Kiana bahkan tidak sanggup beristrahat lebih lama di alam mimpi buruknya..


"hiks hiks Maaf kak, Kia... Kia salah... ini salah Kia... maafin Kia kak.."


keringat Kia bercucuran mimpi buruk yang selalu mendatanginya beberapa bulan terakhir ini kembali mengganggu tidur nyenyaknya.


sampai rasa takut itu membuatnya terbangun dan memekik keras.


"Kakak!"


membuat pria yang baru saja tertidur memeluknya juga ikut bangun terkejut.


"kamu kenapa?" Devano menarik tubuh ringkih itu kedalam dekapannya.


Kiana semakin bingung dan mengumpulkan kesadarannya.. kemudian segera melepaskan pelukan itu..


"kamu?" sejak kapan pria itu disana?


tubuhnya masih bergetar seperti ketakutan.


"kamu sering mimpi buruk?"


menghabiskan dua malam bersamanya di Singapore Devano tidak pernah melihat Kiana mimpi buruk.


"sejak kapan kamu disini?" Kiana mengalihkan pembicaraan, ia merasa tidak perlu mengatakan jika selama ia di Singapore mimpi buruk itu selalu menerornya.. kecuali saat dua malam Devano bersamanya.

__ADS_1


"Kiana aku bertanya padamu?" ucap Devano tegas, ia bisa melihat ketakutan Kiana.


"apa pedulimu? dan sedang apa kau disini?"


"ku fikir Mommy sudah menjelaskan statusmu Kiana, jadi jangan bertanya kenapa aku disini.. ini adalah rumahku!"


bukan jawaban itu yang Kiana tunggu..


Kiana hanya tersenyum getir. lagian jawaban apa yang sebenarnya ia harapakan..


dan ia kembali berbaring membelakangi pria itu dengan rasa yang berkecamuk.


Devano mengusap wajahnya kasar, ia tahu sudah menyakiti Kiana.


"Ki maafin Mas!"


Kiana mencoba menutup matanya tidak peduli..


pria memang kejam dan rakus.. setelah menghabiskan waktu bersama istrinya yang lain sekarang dengan tanpa rasa bersalah ia kembali keistri simpanannya.


"Ki beri aku waktu untuk membuatmu paham dan bisa menerima semuanya!"


"aku ingin tidur!"


"Ki_" terlihat sudut mata pria itu berair..


tidak ada jawaban Kiana memilih berpura pura tidur lagi, bicara dengan Devano hanya akan membuatnya naik pitam


"aku tahu kamu belum tidur.. izinkan aku memelukmu!" Devano memeluk tubuh ringkih itu..


psikopat gila bahkan kau sudah berbuat lebih tapi, tidak pernah meminta persetujuanku.


tidak berselang lama dengkuran halus terdengar menandakan mereka kembali tertidur dengan nyenyak..


tanpa Kiana sadari kehadiran dan pelukan pria itu sebenarnya membuatnya tenang dan nyaman.


******


pagi hari saat ia terbangun Devano sudah tidak ada lagi disana.


benar benar mengesalkan bukan?

__ADS_1


hufff Menerima, dan menjalani takdirnya adalah pilihan satu satu untuk Kiana saat ini.


kejadian dan beberapa kejutan dalam hidupnya belakangan ini membuatnya banyak belajar dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kejutan apa lagi yang telah disiapkan takdir untuknya.


"sayang kamu sedang apa?"


Mom Elle menghampiri Kiana yang duduk ditaman samping rumah besar itu.


"Mom_"


Mereka duduk dibangku taman menatap bunga yang bermekaran itu.


"Daddy akan mengurus kuliahmu sayang!" ucap Mom Elle mengusap rambut Kiana.


"tidak Mom, Kiana belum memikirkan untuk kembali kekampus!" Kiana tidak bisa fokus apalagi dengan masalah yang belum dianggapnya kelar itu.


teman temannya pasti akan menertawainya jika tahu statusnya!


"kamu akan bosan begini nak!"


"aku punya Mommy, Mommy tidak akan membiarkanku bosankan?"


Mom Elle tersenyum


"yahh, kamu mau apa sayang?"


"kita bisa jalan jalan, menghabiskan uang Daddy!"


Mom Elle tertawa mendengar ucapan Kiana.


"dasar anak nakal! tapi itu saran yang baik, kapan kita melakukannya?"


namun beberapa saat Kiana membuang nafasnya kasar.


"bagaimana jika aku bertemu_"


Mom Elle tahu maksud Kiana.


"sayang kota ini luas, dengan uang Daddy kita bisa kemana saja, melakukan apa saja dengan menjadi manusia transfaran!" Mom Elle terkekeh.


Kiana tertawa ia, bersyukur ditengah kepelikan hidupnya Tuhan mengirim Mom Elle dan Dad Bastian untuknya.

__ADS_1


"baiklah aku serahkan semua pada Mommy!"


"oke ayo kita siapkan kostum!" timpal Mom Elle bersemangat..


__ADS_2