SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
Gagal Landas


__ADS_3

hari pernikahan tiba


sesuai waktu yang di inginkan Aldo, dengan konsep yang telah di sepakati dengan Hilda pernikahan yang sederhana dan tidak terlalu mewah bagi Aldo, namun untuk seorang Hilda ini masih terlalu mewah.


padahal Aldo ingin memberi pernikahan yang luar biasa untuk wanita yang dicintainya itu, seperti konsep disney, cinderella, atau putri putri kerajaan lainnya..


tapi ia kembali mengingat wanitanya itu memang berbeda dengan wanita lain..


semua keluarga dan kerabat dekat rata rata telah berada disana sejak pagi.


termaksud keluarga Hilda


ibu dan ayahnya memandang anak gadisnya yang dulu di telantarkan itu hari ini di ratukan oleh pria yang tidak hanya tampan dan kaya namun sangat bertanggung jawab, barulah muncul rasa penyesalan kenapa mereka begitu egois meninggalkan gadis kecil itu dulu tinggal sendiri.


di sisi ruangan lainnya Zetno juga merasa sakit menyadari cintanya untuk Hilda ternyata sangat sulit ia lupakan namun ada rasa bahagia melihat wanita yang dicintainya itu mendapat pria yang dapat ia jamin kesetiannya dan pasti sangat mampu memberikan banyak kebahagiaan untuk Hilda.


"hai... kok bengong aja?" sapa Diandra anak tiri ibunya Hilda yang pernah dekat dengan Zetno.


"Diandra??" Zetno terkejut kenapa gadis itu ada disana padahal ia sudah meminta agar gadis itu menjauhinya.


"aku disini menemani mama menghadiri pernikahan putrinya!" ucap Diandra mengingatkan Zetno jika Diandar adalah saudara tiri Hilda


dan yah, Zetno baru ingat!


"yah sudah lanjutkan saja, aku ingin bergabung dengan mereka!"


Zetno langsung meninggalkan gadis itu menuju kumpulan Daddy Bas, dan Papi Danu.


Diandra hanya menatap kesal, padahal ia sengaja datang kesana karena ia tahu siapa pria yang menikah dengan saudara tirinya itu dan apa hubungannya dengan Zetno.


semua tamu undangan berdatangan memberi ucapan dan doa, tidak terkecuali Claudia yang datang bersama dok Michael ..


wanita itu tidak banyak bicara dan langsung mencari tempat duduk setelah memberi ucapan selamat.


kecuali dok michael yang masih tinggal beberapa saat dan membisikkan sesuatu di telinga Aldo..


"what??" pekik Aldo dengan wajah shook..


membuat Hilda terperanjat dan kebingungan.


sedang dokter Michael dengan anteng melangkah pergi dengan tawa yang ia tahan agar tidak meledak.

__ADS_1


"kenapa? apa ada masalah?" tanya Hilda dengan nada khawatir apa lagi keluarga yang jaraknya dekat ikut menatap mereka dengan wajah bertanya tanya..


"yah... masalah yang sangat besar!" lirih Aldo sangat kecil dengan wajah nelangsa


namun Hilda masih dapat mendengarnya


"masalah besar??" Hilda jadi ikut cemas


"roket gagal lepas landas malam ini sayang!"


masih dengan wajah nelangsa.


Hilda mengerutkan keningnya merasa semakin bingung, apa Aldo punya hubungan kerja dengan Nasa atau Aldo sekarang sedang menggeluti bisnis transfortasi luar angkasa?!


waow suaminya itu ternyata sangat penuh kejutan, begitu fikir Hilda.


dan saat ingin kembali bertanya, pasangan bucin Kiana dan Devano menghampiri mereka dengan kotak hadiah di tangan Devano sambil menggandeng mesra tangan sang istri.


meski dengan tubuh bulat karena kehamilan tidak mengurangi kecantikan dan pesona Kiana yang mendampingi suaminya yang tidak diragukan tampannya.


"wah Men.. padahal tidak perlu repot repot lo!" ucap Aldo ingin menerima kotak ditangan Devano


namun dengan cepat Devano menariknya kembali.


apalagi wajah Aldo yang semakin kusut, menerima lelucon bersamaan dari dokter Michael dan Devano


sedang Kiana sudah menyerobot memeluk sahabatnya


"selamat yah bestie akhirnya lo bakalan jadi mantan perawan" goda Kiana dengan suara kecil membuat wajah Hilda bersemu memerah.


namun masih terdengar oleh Aldo dan Devano


Devano hanya memijit pelipisnya mendengar ucapan sang istri yang entah sejak kapan menjadi semakin omes.


sedang Aldo semakin tambah suram lah wajahnya mengingat ucapan dokter Michael


sial.... kenapa juga dokter si alan itu baru bilang kalau aku masih tidak bisa berhubungan badan kurang dari 30 hari ini, padahal ia bisa mengatakan sebelum sebelumnya agar aku bisa mengantisipasi.


"kenapa wajahmu tegang begitu?! jangan bilang kau tidak tau cara mencetak gol!" Devano semakin semangat menprovokasi melihat kegusaran di wajah Aldo


"Ck.. jangan bercanda, memang apa yang kamu ketahui tidak aku ketahui?"

__ADS_1


semua kembali tertawa, kecuali Hilda yang menelang salivanya ia tidak akan meragukan kemampuan suaminya itu, mengingat bagaimana pria itu selalu hampir lepas kendali.


dan resepsi pernikahan itupun berlangsung hingga waktu yang telah ditentukan..


hingga malam hari, masih di Hotel tempat berlangsungnya acara tadi


sepasang pengantin baru itu sekarang berada di suite room hotel yang disediakan.


Hilda ingin melepas gaunnya namun tangannya tak sampai untuk melepas res yang didesain di belakang.


sedang Aldo menatap Hilda dengan segala pemikirannya.


tuhan berat sekali ujian ini, padahal uda halal tapi kenapa belum bisa buka puasa juga.. akukan bukan pria yang suka celap celup yang harus mendapatkan karma.


"Al aku..." ucap Hilda memberanikan diri mengangkat suara melihat Aldo sedari tadi kayak orang linglung


"sayang.. panggil sayang" potong Aldo cepat, ia mendekatkan dirinya pada Hilda..


Hilda menahan nafasnya saat Aldo berjalan mendekatinya, apa lagi sekarang statusnya membuat Aldo bebas mengeksekusi nya seperti janji pria itu tempo hari.


"aa.. aku boleh memanggil Kiana kesini?" tanya Hilda gugup, memang Kiana dan Devano memilih nginap disana juga.


"untuk apa? ini sudah larut jangan mengganggu mereka yang sedang istirahat."


Hilda membenarkan ucapan suaminya tapi,


"memangnya ada apa?"


"aa aku.. aku tidak bisa membuka gaun ini sendiri, tanganku tidak menjangkau resnya."


Aldo menghembuskan nafasnya..


"kenapa tidak bilang, biar aku saja.."


Aldo mulai melepas res itu dengan santai


"lain kali kalau butuh apa apa, jangan sungkan.. aku ini suamimu lebih berhak dari siapapun


ucapan Aldo tercekak melihat punggung putih mulus itu seperti sedang menggoda nya..


seperti di hipnotis Aldo mulai mengusapnya dengan pelan dan lembut membuat sesuatu dibalik celananya kembali sesak.

__ADS_1


shiittt.. Aldo menggeram, sedang di depan sana Hilda membatu merasa tubuhnya tersengat listrik saat tangan Aldo menyentuh permukaan kulitnya.


__ADS_2