
HAPPY READING
.
.
.
.
malam hari mami papi dan daddy sudah ada dirumah kediaman Kiana dan Devano.
setelah makan malam yang ramai, 4 pria berbeda generasi sedang berada ditaman belakang.
sedangkan 4 wanita berada di ruang keluarga merapikan sisa beberapa paket yang di kemas pekerja tadi.
kursi dan hiasan ruangan sudah dipindahkan oleh pekerja tadi untuk memperluas ruangan yang akan mereka gunakan besok.
setelah semuanya siap mereka bercengkrama karena, untuk konsumsi mereka menggunakan jasa catering.
tinggal menunggu hari esok
"yah sudah gue pulang yah Ki.." ucap Hilda sebelum berdiri dan meraih ranselnya yang ia gunakan tadi di kampus.
masalah pakaian, Hilda sudah berganti pakaian saat berbelanja tadi Mommy membeli beberapa pakaian untuknya.
"lo enggak nginep aja? kan besok lo juga kesini lagi!"
"iya sayang dirumah kamu juga sendiri!" timpal mami diangguki mommy Elle
"Hilda lupa ada tugas kampus yang harus Hilda kumpul besok!" elaknya ia hanya tidak ingin disana sendiri tanpa pasangan.
"lo ngampus besok?" tanya Kiana enggak senang.
"eggak Ki kan disini ada acara, gue cuman mau kumpul tugas kampus trus kesini lagi!"
Kiana hanya mengangguk, ia tidak ingin memaksa Hilda yang akan membuatnya merasa tidak nyaman. meski ia tahu Hilda hanya beralasan.
Kiana menatap Mommy Elle sekilas, seolah memberi kode.
"yah uda ikut gue ketaman belakang dulu!"
Hilda mengernyit, namun ia segera mengikuti Kiana yang sudah berjalan lebih dulu meninggalkan mami dan mommy yang tersenyum.
__ADS_1
*****
"Ki kok gelap?...
Ki lo dimana sihh?"
Hilda bingung saat tiba tiba Kiana menghilang, dan taman itu kenapa sangat gelap.
setelah melihat kesana kemari Hilda hanya melihat cahaya ramang yang tidak jelas ia akhirnya memilih untuk pergi.
"Ki gue balik aja yah!" teriak Hilda
sebelum Hilda berbalik tiba tiba lampu tumblr di taman itu menyala begitu indah.
Hilda hanya diam mematung melihat keindahan itu, hingga ia tidak menyadari seseorang sudah berdiri disampingnya.
"HAPPY BIRTHDAY BFF"
ucap Kiana menyodorkan kue berukuran sedang yang dihias lilin.
di sisi lain, yang lainnya juga sudah ada disana.
Hilda menatap kejutan kecil itu dengan terpaku ia baru menyadari kembali jika hari ini adalah hari jadinya..
ingin rasanya ia meledak karena rasa sesak, bahagia, terharu, dan sedih bercampur didadanya.
"haiii... lo enggak mau bilang ma kasih ke gua?"
goda Kiana..
satu cairan bening akhirnya tak mampu terbendung lagi di sudut mata Hilda namun tidak ada isakan justru ia terlihat tersenyum menutupi semua rasa yang datang bersamaan.
"enggak ah guekan enggak minta, lagian gue bukan anak kecil lagi mau tiup lilin saat ulang tahun!" elaknya berusaha tegar.
"ia gue lupa lo bukan anak kecilkan harusnya sekarang lo itu uda nikah kayak gue enggak jomblo mulu!" ledek Kiana membuat yang lain terkekeh.
"ck.. sini gue lebih suka jadi anak kecil kalau gitu!" Hilda menarik kue yang ada ditangan Kiana.
"miquis dulu donkk!" tahan Kiana
namun sebelum Hilda angkat suara
"enggak sekarang biar gue aja yang miquis buat lo.." ucap Kiana lagi
__ADS_1
"semoga tahun depan saat lo ulang tahun yang ke 22 kita rayain lagi bersama dan uda ada baby janin juga diperut lo!" ucap Kiana langsung meniup lilin itu
tanpa peduli tanggapan dan pemikiran orang orang atas ucapannya basuran.
sedangkan Mom Elle dengan cepat mengaminkan, membuat yang lain pasrah dan ikut mengaminkan.
kecuali Hilda yang merasa salah tingkah..
dasar sarap... baby janin apanya? sedang yang mau diajak buat saja belum ada.
"oww iaa gue punya hadiah kecil buat lo, bukanya nanti dirumah aja yah!" Kiana menyodorkan paper bag yang tadi menjadi bahan keributan.
Devano yang juga ada disana merasa semakin dongkol.
jika cuman mau dikasi ke orang lain terus ngapain tadi harus ada drama konyol.
"sayang maaf hadiah dari mami nanti nyusul yah!" ucap Mami yang sedang berada dalam rangkulan Papi.
"enggak usa repot repot Mi, ini saja sudah terlalu berlebihan bagi Hilda."
"enggak apa apa nak.. andaikan papi tau kamu ulang tahun hari ini papi akan mencari hadiah terbaik untukmu." timpal papi membuat Hilda merasa semakin canggung.
entah bagaimana ia harus membalas kebaikan keluarga sahabatnya itu.
"iya kado Mommy dan Daddy nanti juga nyusul yah nak!" ucap Mommy lagi tersenyum tulus, di timpali senyuman tulus juga dari Daddy Bas
Aldo sendiri hanya diam saat semua orang tiba tiba menatapnya, hanya ia belum bersuara.
sedangkan semuanya sudah tahu jika Aldo punya hadiah untuk gadis itu.
Ehemm
Devano berdehem kasar membuat semuanya tersenyum..
"Hilda selamat ulang tahun yah, ini hadiah kecil dariku!" ucap Aldo datar menyodorkan hadiahnya yang tadi..
ia merasa kaku dan entah kenapa jiwa humorisnya hilang kemana.
Hilda menerimanya dengan sungkan
"terima kasih Tuan, tapi anda sebenarnya tidak perlu repot ropot!"
"tidak apa apa sayang, ayo cepat buka hadiahnya mommy ingin melihatnya!" ucap mommy Elle heboh..
__ADS_1
membuat Aldo langsung merasa jengah dan malu...
ia ingat itu adalah hadiah atas permintaan dan keinginan mommy tadi siang.