
HAPPY READING
"masalah yang belum terselesaikan dimasa lalu akan menjadi bom waktu yang siap Meledak kapan saja dimasa depan!"
.
.
.
.
masih flash back yahhh
Erland mencoba duduk, saat Papi terlihat lebih tenang menunggu penjelasanya.
"awalnya aku memang berniat membantu papah Hendra untuk membalaskan dendamnya, salah satu misiku membuat Kiana mencintaiku lalu meninggalkanya begitu saja..
tapi, aku tidak mampu saat aku menyadari justru aku yang mencintai putri anda! yang ada difikiranku saat itu bagaimana melindungi Kiana dan tidak terluka akibat rencana Papah Hendra..
dan perasaan itu semakin tumbuh begitu saja saat dia selalu mengajakku berdebat..
aku juga berusaha melindunginya dari Balqis yang sudah berapa kali ingin mencelakainya.. dan kemurkaan Balqis bertambah saat ia tahu aku mencintai Kiana, karena ia juga mencintaiku Tuan!
demi menyelamatkan Kiana aku mendekati Balqis agar bisa mengendalikan wanita itu, sampai akhirnya Balqis mengandung anakku..
tapi, karena tekanan dan hasutan Papah Hendra membuatnya nekat kembali menjebak Devano karena ia tahu Kiana sangat mencintai Devano..
__ADS_1
meskipun aku bukan pria baik tapi aku berusaha menerima dan menyadarkan Balqis karena ia adalah ibu dari anakku, aku sangat mencintai bayi tidak berdosa itu.
tapi kemarin malam anak kami harus diangkat, aku fikir itu karena tekanan kalian beberapa hari belakangan ini.. dengan hasutan Papah aku nekat membawa Kiana kesini untuk menjadi umpan namun Papah menyiksanya membuat hatiku tercabik cabik dan menyesal..., dan saat Devano datang kemarahanku kembali membucah hingga ku lampiskan semua padanya! saat aku keluar aku tidak sengaja mendengar para pengawal membicarakan Zat kimia yang mereka pakai untuk mengguyurkan kandungan Balqis akan ia pakai untuk menggugurkan kandungan Kiana, membuatku sadar aku sudah melakukan kesalahan yang sangat besar.. dan aku langsung mengirim lokasi ini padamu Tuan!"
Papi mendengarkan penjelasan Erland yang terbata batah itu dengan seksama, membuat darah Papi mendidih ada rasa marah dan murka menyelimuti tubuhnya.. tapi iapun sadar jika Erland dan Balqis hanyalah pion dari permainan ini.
"dasar anak kurang ajar kau benar benar tidak tau diri!" teriak Hendra yang baru saja keluar diseret oleh pengawal Daddy.
"seharusnya aku melakukan ini dari dulu Tuan Hendra, aku menyesal sudah menganggapmu sebagai pengganti ayahku, bahkan kau tega melenyapkan bayiku yang tidak berdosa!" pekik Erland berapi, ia sangat menyesal telah termakan omongan Hendra.
bahkan ia hampir menjadi penyebab matiinya orang yang ia cintai..
"dasar anak bodoh, jika aku tidak melakukannya kau tidak akan membawa tikus tikus itu kemari.. aku tahu kau tidak mengerjakan apa yang selama ini aku ajarkan padamu!"
Balqis yang masih lemah sedang dipapah Aldo juga mendengarkan semua itu dari sudut ruangan disana.
"dasar anak tidak tau diri! aku akan melenyapkanmu seperti aku melenhapkan ayahmu!"
Deg
Erland terkejut, matanya semakin memerah, dan urat uratnya menegang.
jadi Ayahnya juga meninggal karena ulah Hendra yang sudah ia anggap penyalamatnya selama ini.
"bajingann"
dengan segenap kekuatan yang dimilikinya ia mendekat dan melayangkan pukulan pada Hendra yang sedang dipegang pengawal Daddy.
__ADS_1
para pengawal melerai perkelahian itu.
Daddy tidak akan mentolerin apa yang sudah dilakukan Hendra karena sudah menyangkut nyawa orang orang yang dicintainya. bahkan Hendra benar benar sudah menjadi psikopat.
Flash back off
Dada Devano sesak mendengarkan penjelasan Aldo.
"jadi mereka sudah merencanakab ini sudah lama?"
Aldo hanya mengangguk.
"lalu Balqis?"
"wanita itu juga terlihat menyesal atas apa yang ia lakukan.."
Devano hanya diam, ia tidak akan semuda itu memaafkan mereka meski ia sudah mendengar penjelasan Aldo.
"Erland minta maaf padamu dan Kiana, ia juga siap menerima hukuman apapun yang kamu ajukan, dia juga sudah menyerahkan beberapa asetnya untuk menutupi kerugian yang disebabkannya selama ini pada perusahan.." ucap Aldo lagi membuat Devano berfikir keras.
"serahkan saja pada pengacara kita, biarkan polisi yang menentukan hukumannya!"
ucap Devano akhirnya, ia tidak ingin mengambil keputusan yang akan merugikannya di masa depan.. apa lagi mengingat sang istri sedang mengandung buah cintanya.
seperti apa yang telah menimpanya dengan sang istri saat ini, ia harus menerima akibat dari perbuatan orang tuanya dimasa lalu.
PLONGGGG KANNN 😚😚😚
__ADS_1