SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
SAHABAT


__ADS_3

selamat membaca 😉


please tinggalin dukungannya biar othor selalu semangat lanjutin ceritanya 🙏


sepanjang hari di kampus mood Kiana benar benar hancur, otaknya yang mini dipenuhi dengan rencana pertunangan kakaknya dengan orang yang sudah bertahun tahun mengisi hati dan fikiranya.


"Kia pulang bareng yah!"


sapa pangeran kampus yang menjadi idaman para mahasiswi disana, terkuali Kiana yang sudah meng blacklist nama pria itu walau hanya untuk sekedar mengagumi ketampannya.


namanya Zetno ia pria terpopuler dikampus ini selain tampan dan fisik yang sempurna dia salah satu anak konglomerat, sungguh paket yang komplit untuk dijadikan pasangan hidup namun ia memiliki minus dimata Kiana,


karena pria ini memiliki kebiasan mempermainkan perasaan wanita.


Kia yang sudah merasa kepalanya ingin meledak memikirkan nasib percintaanya yang gugur sebelum berkembang merasa tambah geram melihat kehadiran Zetno.


"gue uda bilang berkali kali sama lo, jangan selalu gangguin gue!"


Kia menatap pria itu dingin seolah ingin mengulitinya hidup hidup.


"tapi, gue tidak akan berhenti sampai Lo mau jadi wanita gue Kiana!" tegas Zetno tidak peduli berapa kali Kiana Azzalea menolaknya.


karena ia benar benar kagum dengan sosok Kia yang tidak hanya cantik, tapi ia tau wanita itu baik hati walau ucapannya selalu mengandung bom cabe level 20.


Zetno bahkan tidak menghiraukan wanita cantik disisi Kiana yang sudah ia sakiti beberapa bulan lalu ia hanya menggapnya figuran kasat mata.

__ADS_1


2 bulan lalu Hilda sahabat Kia satu satunya mengungkapkan perasaannya yang sudah ada sejak SMA pada pria somsek itu, namun sayangnya Zetno tidak hanya menolak Hilda mentah mentah tapi, juga mempermalukannya.


membuat Kia sangat murka dan mengutuk pria itu.


desas desus geng lambe turah yang ada di dalam ruangan itupun ikut ngerumpi tontonan gratis itu


"sok cantik banget sihh, sok sok jual mahal pula,, Ck !"


"Ck.. yang satunya jual mahal, yang satunya jual murah hahahah!"


beberapa gadis yang kesal melihat pria populer itu selalu berusaha mendekati Kiana sambil tertawa sinis.


"Ki, aku duluan yah!" Hilda yang sedari tadi diam merasa hati dan matanya panas karena Zetno sama sekali tidak menganggapnya memilih untuk keluar terlebih dulu.


"Hil, tunggu!" Kiana mengejar Hilda, setelah menarik tas selempangnya.


"Kia.." teriak Zetno yang tidak digubris


Hari ini Kiana memilih tidak langsung pulang ke rumah besar keluarga Wiryawan, selain karena ingin menghibur sahabatnya yang sedang patah hati, Kiana juga belum siap duduk ditengah tengah keluarga yang sedang membicarakan masalah pertunangan Balqis dengan Devano sambil memakan hatinya sendiri.


dan sekarang sudah pukul 7 malam, kiana masih dirumah sederhana sahabatnya itu.


dan orang rumah sudah menelfonnya berkali kali, namun Kia mengacukan panggilan itu. hanya pesan singkat yang ia kirim pada Balqis. 👇


"kakak aku izin pulang agak kemaleman yah, bilangin sama papi mami ada tugas yang harus Kia selesaiin malam ini juga bersama Hilda, maaf tidak bisa gabung diacara keluarga. saat hari Hnya Kia janji akan ngerem dirumah buat dampingin kakak😘"

__ADS_1


"Kia gue enggak apa apa kok, lo kalau mau balik balik aja!" Hilda merasa khawatir karena sedari tadi ponsel Kia bunyi terus, apa lagi ia tahu betapa otoriternya orang tua sahabatnya itu.


"lo ngusir gue?" bukannya pulang, Kia justru merebahkan dirinya ditempat tidur dan menutup matanya yang sebenarnya tidak mengantuk sama sekali.


Hilda tidak seberuntung Kiana yang punya segalanya, Hilda tumbuh dari reruntuhan rumah tangga orang tuanya.


ia besar ditengah tengah papah dan mamanya yang selalu bersitegang hingga akhirnya mereka memilih perpisahan.


papah dan mamanya sekarang masing masing memiliki keluarga baru dan tidak terlalu peduli dengan Hilda lagi yang dianggapnya sudah bisa mengurus dirinya sendiri, hanya rumah yang tidak terlalu besar ini yang mereka ditinggalkan untuk Hilda.


Hilda bisa kuliahpun karena keberuntungannya meraih beasiswa, selebihnya Hilda harus bekerja paru waktu untuk menyambung hidupnya.


lucu memenang seorang Hilda menyimpan rasa untuk seniornya Zetno Prayoga si pria dengan paket lengkap, jelas saja ia lebih pantas menjadi pelayan dirumah Zetno dari pada menjadi kekasih pria tampan dan mapan itu.


"Ki lo tau engga? gue tu kadang merasa iri lo dengan kalian." ucap Hilda akhirnya setelah beberapa detik menplay kaset kilatan kehidupannya yang dramatis sambil tersenyum getir.


Kia yang sedari tadi memejamkan matanya memikirkan masalahnya langsung bangun terduduk. ia langsung merasa bersalah seharusnya sekarang ia menghibur sahabatnya itu dan bukannya mala memikirkan dirinya sendiri.


"Hil sorry,, kalau lo mau cerita, cerita aja gue akan dengarin lo, meski gue bukan pakar dari masalah lo tapi setidaknya dengan bercerita kadang perasaan kita jadi plong lo!" sungut Kia menawarkan semangat pada sahabatnya walau iapun tak memiliki semangat itu.


"trus kenapa lo nyimpen masalah lo sendiri?"


"heee?" Kia tertengun sesaat


"gue tau lo juga lagi ada masalah Ki, kalau bisa gue tebak mungkin masalah keluarga!" yah Hilda sangat pandai membaca situasi sahabatnya yang kaya namun merepotkan itu

__ADS_1


Kiana hanya tersenyum getir.


__ADS_2