
Ruang keluarga rumah Kiana
Kiana tertawa mendengar curhatan Hilda yang sore itu mengunjunginya.
"hhhha.. jadi dokter itu sampai nekat nemuin lo dikampus?"
Hilda hanya mendengus kesal melihat respon Kiana, meski dia sudah tau curhat dengan Kiana pasti hanya akan mendapat olokan.
"girang banget lo lihat gue tertindas"
"ck.. yah ela gitu aja ngambek?
entar gue minta abang Al jemput loo biar kagak ngambek lagi deh" goda Kia
"abang Al pala lohhh, itu lagi satu orang sint*ng bikin palah gua tambah stress"
"sinting tapi buat lo salting kan, buat lo cinta dan klepek klepek.." goda Kiana sambil mencolek colek sahabatnya yang semakin terlihat kesal itu sambil tersenyum genit membuat Hilda geli sendiri
"kalau gue tabok lo paket bantal suami sultan lo marah kagak yah?"
andai tidak mengingat sahabatnya itu sedang mengandung bibit sultini sudah Hilda tabok dari tadi..
sedang Kiana hanya tersenyum puas sambil mengusap perutnya, selama ia hamil ia benar benar diratukan oleh orang orang terdekatnya.
"coba aja, tapi bukan cuma suami gua yang bakal lo hadepin tapi mertua gua mommy and dad... dia akan gantung lo idup idup dipohon cabe tetangga, dan bang Al akan jadi duda sebelum nikah hhhha" Ucap Kiana asal yang membuat nya mendapat toyoran dijidat dari Hilda.
"apaan sihh... kagak lucu banget, otak lo tambah lama tambah rusak dan tercemar kek nya harus gua bawa pulang buat di londri"
__ADS_1
"mana ada?? otak gua yang suci bersih ini mau lo rondri, yang ada tuhh otak lo yang harus di londri sekalian pake rinso anti noda biar putih bersih dan cerah!"
"hee.. napa gua?"
"yah biar otak loo bersih dan cerah, enggak ngeraguin cinta tulus abang Al lagi..."
kali ini Hilda hanya diam, apa benar Aldo tulus mencintainya?
ia hanya merasa semuanya terjadi begitu cepat, dan Aldo memintanya menikah juga sangat dadakan.
membuat ia bingung harus bersikap seperti apa, apa dia harus senang meski ia tahu ada hati lain yang terluka.
"lo yang paling tau apa yang hati lo mau Hil! kalau lo mau bahagia, lo harus ikutin kata hati lo! bukan kata orang lain... orang lain hanya bisa ngomong seenaknya tapi mereka itu enggak bakalan tanggung jawab saat hati lo terluka! dan lo jangan main tarik ulur lagi sama si abang Al, kalau lo emang sayang dan cinta coba deh bersikap manis dikit sama dia! biar cepet nikah dan lo tau gimana enaknya punya suami.. disayang sayang, tiap malam di kelongin, dikasi enak_
" mulai lagi deh omes, gua mau balik uda sorean!"
potong Hilda cepat menyambar tasnya dan pergi dari sana
"he he heiii padahal gua belum selesai.... gua minta lo fikirin lagi ucapan gua tadi untuk bicara hati ke hati sama si Abang Al" teriak Kiana mengingatkan inti pembicaraan awal mereka tadi..
"yahhh nanti gua fikirin!" balas Hilda yang masih sempat mendengar petua sahabatnya.
Kiana tersenyum ia sangat tahu kekhawatiran
sahabat rasa saudarinya itu, tumbuh dalam reruntuhan rumah tangga orang tuanya membuat Hilda banyak ketakutan termaksud ikatan pernikahan.
dret..
__ADS_1
dret..
dret..
tatapan Kiana beralih pada layar telfon genggam pintarnya itu..
senyumnya semakin merekah saat layar menampilkan nama si pemanggil, padahal baru kurang lebih 3 jam yang lalu pria tampan itu menghubunginya.
"Hallo sayang, apa kau sudah begitu merindukanku sampai tidak bisa jika tidak melihatku beberapa jam saja?" goda Kiana sebelum pria itu memulai percakapannya, membuat pria itu hanya tersipu karena memang tuduhan istri tercintanya itu benar adanya.
bahkan rasanya ia ingin terbang saat itu juga merungkuh tubuh istrinya yang semakin bulat sesuai usia kehamilannya, dan memberi banyak kecupan di pipi cabinya.
Roma, Italia
10.23 am
"tentu saja, aku sangat merindukan mu sayang apalagi my baby girl aku tidak sabar ingin menyapanya.. mungkin aku akan mengambil penerbangan besok biar sisa pekerjaan ku di sini Rex yang mengurusnya."
Devano tersenyum jenakah melihat ke layar telfon pintarnya yang menampilkan wajah wanita cantik dengan pipi cabi dan dihiasi dengan senyuman yang selalu membuat organ di dalam dadanya seakan melakukan tauran...
ucapannya barusan membuat pipi putih sang istri tiba tiba memerah menahan malu, seolah mereka adalah sepasang kekasih yang baru kasmaran. membuat sang pria semakin tersenyum ingin menggoda nya
ia bahkan sudah melupakan kekesalannya beberapa menit lalu, saat seorang wanita yang berparawakan italia tulen yang dikirim dari perusahan yang akan bekerjasama dengannya tiba tiba ingin melecehkannya.
seorang Devano dilecehkan seorang wanita? memang terdengar lucu tapi itulah faktanya. salahkan kenapa ia terlalu tampan dan menggoda.
Flashback On
__ADS_1
Devano yang semangat dan serius seriusnya mengecek beberapa berkas di meja kebesarannya di kantor cabang Djatmico yang baru itu menghentikan kegiatannya saat Rex mengetuk pintu ruangannya.
"Tuan, perwakilan perusahan GIANmax sudah ada di lobi"