SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
END


__ADS_3

sssstt.. jangan membuatnya takut dengan teriakanmu!"


tiba tiba tubuh Balqis membatu saat tangan Erland menyentuh perutnya.


pria itu mengusap perut Balqis yang diam membatu, kemudian tunduk menciumnya!


cairan bening lolos di wajah pria itu.


"apa maksudmu? cepat menjauh dari sana!"


Balqis masih mencoba melindungi anaknya dengan berusaha ingin menyembunyikan kehamilannya.


walau ia rasa tidak mungkin Erland percaya, karena Erland sudah merasakan sendiri perut Balqis yang lebih menonjol bahkan ada gerakan didalam sana, seakan ingin memberitahukan keberadaannya .


tangan pria itu bergetar saat merasakan respon buah cintanya.


Erland tidak mengindahkan ucapan Balqis ia justru memeluk pinggang wanita itu dengan tubuh bergetar.


"Papi dan Devano akan meghancurkan mu jika kau tidak melepasku Erland!"


ancam Balqis berharap Erland akan melepasnya.


pria itu akhirnya bangkit dan menatap Balqis yang dipenuhi amarah, dengan matanya yang masih memerah karena kesedihan dan penyesalan mendalam telah meninggalkan banyak luka pada wanitanya


"kau fikir bagaimana kau bisa berada disini sayang?"


sebuah pertanyaannya yang membuat Balqis bungkam


apa benar Kiana dan Papi yang sudah mengatur semua ini? tapi kenapa??


tiba tiba ponsel Balqis berdering


papi lirihnya


ia segera mengangkat dan memperbesar suaranya agar Erland bisa mendengar langsung ancaman papi.


"Pi tol_"


"beri Erland kesempatan menjelaskan semuanya sayang, jika setelahnya kau masih tetap memilih meninggalkan pria bodoh itu Papi sendiri yang akan menjemput mu dan menjodohkanmu dengan Tuan Ferrando!"


ucap Papi diseberang sana yang memberi nasehat setengah tengah pada Balqis membuat orang orang yang ada disampingnya merasa gemas dan kesal.


sedang Balqis yang mendengarnya hanya melongo, dan Erland justru menggaruk keningnya.


papi itu sebenarnya niat membantu atau tidak. decak Erland


"Balqis, sebagai pria Daddy tau Erland itu mencintaimu nak! hanya saja caranya mencari perhatianmu yang salah.. tolong bicarakan dulu masalah kalian baik baik!" tiba tiba terdengar suara Dad Bastian yang terdengar lebih logis membuat Erland mengambangkan senyumnya ia harus berterima kasih padanya nanti.


"tapi jika dia kembali menyakitimu Daddy pastikan akan meratakannya dengan cacing cacing di tanah!" lanjut Daddy Bas


tut tut.


sambungan langsung terputus


Erland menelan kembali ucapannya sambil bergidik.


mereka sama saja!


Erland lalu menatap Balqis dengan penuh cinta sedang Balqis memicingkan matanya.



__ADS_1



a few moment later


setelah drama panjang Balqis yang marah, diam, kesal, dan ekspresi lainnya.


dan Erland yang mengemis, memohon, dan berlutut hingga bersujud


akhirnya kedua pasangan yang dari masa lalu kelam itu kini berbaring di bawa selimut tanpa sehelai benangpun dalam sebuah kamar berfasilitas mewah di lantai teratas gedung yang masih berhubungan dengan Resort itu. yang telah di siapa kan Martin.


"terima kasih sayang masih memberi kesempatan padaku!" lirih Erland mengecup kepala Balqis.


Balqis hanya diam, ia masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi beberapa saat yang lalu.


mendengar pengakuan cinta dari Erland


pengakuan tentang apa yang sebenarnya Erland lakukan selama ini


wanita wanita bayaran untuk membuatnya salah paham


hingga pil penyubur yang justru membuatnya ketakutan.


dan sekarang ia sudah berada dalam pelukan hangat pria itu berbagi peluh


"apa ini mimpi?" lirih Balqis


Erland dengan gemas kembali men cium dan meng isap bibir Balqis cukup kuat


"sakit!" Balqis mendorong dada Erland


Erland tersenyum


"itu tandanya kita tidak mimpi sayang!"


sebenarnya Erland juga merasa tidak percaya dengan pencapaian nya hari ini.


wajah yang banyak memberi luka dan duka tapi sangat ia cintai.


"aku tidak segan segan meracunimu jika berani menyakitiku lagi!" mode garang Balqis aktif kembali, membuat Erland ter senyum.


ia merasa lebih senang menghadapi kebawelan Balqis daripada wanita itu mendiamkannya seperti saat keguguran anak mereka kemarin.


"padahal aku menunggumu untuk melakukan itu saat aku menyakitimu kemarin!" ucap Erland jujur.


apa yang ia lakukan hanya ingin menarik Balqis keluar dari dunianya sendiri.


dunia penyesalan dan kesedihan, walau akhirnya Erland sadar ternyata caranyapun salah.


saat sedang bucin bucinnya telfon Balqis justru berdering menampilkan nama dan foto Kiana.


"hallo Ki?"


"Mom kau dimana??" teriak Giano diujung telfon dengan suara tangis membuat Balqis membelalakkan matanya.


ia baru ingat punya anak yang ketemu gede.


"anak itu aku akan memaketkan nya COD langsung ke Roma!"


ucap Erland yang langsung mendapat tatapan tajam dari Balqis..



__ADS_1



Bandara


Balqis, Erland, Kiana, Devano, dan juga Hilda yang ikut bersama mereka tanpa Aldo yang harus disibukkan dengan pekerjaan kantor terlihat bersedih melepas kepergian Giano.


"mom kau benar benar tidak akan ikut dengan kami?" ucap Giano sesugukan dalam gendongan Ferrando yang menjemputnya.


sebenarnya Ferrando sudah tau rencana Devano dan keluarga nya itu untuk menyatukan Balqis kembali dengan suaminya.


walau ia tidak ikut andil, tapi ia turut membuka jalan untuk Balqis.


walau hatinya merasa sedikit tidak rela, karena seringnya bertemu Balqis selama 4 bulan ini menumbuhkan sesuatu yang pernah mati di dalam dada Ferrando.


itulah juga alasan mengapa ia membiarkan Giano ikut wanita itu ke jakarta mungkin untuk pertama dan terakhir kalinya. karena ia yakin Erland akan melarang Balqis menemui mereka lagi.


"Giano... mom janji nanti mom akan ke itali mengunjungi Giano bersama dengan uncle Erland. atau kalau Giano punya waktu dan rindu Mom, Giano minta Dad membawa Giano ke indonesia!"


ucap Balqis menatap Erland, Ferrando dan Giano bergantian.


bocah itu hanya mengangguk namun tetap saja ia menangis.


"apa boleh Giano bawa Shanie uncle?"


sekarang bocah itu menatap Devano bergantian dengan Shanie yang ada di gendongan Hilda, seolah meminta mainan padanya membuat orang orang disana ikut Gemas..


"Shanienya kan masih neneng sayang, nanti aja yah kalau sudah besar.. ini buat gantiin shanie dulu!"


entah dari mana Kiana mendapat boneka dan memberikannya pada Giano.


Giano menerima boneka itu


"tapi shanie lebih cantik Onty!"


ucap Giano dengan suara serak tapi mala memeluk boneka itu dan menangis lebih keras, membuat Kiana, Balqis, Hilda ikut merasa sedih.


hingga pesawat Ferrando dan Giano lepas landas, air mata yang Balqis tahan sedari tadi jatuh juga membuat Erland memeluknya.


"Kita akan mengunjungi nya nanti sayang!" Erland memang cemburu dengan dua pria itu, tapi ia tidak boleh egois, ia tau istrinya sudah terlanjur menyayangi bocah itu.


"aghhh sedih banget kek di tinggal mantu" teriak Kiana ikut menangis memeluk sang suami.


membuat Baby Shanie terkejut dan ikut menangis, mengalihkan perhatian mereka sampai menatap Kiana dengan tajam..


"Haii apa aku ketinggalan?" sapa Aldo yang baru tiba dengan nafas naik turun.


sekarang tatapan mereka beralih ke Aldo dan sontak semua terbahak.


"kenapa kalian tertawa?"


"sayang kenapa kau tidak lepas bando itu?" Hilda meringis dengan suara berbisik


mata Aldo membola, pantes saja sejak tadi bahkan dikantor orang orang menatap nya aneh!


salahkan Hilda yang ngidam dan sering meminta yang aneh aneh padanya..



anggap saja seperti ini model bang Al sekarang.


SELESAI juga 😘😘😘😘


terima kasih yang sudah bersedia menunggu novel abal abal karya othor amatiran ini..

__ADS_1


walau peminatnya sedikit, dan dukungan juga sedikit hingga selesai Vie tidak bersedih kerena Vie sadar vie bukan penulis walau suka nulis dan Vie tidak punya impian untuk jadi penulis..


ini hanya karya gabut saja 😊😊😊


__ADS_2