SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
KESALAHAN BESAR


__ADS_3

selamat membaca!


.


.


.


pria yang setengah mabuk itu berjalan sedikit sempoyongan menuju kamar yang telah di pesannya.


pekerjaan yang melelahkan dan perdebatan dengan orang tuanya, membuatnya sedikit frustasi akhir akhir ini.


akhirnya ia memilih ke Bar untuk melepaskan semua beban berat dipundaknya, tanpa ingin di temani siapapun.


saat ingin pulang ia merasa tidak mampu untuk mengemudikan mobilnya kembali ke kediamannya. akhirnya ia meminta pegawai bar mengantarnya ke hotel terdekat.


dan sekarang tibalah ia didepan pintu kamar yang dipesannya.


sayup sayup dengan pandangan yang mulai blur ia melihat seorang pria yang sedang ingin berbuat tidak senonoh di lorong lantai itu, tepat disamping kamar yang dipesannya.


sebenarnya ia bukan tipe pria yang suka mengurusi urusan orang lain, namun mabuk sungguh membuatnya sedikit berubah menjadi orang lain yang kekanakan.


"hai kalian!" teriak Devano membuat pria itu ikut manatapnya sekilas


lalu kembalimengacukannya. dan segera menarik tangan gadis yang sedari tadi menggeliat di hadapannya.


"Kiana!" lirih Devano seperti sedang bergumam ia mencoba menggelengkan kepalanya, sungguh ia menyesal sudah minum terlalu bayak!


pria itu terlihat melepaskan gadis tadi sesaat kemudian merogoh kantong tanpa mempedulikan Devano yang sedang melihat kearahnya sedari tadi.


Damn! itu beneran Kiana?! umpat Devano setelah memicingkan matanya untuk fokus melihat objek didepannya.


dengan langkah cepat walau tak imban, ia mendekati pasangan itu


dengan sedikit menyentak tangan gadis yang berada didalam pelukan pria lain itu, ia dapat melihat dengan jelas itu benar Kiana.


belum sempat pria itu protes ia sudah melayangkan bogem mentahnya, hinggah pria itu terpental dengan kasar kelantai.


"kau_


Devano kembali menghajarnya tanpa membiarkan satu kalimat keluar dari mulut pria asing yang juga terlihat terbakar emosi ity


"ba jingan, pergi dari sini sebelum aku memanggil orang orangku untuk menghabisimu!" ancam Devano pada pria sudah menyuntuh gadis yang sangat dikenalnya.


"lo siapa, berani ikut campur?" balas pria itu tak kalah geram, walau nyalinya sudah menciut, apa lagi saat melihat penampilan Devano yang masih formal dan wajah terasa tak asing dimatanya.

__ADS_1


jelas saja wajah Devano tak asing, sebab ia sangat manis pulus tanvann 🤭 ehh maksud Othor tak asing karena ia seorang pengusaha muda yang terkenal itu lo..


"aku?? aku Devano Djatmico suaminya!" jujur yang diiringi kebohongan Devano, agar pria itu tak berkutik


tanpa berkata lagi pria suruhan itu langsung pergi ketakutan meninggalkan Kiana, apa lagi saat ia sudah mengingat siapa orang yang sedang berdiri didepannya.


Devano Edzar Djatmico atau lebih dikenal orang dengan panggilan Devano Djatmico


setelah pria itu menghilang dengan jurus maling dikejar anjing, Devano menatap gadis disampingnya yang sedari tadi mengoceh tak jelas.


"dasar anak nakal! aku akan loporin ini pada orang tuamu!" maki Devano menyeret gadis itu, namun gadis itu justru terjatuh lemas dipelukannya.


"Kiana?" sentak Devano merasa semakin kesal


Kiana menatap orang yang mengajaknya bicara dengan wajah lemas.


"Devanooo.. Kia panas!" lirih Kiana terdengar manja, wajahnya sudah memerah seperti menahan sesuatu.


tanpa bicara Devano mengangkat gadis itu masuk kekamar yang sempat dipesan pria tadi.


kepalanya terlalu pusing untuk kembali lagi kekamarnya sendiri.


"istrahatlah, kita bicarakan ini besok!" ucap Devano setelah membaring Kiana di tempat tidur.


"Van tolong Kia!" Lirih Kiana menahan lengang Devano yang ingin beranjak ke sofa.


CUP


mata Devano membuat saat Kiana sudah mengalungkan tangannya dan mel umat habis bibir pria tampan itu, membuat Devano sangat terkejut sekaligus berdesir hebat dalam tubuhnya.


meski mabuk, Devano masih memiliki kesadarannya, dan segera menjauhkan gadis itu dari wajahnya


"Kia apa yang kau lakukan!"


"Kia tidak kuat, please tolong Kia!" gadis itu terus memepetkan tubuhnya pada Devano


"hei kau mau apa? aku juga pusing!"


"Kia mau Devano!" Kia kembali menyambar bibir itu.


Devano kembali terkejut saat merasakan benda kenyal dan lembut itu menyapu bibirnya dengan asal.


meski ciuman itu terasa amatiran, Devano benar benar bisa gila dan lepas kendali jika Kia terus memancingnya, apa lagi sekarang tangan gadis itu ikut mengelus dadanya yang keras.


Devano mencoba menjernihkan kepala atasnya, walau kepala bawahnya sudah emosi dan siap ikut perang..

__ADS_1


ia kembali menjauhkan Kiana dan berdiri, menolak rasa aneh yang tiba tiba menyerang seluruh tubuhnya.


Kiana buru buru melepas pakaiannya yang membuat tubuhnya terasa panas geli dan gagal bersamaan, hingga meninggalkan dalaman saja.


"glekk"


Devano menelang salivanya kasar.


"Kia jangan gila! kau sedang apa?" beginikah pergaulan anak muda sekarang, shitt mabuk ini kenapa ikut membuatku tidak bisa mengontrol diri.


"Pliss tolong Kia, Kia tidak kuat!" gadis itu memeluk Devano yang ingin meninggalkannya, merengek membuat Devano merasa frustasi.


Devano mencoba menahan diri, memberanikan diri menatap wajah gadis itu.


"ada apa dengannya? apa ada yang sedang mengerjainya?"


meski Devano tidak termaksud pria bebas namun ia tahu tentang adanya obat perangsang dan semacamnya.


Kiana menahan tengkuk pria itu dan lagi menyambar bibir itu lebih rakus. masa bodoh siapa pria itu dia hanya mengaikuti naluri binatang yang sudah merasukinya.


perlahan pertahanan Devano ikut runtuh..


akhirnya tumbang dan membalas ******* itu, bahkan ia terlihat lebih bersemangat dari Kiana


sekarang mereka hanya bermain mengikuti naluri mereka tanpa akal sehat lagi.


lenguhan kecil terus lolos di bibir mungil Kiana membuat Pria itu semakin hilang akal sehat dan bersemangat menggerayangi tubuh indahnya.


permainan sekarang ada dalam kendali Devano


hingga..


pekikan keras lepas dari mulut mungil gadis itu saat Devano berhasil menggagahi tubuh mungilnya dengan sempurna


keduanya benar benar larut dalam kenikmatan sesaat diiringi suara suara khas percintaan, mereka terus saling memberi dan menerima kenikmatan yang dahsat.. lupa dengan dunia yang ia tapaki saat ini, dan lupa dengan badai yang siap menerjang mereka setelah ini.


akhirnya


malam panjang itu berakhir dengan lenguhan kepuasan keduanya.


Kiana terbaring nyenyak dalam dekapan pria yang telah menggagahinya dengan perkasa, sedangkan pria itu masih terus terjaga dan memikirkan kebodohan besar yang baru saja ia lakukan.


ia menatap lekat wajah teduh yang berbaring dalam pelukannya tanpa ekspresi apapun.


ia berharap ini hanya sebuah mimpi yang indah, dan saat terbangun dipagi hari semuanya baik baik saja.

__ADS_1


namun benarkah ini hanya mimpi? bahkan ia belum tertidur sama sekali?!


__ADS_2