
#setelah Vie baca ulang cerita ini ternyata banyak sekali typonya, dan dalam penggunaan kata terlalu banyak kurang dan lebihnya..
menurut reader Vie lanjut aja atau Vie fokus perbaiki BAB BAB sebelumnya dulu?
*
*
*
Kehamilan Kiana sekarang sudah memasuki usia 6 bulan, dan efek ngidamnya yang berlebihan sudah membuat Devano menjerit frustasi dan harus meminjam banyak kesabaran dari pak Sabar penjaga kebunnya... ehh maksudnya pak Asbar. 🤭
kenapa pak Asbar?
karena tukang kebunnya itulah yang selalu memberi Devano banyak petua selama Kiana hamil, ia berkata jika istri hamil itu sudah wajar jika menginginkan hal hal yang kadang diluar nalar manusia normal, dan keinginannya harus di turuti karena terlepas dari mitos anak akan ngeces atau ileran, itu juga mempengaruhi emosi ibu hamil yang dampaknya juga berakibat buruk pada perkembangan janin.
jika ibu hamil bahagia dan senang maka pertumbuhan janin akan semakin baik. itu kata pak Asbar pada Devano yang sejak tadi menggerutu kesal dan curhat atas permintaan istrinya yang terkesan dibuat buat
karena bagaimana mungkin sang istri tega menyuruhnya memakai parfum dan pakaian seperti milik Mom Elle saat ingin tidur hanya karena istrinya selalu rindu dengan mertua tercintanya saat malam hari.
jika Devano menolak Kiana mengancam akan pergi ke rumah besar Djatmico meminta tidur langsung dengan ibu mertuanya itu, dan otomatis Devano tidak bisa main jungkak jungkit dengan istrinya.
*
*
__ADS_1
sedangkan di rumah sakit, ini sudah pekan ketiga setelah Aldo di oprasi.
ia masih diruang ICU dengan banyak alat yang menempel di tubuhnya, namun sampai saat ini belum juga sadarkan diri.
bahkan dua pekan pertama kondisinya sering menurun di ikuti Aldo yang sering kejang kejang benar benar membuat keluarga sangat khawatir.
Hilda sering disana menemani Mama Sandra yang tidak ingin meninggalkan putra dari suaminya itu.
sedangkan papah Lukman memang harus kembali bekerja dan ia dibantu putra bungsunya Zetno yang sudah terlihat lebih dewasa dan yang paling Papah dan mama Sandra syukuri setelah ia mengenalkan Hilda pada mereka Zetno banyak berubah dan tidak berfoya-foya lagi bersama banyak wanita.
"Hilda apa kamu mengenal Aldo sebelumnya sayang?" tanya Mama Sandra setelah menelisik jauh wajah calon menantunya itu.
selama beberapa hari ia menunggu Aldo di temani dengan Hilda, mata mama Sandra tidak buta untuk tidak melihat bagaimana mata Hilda memandang Aldo, dan ia ingat bagaimana kedua muda mudi ini saling menatap saat makan malam beberapa pekan lalu sebelum Aldo jatuh tak sadarkan diri.
"ma.. maaf Ma..." jawab Hilda bingung , ia tidak tau harus menjawab apa, agar tidak salah dimata Mama Sandra.
karena jika apa yang mama Sandra fikirkan itu benar, maka ia tidak ingin menyiksa anak anaknya dengan terjerambat dalam hubungan yang saling menyakiti.
"I..iya... Saya memang sudah mengenal Tuan Aldo Ma"
"lalu?" tanya Mam Sandra yang menunggu jawaban lain dari Hilda
"tidak ada... kami hanya saling mengenal karena sering bertemu saat bersama Kiana, dan Tuan Aldo pernah mengantar saya beberapa kali atas permintaan Kiana dan Mommy Ellena." ucap Hilda jujur, karena memang mereka tidak terikat hubungan apapun selain adegan ciu man dan sejenisnya waktu itu.
namun ia tidak mungkin mengatakan lebih dari pada itu karena bisa membuat Mama Sandra shyok.
__ADS_1
namun, sebagai wanita dan pernah muda mama Sandra tau dari raut wajah Hilda jika hubungan Hilda dan Aldo tidak sesederhana yang Hilda katakan padanya barusan.
*
*
*
di waktu yang sama di sebuah cafe berkelas VVIP.
Papah Lukman mengadakan janji makan siang bersama Daddy dan Papi untuk mengucapkan banyak terima kasih karena daddy Bas kakak ipar dan papi Danu koleganya mendapatkan donor jantung untuk anak sulungnya saat dimana ia sudah berputus asa karena sesuai prosedur rumah sakit jantungnya dinyatakan tidak cocok untuk Aldo.
"sudahlah Luk... aku tidak pernah menunggu ucapan terima kasihmu,,, sudah ku katakan berkali kali, Aldo sudah seperti anakku sendiri. dan lagi anak nakal itu harus sembuh agar aku bisa memberinya banyak hukuman karena telah menyembunyikan ini pada kita semua!" balas Daddy Bas pada papah Lukman yang sedari tadi mengucapkan terima kasih.
dan Papi Danu mengangguk sangat sependapat dengan Daddy Bas.
Papah Lukman merasa senang, karena ia tahu kakak iparnya itu memang memperlakukan anaknya sangat baik.
"tapi kalau boleh aku tahu siapa orang baik yang mau mendonorkan jantungnya pada Aldo Bas?" tanya Papah Lukman penasaran, sudah tiga minggu Aldo di operasi namun ia belum tahu siapa pemilik jantung itu, bagaimanapun ia berutang nyawa pada keluarga orang itu.
Daddy dan Papi langsung saling menatap, kemudian menghembuskan nafasnya sebelum kembali bersuara..
"apa perlu kamu tahu siapa orangnya?" tanya Papi Danu merasa tidak seharusnya ada yang tahu siapa pemilik jantung itu apa lagi keluarganya.
"iya... aku merasa penasaran, bagaimanapun karena dia anakku masih bertahan sampai detik ini." ucap Papah Lukman kekeh.
__ADS_1
menerut kalian itu jantung siapa?? sampai papi enggak mau kalau keluarganya tau 🤔🤔🤔
jangan lupa beri sajen dan ninggalin jejak yah, biar Vie bisa langsung OTW buat kepoin itu jantungnya siapa dan segera beri tahu reader yang juga penasaran