SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
MENGEJAR CINTA BALQIS


__ADS_3

"semua orang pernah melakukan kesalahan Dad, biarkan saja ia berjuang mengejar cintanya jika memang menginginkan wanitanya kembali!"


Devano mendelik ketika ia menerima panggilan grup dari Dad Bastian dan Papi Danu.


ia sangat tau bagaimana rasanya berjauhan dan dibenci wanita yang ia cinta, ia pernah mengalaminya.


"tapi, Erland itu benar benar sudah kelewatan Van!" papi Danu yang menjawab.


meski para pria ini bukan orang orang bodoh dan sudah tau apa yang sebenarnya terjadi antara Erland dan Balqis, namun tetap saja perbuatan Erland terlalu menyakiti Balqis dan bisa meninggalkan trauma sedang trauma yang lain saja belum hilang.


"serahkan saja semuanya pada Balqis, aku fikir setalah pria keras kepala itu mengetahui perasaannya sendiri ia tidak akan melukai Balqis lagi" Dad Bastian menengahi


mendengar kata keras kepala justru Papi Danu merasa tersentil ia hanya diam karena kata itu adalah pridikat yang ia sandangi dari dulu.


"yah sudah berarti aku tidak perlu menutup akses supir gadungan itu untuk menemui istrinya kan Dad? berarti aku bisa kembali sekarang menemui istriku!"


papi Danu dan Dad Bastian hanya mengangguk setelah diam beberapa saat untuk menetapkan putusannya.





ke esokan hari


Erland menginjakkan kakinya di negara pizza untuk mengejar cintanya..


entah mengapa dadanya terasa bergetar hebat membayangkan ia akan segera bertemu dengan Balqis.


terpisah kurang lebih satu bulan terasa seabad saja bagi Erland bahkan wajahnya kini tampak berlumut dengan rambut halus yang tidak terawat disana.


kini ia terlihat sangat gugup dan bolak balik di kamar hotel yang telah ditempatinya itu,


ia mulai memilah kata apa yang pertama akan ia katakan saat bertemu wanitanya besok.


aku sangat merindukanmu, kenapa kau pergi


tidak.. tidak aku bukan hanya merindukannya.

__ADS_1


Balqis aku mencintaimu, sangat mencintaimu


Aihhh... dia akan menamparku jika aku langsung berkata cinta setelah semua yang aku lakukan


maafkan aku Balqis, aku memang sangat bersalah! hukumlah aku tapi jangan dengan meninggalkanku seperti ini.. aku tidak bisa kehilanganmu aku gila tanpamu, semua yang aku lakukan kemarin hanya ingin membuatmu melihatku lagi kerena kau terlalu sibuk dengan kesedihanmu sendiri padahal aku juga lebih sedih telah kehilangan bayi kita.. tolong beri aku kesempatan sekali, kita bisa memiliki anak lagi dan hidup bahagia , dan jika aku menyakitimu maka aku sendiri yang akan menghukum diriku.


Erland tersenyum setelah berhasil menemukan rangkaian kata yang ia rasa sudah pas itu..





pagi hari, Roma.


Hari ini Balqis terlihat lebih ceria dan fresh, mual yang sering ia rasa dipagi hari dan membuatnya terasa kehilangan separu nyawanya tiba tiba tidak kumat pagi ini.


Balqis tersenyum mengusap perutnya ratanya sambil menutup matanya menghirup udara pagi dibalkon kamarnya di villa itu.


"onty..."


"Gian?" gumam Balqis tersenyum melihat bocah aktif dan penggoda itu sudah ada di halaman villa meneriakinya.


Balqis segera turun, memberi pelukan Gian setelah mendaratkan kecupan di kepalanya


"Onty hari ini kita akan bersenang senang dengan daddy


wajah Balqis tertengun menyadari pria yang berdiri di samping Giano bukan Alessio asisten tuan Ferrando yang sering menemani Giano tapi, tuan Massimo julius Ferrando sendiri.


"ma..maaf Tuan" ucap Balqis menyadari tatapan Ferrando tertuju padanya, ia tiba tiba merasa canggung sudah lancang memeluk dan mencium putra pria itu.


Ferrando hanya tersenyum


"panggil Ferrando saja.."


Balqis menggaruk pelipisnya yang tidak gatal


"hari ini Giano ingin sekali berjalan jalan tapi ia ingin anda ikut bersama kami nona Balqis"

__ADS_1


"tapi say_"


"ayolah Onty, mumpun Daddy ada waktu!"


setelah menimbang nimbang Balqis akhirnya mengangguk, apalagi saat Giano sudah mengambil jurus anak kucing yang sedang mengiba.


"baiklah.. bagaimana kalau kita sarapan dulu, aku sudah masak tadi!"


yah, wanita itu sebelumnya telah memasak sebelum kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri hingga Giano dan Ferrando datang.


"kami sud_"


"tentu ayo kita sarapan bersama, aku suka masakan onty!"


Ferrando mendelik melihat Giano yang menyela ucapannya, apalagi mereka sebelum kesana memang sudah sarapan.


Giano menarik tangan Balqis masuk dengan semangat, terpaksa Ferrando ikut kedalam.


"emm apa nama makanan ini onty rasanya tidak kalah lezat dengan masakan onty sebelumnya!" ujar Giano menikmati makanan yang asing di lidahnya itu begitu sangat menggugah selerahnya.


"yang ini nama namanya rendang sayang, ini sate, dan ini ketupat seperti campuran gado gado kemarin!"


Balqis memang ngidam makanan indonesia dan yang membuatnya pusing kemarin saat ia ingin sekali makan gado gado tapi harus dengan ketupat, untung penjaga villa mendapatkannya daun pandang setelah susah payah mencari selama 3 hari..


dan hari ini ia ingin makan rendang dan sate masih dengan ketupat jadi ia meminta penjaga villa membawakannya daun pandan lagi kemarin.


"onty aku ingin menikmati semua masakan dari negaramu bolehkan? nanti aku minta daddy yang membeli bahannya!" ucap Gian semangat dengan mulut yang penuh..


"ia sayang, sekarang makan dulu dengan benar jangan berbicara saat ada makanan dimulutmu nanti tersendak.."


Ferrando yang sedari tadi diam sambil terus menikmati makanan lezat itu tersenyum simpul melihat interaksi dua orang didepannya..


ia membenarkan ucapan Giano, masakan Balqis ini memang benar terlalu nikmat untuk lidahnya yang terbiasa dengan bermacam pasta, dan roti.


"Balqis..."


suara tidak asing itu mengalihkan perhatian Balqis termaksud dua pria beda generasi dihadapannya.


sendok Balqis bahkan jatuh saat bola matanya menangkap sosok yang dihindarinya itu

__ADS_1


__ADS_2