
selamat membaca jangan lupa follow akun ini yahh ❤😘😘
.
.
.
"Lo tenang aja, selama lo enggak keluar keluar dari Rumah ini mereka enggak bakal nemuin lo...!" ucap Roy yang di kenal seorang bartender oleh Kiana di club malam.
bagaimana bisa Hilda ngirim gue ke pria ini. Kiana benar benar tidak habis fikir.
sekarang ia berada dirumah pria itu yang ternyata cukup besar dan mewah.
"lo tenang aja, gue sebenarnya saudara tiri Hilda nyokap gue nikah dengan bokapnya, iya lebih jelasnya Hilda nanti bakalan jelasin sendiri ke lo!" Roy mencoba meyakinkan Kiana yang terlihat tidak yakin dengannya.
"oke tapi, berapa lama gue tinggal disini?"
ucap Kiana merasa tidak nyaman jika harus di berlama lama di Rumah pria itu
yah meski di rumah itu hanya ada pelayan karena Ayah Roy sendiri seorang pebisnis yang sangat sibuk, dan ia sekarang mengurusi cabang perusahaannya yang ada di Singapore.
Roy juga memilik seorang kakak laki laki yang sudah berkeluarga dan sekarang tinggal diluar negri bersama istri dan anaknya.
"lo bisa tinggal disini sesuka hati loo... sampai lo cape' melarikan diri!"
pria itu terkekeh, membuat Kiana kesal
"gue enggak bisa trus ngumpet disini, gue mau pergi ke tempat yang lebih jauh!"
"oke terserah lo saja! tapi sampai kapan lo bakalan sembunyi dari mereka?"
__ADS_1
sekarang pria itu terlihat lebih bijaksana dan dewasa menatap wanita muda yang sedang ngambek dengan keluarga besarnya
"Hilda uda ceritain masalahnya sama lo kan?!, jadi lo pasti bisa paham, gue hanya tidak ingin berada disana saat ini, dan gue bakalan terima bantuan lo untuk tinggal disini hanya sampai gue dapat kerjaan dan bisa keluar kota atau keluar negri secepatnya!"
"emmm.. gue sih sebenarnya bisa bantuin lo kerja di perusahaan papi di Singapore kalau lo mau!" ucap Roy menimang nimang untuk membantu Kiana, lagian dia juga merasa kasihan jika wanita muda itu pergi tanpa arah dan tujuan banyak kemungkinan buruk yang bisa menimpanya.
"heem??" tanya kiana bergumang tidak yakin
jadi papinya pengusaha, pantas rumahnya gedongan. Fikir Kiana
"iya... meski kemungkinan lo bakalan jadi karyawan biasa saja." pria itu tersenyum menggaruk tengkuknya.
"oke enggak apa apa tapi..... kenapa lo mau bantuin gue?"
Kiana merasa aneh saja, meski pria itu saudara tiri Hilda, namun Hilda sendirikan tidak sedekat itu dengan pria dihadapannya itu.
pria itu termenung sesaat dengan fikirannya
sejak orang tuanya cerai Roy memang memilih tinggal diapartemen..
*
*
*
beberapa hari kemudian.
"Ki lo beneran mau kesingapure?
senekat itu lo ninggalin keluarga lo??"
__ADS_1
yah kan Hilda tau selain sahabatnya itu anak rumahan Kiana tidak pernah jauh dengan kedua orang tuanya selama ini meski serenggang apa hubungannya dengan Papi
"iaa mau gimana lagi? gue enggak ada pilihan Hil, biar keadaan tenang dulu, gue mau nenangin bating gue juga sambil renungin dosa dosa gue sampe harus kena musibah kek gini amat!" balas Kia tak bersemangat
mereka sekarang dalam mobil yang di fasilitasi Roy menuju bandara.
"Ki gimana kalau misalnya sekarang lo ngandung baby Devano?"
"lo tenang aja! sekarang gue datang bulan Hil!" entah kenapa Kiana ada rasa kecewa mengucapkan itu.
mungkinkah aku mengharapkan Devano kecil tembuh disana? batin Kiana menatap perutnya.
yah enggak selamanya jugakan sekali celup langsung hamil.
"khemm... ngomong ngomong gimana caranya lo bisa langsung akrab dengan abang tiri lo yang tampan itu?" goda Kiana mengalihkan pembahasan.
"oww.. sebenarnya saat lo ngilang tiba tiba malam itu, gue panik banget njiir nyariin loo.. so dia nawarin gue bantu nyari loo kerena panik yah gue iyain aja, dan mulai nyari lo di kamar kamar yang sering di sewa di clubnya itu. trus dia juga nganterin gue balik, dan beberapa hari setelah itu dia sering hubungin gue buat sekedar nanyaiin lo uda ada kabar apa belum... sampai beberapa hari dia bilang lagi kalau lo uda ada dirumah." jelas Hilda panjang lebar
"emmm.. tahu dari mana dia gue uda ada dirumah?"
"tahu.!!! lo lihat aja dia enggak kalah tajirnya sama bokap loo, yah gampanglah orang kaya nyari informasi gitu!"
"emm dan dia juga tampan pulus baik bolehlah gue bikin drama judulnya Kakak tiri idola Gue!" goda Kiana menyenggol lengang sabatnya
"ia sihh tampan.... tapi Zetno masih still numero uno!"
Kekeh Hilda yang mengundang rasa geli Kiana
OTHOR : KIA ENGGAK MAU KABUR KE SULAWESI AJA?, KAK VIE SIAP NAMPUNG KOK..
MAYAN ADA TEMEN NGEGIBAHIN PEMBACA YANG SUKA GAK NINGGALIN JEJAK 🤧🤧🤧
__ADS_1