SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
RUMAH BESAR KELUARGA DJATMICO


__ADS_3

HAPPY READING


"jika membaca adalah CINTA maka SAJEN adalah kesetian... please kasi othor sajen dong kakak masa cinta tapi enggak bisa setia kayak babang Devano🤧"


sajennya bukan menyang yahhh 🤣 tapi ada bunga, ada kopi, dan lainnya di kolom hadia 😘😘😘


.


.


.


.


Flash back on pukul 09 pagi tadi.


"ayo mobil sudah siap!" Devano meraih tangan Kiana sambil menyeret koper ditangan lainnya.


"Mas Devano yang tampan bisakah memberiku keringanan?" ucap Kiana lembut berharap Devano luluh..


ingin rasanya ia muntah saat mengucapkan kalimat manis itu.


Devano mengangkat sebelah alisnya menatap geli wanita itu sambil berjalan menuju basemen.


"aku janji tidak akan menuntutmu Mas atas tindakan pencabulan dan penyekapan selama dua malam ini.. tapi tolong bebaskanlah aku!" pinta Kiana dengan wajah yang dibuat buat


Devano ingin terbahak mendengar ucapan Kiana dengan wajah yang mengiba itu..


sungguh imut sekali. ingin rasanya Devona menariknya kembali masuk ke flat dan mengungkug di bawah tubuhnya.


"kamu boleh menuntutku Ki... dan tolong laporkan semua apa yang telah aku lakukan padamu, bagaimana aku memaksamu dan bagaimana kamu mendesah menikmatinya!" balas Devano sambil memperlihatkan senyum menyebalkan.


wajah Kiana langsung terasa kaku seperti kanebo kering.. ingin rasanya ia menyumbat mulut Devano dengan cabe sekilo.


Devano hanya tertawa melihat reaksi itu.


benar benar psikopat! umpat Kiana


didalam mobil..


Kiana diam namun batinnya mengumpat seribu sumpah serapa untuk Devano.

__ADS_1


"wajahmu memerah seperti itu kayak ingin terbakar, minumlah!" ledek Devano sambil menyodorkan botol air minum


tanpa menoleh Kiana merebut botol itu asap kemudian menenggaknya hingga tandas.


dan seulas senyum licikpun terbit dibibir Devano, karena minuman itu sudah ia racik dengan obat tidur..


dan tidak berselang lama, wanita muda itupun tidak tahan dengan rasa kantuknya dan tanpa sadar ia menjatuhkan kepalanya dibahu Devano.


Devano hanya tersenyum lalu memberi posisi tidur yang nyaman untuk Kiana dipangkuannya.


ini lebih baik dari pada kau terus berulah dan menyulitkan perjalanan kita.


flash back off


Dan disinilah Kiana sekarang


Kamar berukuran besar, sudah disiapkan Mom Elle untuknya.


"Mom.." lirih suara Kiana seperti bergumam, menatap tidak percaya siapa yang ada disana.


"Mommy merindukanmu sayang!" dan wanita cantik dan masih awet dengan usia yang tidak muda lagi itu, menghambur memeluk tubuh ringkih Kiana.


aku juga sangat rindu mom..


cukup lama mereka berpelukan hingga mom Elle melepaskannya.


"kamu baik baik saja kan?" tanya Mom Elle menatap tubuh Kiana teliti seolah memastikan wanita muda itu baik baik saja.


Kiana tersenyum mengangguk, walau rasanya ia masih kebingungan.


beberapa detik kemudian, saat kesadaran sudah stabil.


tiba tiba ia kembali memeluk Mom Elle lebih erat, dan suara isakan akhirnya pecah dan keluar dimulutnya..


"uss.. uss.. uss.. sudah sayang, semua baik baik saja okeey!" ucap mom Elle lembut mengusap rambut Kiana.


"maafin Kiana mom!" lirih Kiana disela tangisnya


"tidak sayang, mommy yang minta maaf, maaf karena mommy tidak bisa mempertahankanmu!"


Kiana merasa semakin sesak dan semakin menangis... namun ia bersyukur akhirnya ia bertemu mommy lagi yang sangat peduli dengan dirinya.

__ADS_1


setelah beberapa saat, emosi Kiana sudah stabil.


"yah sudah sayang.... kita makan malam dulu yahh bersama Daddy! kamu sudah melewatkan makan siangmu, dan lihat ini" tunjuk Mommy pada pipi Kiana lalu mencubitnya pelan


"kamu sangat kurus dimana Kiana anak Mommy yang punya pipi cabi??.."


kiana hanya membalas dengan tersenyum getir


*


*


*


setelah membersihkan diri, Kiana kelantai satu rumah besar itu memenuhi panggilan Mommy untuk bergabung di meja makan bersama Mom dan Dad Bastian.


sudut mata Kia bergulir seperti mencari cari sesuatu


"selamat datang dirumahmu nak, kamu jangan sungkan yah!" sapa Dad Bastian ramah mengusap sayang kepalanya.


"ma kasih Dad!" lirih Kiana namun tidak terlalu fokus, ia masih mencari sesuatu yang sudah sangat mengganggunya dua malam terakhir.


"ekhemm! maaf sayang Devano tidak ikut makan malam bersama kita, ia ada urusan diluar!"


"eehh??" Kiana, langsung salah tingkah bagaimana mom Elle tahu apa yang ia fikirkan.


jelas saja Mom Elle tahu Ki, orang kamu nulisnya sangat jelas dijidat kamu trus pake font besar lagi🤧


makan malampun berlangsung, meski entah kenapa Kiana merasa tidak berselera makan, dan ia tidak terlalu fokus dengan lelucon yang dibuat Dad Bastian.


fikirannya menerawan jauh, dimana Devano sekarang pasti kembali kepada sang kakak, ada rasa sesak memikirkan itu.


mommy dan Daddy Bastian hanya menatapnya dengan iba.


.


.


.


.

__ADS_1


ingat kakak cinta tanpa kesetiaan, ibarat membaca tanpa sajen... 🤧🤧🤧


__ADS_2