
HAPPY READING 😘.
"bersabarlah karena kebahagian selalu membersamai orang orang yang sabar"
termaksud bersabar menunggu Author Up kembali 😂😚
.
.
.
.
"apa yang lo lakuin, jauhkan tangan lo dari barang barang itu!?" maki Kiana saat Devano memasukan semua barangnya ke koper..
tidak banyak, mengingat Kiana memang tidak membawa apa apa saat keluar dari rumah.
"kamu masih mau disini?" Devano meletakkan barang itu dan kembali menggodanya.
sudah dua malam ini ia mengurung Kiana didalam Flat itu, tanpa membiarkan Kiana lepas dari pengawasaannya.
entah sudah berapa kali ia lepas kendali dan menerkam Kiana selama berada di Flat itu.
"gue mau tetap disini!"
gue tidak siap ketemu dengan kakak, dan papi..
"baiklah!" Devano mendekatinya dengan tatapan mesum, membuat Kiana bergidik dan sangat geram!
"o..oke gue pergi tapi tidak dengan lo!" Devano sudah membicarakan ini padanya kemarin , apapun yang terjadi ia akan membawa Kiana kembali ke indo.
__ADS_1
"kamu tidak punya pilihan.. cepat bersiap atau_"
Tuhan apa dosaku dimasa lalu sampai engkau mengirim iblis ini dalam hidupku. dan bagimana ia sampai menemukanku disini?!
"gue tidak ingin kembali kerumah itu lagi!" ucap Kiana frustasi ia tidak ingin terkurung disini menjadi santapan pria buas itu setiap saat, namun ia juga tidak ingin kembali ke indonesia.
"kita tidak akan tinggal disana, tenang saja.. kamu tidak akan bertemu dengan mereka!"
kita? apalagi maksudnya?! apa ini semua belum berakhir..
tentu saja karena ini adalah permulaan Devano mengikatnya seumur hidupnya.
"satu lagi kamu itu jauh lebih muda dari aku, jadi gunakan bahasa yang pantas.. berhenti menggunakan kata lo Gue! dan jangan memanggilku Devano!"
what? bahkan dia lebih otoriter dari Papi.
"berhenti mengumpat didalam hati Kiana, atau kita akan terus disini sampai kamu benar benar mengandung anak kita!"
namun itu hanya fantasi gilanya saja toh kenyataannya saat ia mencoba berontak, melawan dan mencoba untuk kabur ia justru selalu berakhir mengenaskan diranjang.
apa kabar Balqis?? apa pria itu menjadi buas karena jauh dari istrinya. Batin Kiana menjerit
"kamu yang seharusnya menjaga ucapan dan perbuatanmu itu Tuan Devano edzar Djatmico!"
"Kiana panggil aku Mas!"
"tidak akan!" bantah Kiana.
"baiklah!" Devano mulai menghilangkan jarak diantara mereka, Kiana tahu jika ia terus membangkan pada pria itu, ia akan berakhir mengenaskan lagi.
"oke oke oke.. mas! kia pulang, kia ikut mas ke indo!"
__ADS_1
fikirkan dulu keselamatan saat ini Kia, urusan kabur bisa difikirkan saat sudah keluar dari Flat!
"buang fikiran licikmu itu! aku tidak akan membiarkanmu kabur lagi anak nakal!" Devano mengacak rambut Kiana
deg
bagaimana ia tahu aku ingin kabur? dan satu lagi yang licik itu aku atau dia?!
Devano hanya tersenyum melihat ekspresi Kiana.
*****
malam hari INDONESIA.
Kiana baru bangun dari tidur nyenyaknya.. ia merasa belum pernah tidur senyenyak itu..
terakhir ia ingat, sangat mengantuk hingga tertidur didalam mobil saat perjalanan menuju bandara pukul 09 pagi tadi.. dan sekarang ia sudah berada di sebuah kamar yang asing baginya..
apa keberangkatan ke indo dibatalkan?
ia menyapu isi ruangan itu dengan pandangannya.
jam dinding berukuran besar di hadapannya menunjukkan pukul 07.
apa mungkin jam itu rusak?! tidak mungkin jam berputar mundurkan.
"sudah bangun sayang?"
Kiana menjerit terkejut dengan suara baritone itu.
matanya menatap tidak percaya saat pandangannya terkunci pada sosok wanita yang berdiri dihadapannya.
__ADS_1