SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
KEPUTUSAN KIANA


__ADS_3

HAPPY READING


"kehilangan akan membuat orang belajar agar lebih menghargai sesuatu"


.


.


.


.


.


.


Devano berjalan terburu buru menyusuri rumah besar itu tanpa mempedulikan Mom Elle yang menyapanya. ia bergegas menuju kamar yang biasa ia tempati bersama Kiana beberapa pekan ini.


Devano mencari kesetiap ruangan yang menjadi bagian dari kamar itu namun sosok yang dicarinya tidak terlihat, hingga ia berlari tergesah gesah turun menemui Mom Elle.


"Mom istriku dimana?" pekik Devano semakin khawatir.


setelah ia mendapat pesan bahwa Kiana drop, ia terburu buru meninggalkan urusannya yang sudah hampir menemui titik terang.


dengan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menerobos beberapa lampu merah hingga ia hampir menabrak pengendara lain.


Mom Elle hanya menggeleng melihat kelakuan putranya.


"tadi Mommy sapa hingga teriak teriak enggak kamu hiraukan!"


"mom.... please, Kia dimana?"


"dia dikamar tamu itu" Mom Elle menunjuk salah satu kamar disana dengan anggukan kepalanya sambil membaca majalah ditangannya dengan santai.


sebelum Devano melangkah Mom Elle kembali bersuara


"jangan mengganggunya... mungkin sekarang dia lagi tidur! semalaman ia tidak tidur dan tidak makan sampai ia harus drop!" ucap Mom Elle sengaja membuat putranya itu merasa semakin bersalah dan sadar kalau apa yang telah diperbuatnya sudah menyakiti dua wanita sekaligus.


hubungan yang melibatkan 3 hati memang bukan hal yang mudah, walau poligami sudah menjadi hal yang mubah dimata masyarakat.

__ADS_1


namun kembali lagi, cemburu dan sakit hati akan selalu mengekori sesuatu yang di sebut cinta..


Mom Elle juga seorang wanita yang pernah muda namun ia bukan lagi remaja kemarin sore yang tidak mengerti apa yang terjadi kepada menantu menantunya.


Devano tidak peduli meski Mom Elle memintanya secara halus untuk tidak menemui Kiana dulu, ia bergegas untuk menemui wanita mudah yang sudah membuatnya hampir kehilangan nyawa dan akal sehat itu.


"Mom dikunci?" tanya Devano menoleh kearah Mommy, saat ia memutar hendel pintu bekali kali namun pintu itu tak terbuka.


Mom Elle hanya tersenyum mengejek.


"Mom kunci serep taro dimana?"


Devano mengacak ngacak laci yang ada di sisi ruangan itu.


"kamar itu uda enggak ada kunci serepnya, yang asli uda lama hilang yang sekarang dipake itu sudah serepnya!" ucap Mom Elle berbohong, sekali-kali memberi pelajaran untuk putranya biar ia tahu rasanya sakit hati.


Devano menghembuskan nafasnya frustasi, ia juga tidak ingin menggedor pintu itu sampai mengganggu istrahat Kiana.


"dimana Balqis bagaimana keadaannya?" tanya Mom Elle kemudian.


"kembali ke apartemen, nanti Vano ceritain Mom.." Devano melangkah pasrah menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


*****


Malam hari Kiana sudah jauh lebih baik, entah kenapa saat tahu Balqis sudah


tidak dirumah itu ia jauh merasa lebih baik dan ada rasa lega dihatinya. seegois itukah?


"kamu sudah baikan nak?" tanya Daddy pada Kiana saat makan malam berlangsung.


"ia Dad!" ucap Kiana mengambangkan senyumnya menikmati makanannya dengan lahap. tanpa ingin menatap pria yang sedari tadi mencuri pandang padanya!


"apa tadi ia benar benar sakit?" Devano merasa aneh, masa ia orang yang tadi dikatakan lemas tidak berdaya hampir pingsan terlihat sangat bugar dan makan lahap seperti itu. sangat menggemaskan


Mom Elle ikut tersenyum kecil, melihat Devano terus memperhatikan Kiana sambil tersenyum.


setelah makan malam... mereka tidak langsung meninggalkan meja makan itu, layaknya sebuah keluarga mereka bercengkrama dengan akrab seolah melupakan apa yang telah terjadi.


tentu saja Daddy yang punya jiwa humoris yang tinggi mampu membuat keluarganya itu kembali tertawa dan bahagia, minimal anak anaknya mampu merilekskan otak mereka dari hal hal berat yang terjadi belakangan ini.

__ADS_1


hingga akhirnya Kiana kembali bersuara..


"Dad, Mom ma kasih yah sudah izinin Kiana tinggal disini." lirih Kiana membuat semua orang menatapnya.


"tidak perlu berterima kasih sayang, karena semua ini akan menjadi milikmu!" Mom Elle menyentuh tangan menantunya itu, di ikuti anggukan Daddy.


Kiana tersenyum kemudian menggeleng, ia harus menyampaikan apa yang sudah ia fikirkan dengan baik tadi siang. dan keharmonisan keluarga ini kembali menyadarkannya akan satu hal.


Devano sudah merasa tidak enak, ia menatap Kiana dalam.


"Mom, rasanya tidak baik seorang anak terlalu lama merajuk kepada orang tuanya!" lirih Kiana kemudian, namun ia tetap tersenyum.


"maksud kamu nak?"


"Kia rasa sudah saatnya Kia harus kembali ke rumah Kia yang sebenarnya untuk bertemu dan meminta maaf kepada Papi dan Mami!" lirih Kiana sudah ada genangan di sudut matanya.


"tapi sayang?" Mom Elle keberatan..


ia masih sedikit kesal dengan orang tua Kiana yang terlihat lebih mementingkan Balqis.


Daddy merengkuh pundak Mommy agar membiarkan Kiana memutuskan sendiri.


Daddy yakin meski Kiana dianggap masih terlalu muda oleh orang lain, namun wanita muda itu punya sisi yang Daddy sangat kagumi.. yaitu ketulusan, dan kesabaran Kiana menerima sikap tidak adil Papinya dan sekarang ia kembali harus berbagi suami dengan Balqis.


sungguh Daddy sangat kasihan pada menantu kesayangannya itu.


"Mom, apapun yang terjadi seorang anakkan harus terlebih dahulu meminta maaf kepada orang tuanya, apa lagi disini memang Kianalah yang bersalah karena meninggalkan rumah tanpa izin dari papi dan mami yang sudah merawat dan menjaga Kia dari sejak dalam kandungan hingga bisa seperti sekarang!"


"kalau aku tidak mengizinkan mu?" tanya Devano tiba tiba.


"aku akan mengurus surat perceraian kita Mas, jadi mulai sekarang jangan mempedulikanku lagi dan fokuslah mengurus kak Balqis dan calon keponakanku!" kali ini Kiana memberanikan diri menatap mata tajam Devano yang kata sangat memabukkan itu.


Deg_


seperti tersambar petir di malam yang kelam!


Devano, Mommy, dan Daddy sangat terkejut dengan keputusun Kiana.


jika orang lain akan menyembunyikan dan menyelesaikannya diam diam. namun bagi Kiana tidak perlu, Daddy dan Mommy bukan mertua bagi Kiana namun mereka sudah seperti ibu dan ayah kandungnya sendiri.

__ADS_1


ia tidak perlu menyembunyikan apapun dari mereka.


__ADS_2