SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
SALING MENUDING


__ADS_3

HAPPY READING


"mengalah bukan berarti kamu kalah, namun itu adalah cara agar kamu bisa menang dengan terhormat!"


.


.


.


.


.


.


.


"sudah selesai?! Balqis aku sarankan besok kembalilah ke apartemen dan hidup dengan tenang... bukannya kamu sendiri merestuiku dengan adikmu??" ucap Devano santai mencoba tenang menghadapi kemurkaan Balqis


"kamu benar benar bajingan mas! meski aku membiarkanmu memberi tanggung jawab pada Kiana akupun tidak akan melepaskanmu dari tanggung jawabmu padaku!" Balqis manangis, bergetar merasakan sakit dan amarah karena perlakuan tidak adil Devano.


Devano sebenarnya tidak siap menghadapi Balqis saat ini yang sedang hamil, namun wanita itu sendiri datang dan memancing kemarahannya.


"Balqis apa kamu sudah siap menjelaskan padaku jika aku punya bukti kedekatanmu dengan pria yang tidak asing bagiku?" tanya Devano berhasil membuat Balqis sedikit tersentak.


"apa maksudmu mas? aku tidak sama seperti dirimu! setelah berhasil memaksaku tidur bersamamu, kamu melakukannya lagi pada adikku dengan cara yang sama, dan entah sudah berapa wanita yang sudah menjadi korban kebejatanmu!" tuding Balqis berapi api.


Devano benar benar murka saat ini, andai memukul wanita adalah kebiasaannya, sudah pasti ia akan memukul mulut Balqis agar diam dan tidak memancing kemarahannya lagi.


"justu setelah aku meniduri adikmu aku menyadari sesuatu Balqis, meski saat itu aku mabuk aku bisa merasakan dan menikmati semuanya padahal aku ingat waktu itu aku minum lebih banyak Alkohol berkadar tinggi dibanding saat malam bersamamu.. dan jika aku tidak mengingat apa apa saat bersamamu itu beratri aku pingsan atau tertidur karena sesorang memasukan sesuatu kedalam minumanku. dan bagaimana aku bisa memaksamu jika saat itu aku tidur atau sedang pingsan Balqis???"


Deg_

__ADS_1


wajah Balqis mendadak pucat, mendapat tudingan yang tidak bisa terelakkan.


"Mas kamu benar benar keterlaluan! kamu menuduhku melakukan sesuatu padamu?"


"aku tidak berkata seperti itu Balqis!! Dan satu lagi saat aku telah melakukannya dengan adikmu aku kembali sadar akan sesuatu, saat bersamamu aku ingat betul tidak menemukan jejak sama sekali, berbeda dengan malam bersama Kia yang terdapat jejak yang berhamburan kemana mana setelahnya! kamu pasti mengerti maksudku!"


"ka.. kamu kamu keterlaluan mas! kamu tahu aku sudah mencintaimu saat pertama bertemu dengan mu bagaimana aku bisa melakukan hal yang kamu tudukan padaku, aku bahkan sudah tahu kamu mencintai adikku dari dulu, jika kamu memang hanya ingin bersamanya tidak perlu memojokkanku seperti itu!" Ucap Balqis melemah.


Deg_


bagaimana Balqis tahu isi hatinya?!


Devano membuang nafasnya kasar ia tidak tahan dengan drama memuakkan ini, sebelum mengeluarkan amplop yang sedari tadi diselip dibelakangnya.


"sudalah,, tolong sekarang jelaskan ini!"


Balqis meraih amplop itu dengan sedikit bergetar. jari jari lentik itu mengeluarkan isinya yang ternyata beberapa lembar foto


JEDDARR.


Devano dengan sigap menangkap tubuh itu sebelum terbentur kelantai dan segera membawanya ke ranjang dengan panik.


"Ba.. Balqis.. jangan bercada Qis! bangun!" pria itu panik sendiri.


setelah berkali kali mencoba menyadarkan wanita itu yang sama sekali tidak merespon.


ia berjalan keluar bersamaan pelayan lewat dihadapannya.


"Mbak panggil Mommy ke kamar tamu sekarang!"


ucap Devano sebelum kembali ke kamar itu.


ia berjalan kesana kemari sambil menunggu Mommy. sampai suara ketukan pintu menyadarkannya.

__ADS_1


"masuk!"


"kenapa sayang?"


ucap Mommy bingung


"Mom Balqis pingsan!"


Mommy langsung berjalan cepat mendekati Balqis yang telentang dikasur empuk itu.


"Balqis... nak.. Balqis.. bangun nak!" Mom Elle menepuk nepuk wajah yang terlihat pucat itu.


"apa yang terjadi? cepat telfon dokter, nanti terjadi apa apa dengan kandungannya!" pekik Mom Elle yang melihat Devano seperti orang ling lung.


"iya Mom!"


.......


sampai Dokter Dian tante Devano tiba dirumah besar itu dan melakukan tugasnya.


sekarang Daddy juga ada disana, kecuali Kiana yang tidak mengetahui apa apa, karena kamarnya diatas dan kedap suara.


"bagaimana keadaannya Dian?"


tanya Daddy, namun Dian justru menatap keponakan dari saudara sepupunya itu dengan tajam.


"dia istri kamu Van?" tanya Dokter Dian tidak mengenal wajah istri Devano, memang saat akad nikah Dokter Dian tidak hadir, ia berencana datang saat resepsi malam hari, namun sayang resepsi dikabarkan batal karena alasan yang tidak bisa di publikasikan.


"iya Aunty" jawab Devano datar.


"apa yang kamu lakukan sampai membuat istrimu tertekan, hingga pingsan? itu sangat tidak baik untuk bayi kamu!"


Daddy dan Mommy menatap putranya ikut merasa kesal, walau selama ini mereka hanya menginginkan Kiana menjadi menantunya, namun ia tidak ingin Balqis tersakiti apalagi bayi yang ada didalam kandungan wanita itu.

__ADS_1


"maaf Aunty tadi kami hanya sedikit berdebat!"


"lain kali jangan lakukan itu lagi atau anak kamu dalam bahaya, ibu hamil itu sedikit lebih sensitif! segala hal akan dibawa perasaan, cobalah untuk mengalah dan turuti keinginannya! besok bawa dia periksa lengkap ke dokter obgyn!"


__ADS_2