
selamat membaca!
jangan lupa ninggalin like, komen, vote, dan ratenya 😘
POV KIANA.
beberapa pekan kemudian.
persiapan pernikahan kakak sudah rampung 90%.
pengajuan berkas untuk pembuatan buku nikah sudah selesai, yah biasanya keluarga kami yang akan menikah memang mendaftarkan pernikahan mereka secara hukum dulu.
saat surat nikah selesai, barulah menikah secara agama dan saat itu calon pengantin sudah memegang buku nikahnya untuk diabadikan.
beberapa hari ini aku turut andil membantu kakak memilih beberapa gaun yang akan dipakainya nanti, dan juga ikut menemani memilih tema dan konsep pernikahanya.
keluarga Djatmico mempercayakan semuanya padaku, entah kenapa aku merasa mereka memperlakukanku seperti menantunya dari pada kakak sendiri, mungkin aku hanya kegeeran karena terlalu banyak halu.
gedung untuk resepsi sudah ditentukan, untuk dekorasinya pihak WO bisa memasangnya 2 hari sebelum acara.
tinggal undangan yang akan kami sebarkan besok.
jangan tanyakan perasaanku seperti apa?! aku melakukan semua ini karena paksaan kak Balqis, entah kenapa aku merasa ia sengaja membuatku tambah kesal.. untung aku ingat semua kebaikannya selama ini padaku.
__ADS_1
POV AUTHOR
Kampus
"muka lo napa kusut banget?" goda Hilda yang melihat Kiana seperti hilang separuh nyawanya.
butuh kekuatan extra untuk menopan tubuhnya agar terlihat baik baik saja.
"lupa disetrika!"
"ciee, yang lagi patah hati ditanggal kawin lemes banget ngomongnya, biasanya juga kayak petasan tahun baru!"
"kawin? emang binatang kawin?" Kiana sudah mulai nyolot, artinya hilda sudah berhasil buat dia on lagi.
"cih, sensi banget sih beb! lo jangan jauh jauh yah sama gue takut lo bunuh diri!" ledek Hilda membuat Kiana mencibir.
"ogah gila bunuh diri, gue enngak mau jadi hantu perawan.."
"hahaha ia lupa lo kan masih 100% original virgin yah!"
"kampret lo, kek uda pernah rasain pacaran, pegang tangan, dan ciuman aja!"
akhirnya mereka menertawakan nasib mereka sendiri yang sekarang masih jomblo saat seusianya uda banyak yang jebol.
__ADS_1
padahal banyak yang dekatin mereka, hanya saja mereka tidak ingin berhubungan dengan siapapun sebelum nama yang ada dihati mereka masing masing hilang.
tak jarang mereka menemukan pasangan yang mersa mesraan di dalam ruangan hingga di toilet kampus yang menodai pengelihatan mereka.
"ehhh, Hil lo pernah enggak sih penasaran buat ke club malam?" tanya Kiana tiba tiba membuat hilda menyipitkan mata memandangnya.
Kiana pernah lihat beberapa film, club malam adalah tempat yang bisa menghilangkan rasa lelah dan sedih.
"gila, gue tau lo itu lagi frustasi tapi jangan macam macam, gue ngeri kalau papi lo sampai ngamuk! bukannya lo pernah bilang waktu kecil papi lo suka suru orang ngawasin lo dari jauh."
"itu waktu gue kecil Hil, selama kak Balqis datang papi uda enggak peduli lagi, dan selama ini gue juga sering keluar buat nguntit tuh mantan pujaan hati gue dan enggak pernah tuh ketahuan Papi!"
"mantan?"
"yahh karena sekarang he is my brother-in-law !"
Ucap kiana dengan penekanan
"yah yah baiklah... gue salut sama lo bisa ikhlas berbagi apapun dengan kakak angkat lo itu, termaksud lo ikhlas melepaskan cinta pertama lo buat dia."
Hilda berharap dia juga bisa berlapang dada melupakan Zetno.
"oke kita jalan jalan ke club sebentar malam, tapi lo yang teraktir yahh.." ucap Hilda lagi bersemangat.
__ADS_1
"hustt.. oke oke.. tapi, suara lo kecilin!"
tanpa mereka sadari, beberapa gadis seruangannya itu tersenyum miring mendengar ucapan terakhir Hilda yang sedikit ngegas.