
SELAMAT MEMBACA...
Jangan bully Othor yahhh 💚💚💚 percayalah semua akan indah pada waktunya 😅😂😂😂
MARI BULLY SI ABANG DEV Ajaa 😅
.
.
.
.
panggilan alam membangunkan Kiana, sayup sayup ia membuka matanya yang terasa berat dan sembab karena menangis siang tadi.
tubuhnya terasa berat dan kaku untuk digerakan.
sesuatu yang berat seperti menjepit tubuh lelahnya.
ia berusaha mengumpulkan seluruh kesadarannya..
betapa terkejutnya saat ia melihat tangan kokoh memeluk tubuhnya dari belakang. membuatnya Devaju!
"arghhhh!" pekik Kiana mencoba bangkit dan memeriksa pakaiannya.
masih utuhh!
"kenapa kau berteriak?" sosok pria yang tidak ingin Kiana lihat duduk di tempat tidurnya, dan ikut merenggangkan ototnya ala orang baru bangun tidur atau kelelahan.
fix gue benar benar gila! Kiana memukul kepalannya berkali kali.
"hei hei kau sedang apa?" Devano berdiri dan menghentikan apa yang kiana lakukan.
"lo_loe enggak nyata kan?" Kiana menyentuh pipi Devano dengan ujung telunjuknya seolah ketakutan.
dengan sekali geraka Devano menarik wanita itu kedalam pelukannya, membuat Kiana berontak.
ahhh apa ini benaran nyata?!
"lo ngapain disini, bagaimana lo bisa masuk?" teriak Kiana histeris mencoba berontak. hingga pria itu tersungkur ketempat tidur.
__ADS_1
"tenang saja, aku belum ngapa ngapain kok" jawab pria itu santai.
"cepat keluar dari sini! atau aku akan memanggil keamanan dengan laporan pelecehan, biar mereka menyeretmu keluar!" emosi Kiana sudah membuncah
"coba saja, tapi sebelum kamu melakukannya aku benar benar sudah melakukan apa yang kamu katakan, bukankah kita sudah pernah melakukannya!" Devano menatap nyalang wanita muda itu dan mencoba menghilangkan jarak di antara mereka.
Kiana benar benar bisa gila, bagaimana tidak tahu malunya pria itu berkata seperti itu.
bahkan ia tidak peduli bagaimana perasaan lawan bicaranya yang semakin terluka dengan ucapan dan perbutannya itu.
Kiana ingin beranjak dan keluar dari Flat itu sekarang.
namun dengan sigap pria itu menariknya kembali dan tanpa basa basi ******* habis bibir yang sudah bergetar menahan amarah, rasa sakit dan kecewa itu.
"humppp..." Kiana terus berontak, Devano tidak memberi Kiana kesempatan untuk protes.
pria itu sangat kasar dan rakus
hingga Kiana merasa sesak menahan nafasnya, barulah Devano melepaskannya sesaat.
Plak
"dasar bedebah... brengsek... bajingan!" Kiana seperti orang kesurupan terus melayangkan pukulan di dada pria itu. rasa sesak memenuhi rongga dadanya saat ini.
namun Devano sudah hilang akal sehatnya, pukulan tangan kecil itu tidak ada arti baginya.
dengan sekali gerakan, ia kembali mengunci tubuh kecil itu dibawa kungkungannya.
Kiana benar benar takut sekarang, tatapan memangsa Devano membuat jantungnya kembali maraton ia tidak ingin kejadian itu terulang lagi, apa lagi pria yang sudah berstatus suami kakaknya sendiri.
ini benar, benar gila!
namun pakaian kerja Kiana membuat pria itu dengan muda menguasai tubuh mungil itu.
"berhenti! kau benar benar psyco gila! bagaimana aku dan kakakku mencintai pria gila sepertimu!" umpatan Kiana meraung tiba tiba membuat darah Devano mendidih menahan amarah.
❤❤
"arghhhhhh" tidak ada balas kasihan.
Kiana bergetar menahan sakit dan sesak bersamaan di daerah V nya... tubuhnya terasa terbelah saat pria itu kembali menggagahinya dengan kasar.
__ADS_1
"lepas_ humpph!!" sebelum kembali protes Devano membungkamnya dengan ******* kasar..
sambil terus memaksa memasuki tubuh mungil itu, dan menghentaknya dengan kasar..
Kiana?? bisakah dia minta mati saja saat ini?!
bahkan ia merasa sudah tidak lebih dari seorang ****** saat ini, semakin ia berontak semakin buas pria itu menghujamnya tanpa rasa iba.
menjadi sepotong kayu adalah pilihannya saat ini.
yang tersisa dihatinya untuk pria itu hanya kebenciaan dan amarah, mungkin!!
tidak butuh waktu lama penderitaannya pun berakhir saat pria itu kembali menghentaknya dengan kasar dan menumpahkan cairan hangat didalam tubuhnya bersamaan dengan erangan kepuasan membuat harga diri Kiana semakin terluka.
...
CUP
Devano mengecup kening wanita yang sudah seperti sepotong kayu itu sangat lama.
air mata terus bercucuran namun tidak ada isakan lagi.
"istrahatlah... dan jangan pernah mencoba kabur dariku lagi!" ucapnya lembut seperti iblis itu sudah keluar dari tubuhnya..
sambil mengenakan selimut pada bongkahan kayu yang jelita itu.
Kiana memejamkan matanya tidak peduli, yang ada difikirannya saat ini, berpura pura tidur menunggu pria itu lengah... kemudian pergi sejauh mungkin.
"jangan berfikir untuk kabur lagi.. karena aku akan menemukanmu lagi!"
.
.
.
sebelum komen Vie ingatkan yahhh...
komenlah yang baik baik dan manis saja agar vie up cepat..
kalau komen jahat, Vie sembunyi dan bobo manis aja dulu 😂😅😅
__ADS_1