
HAPPY READING
hari ini Vie kasi crazy up yahhh.... tapi, sebelum lanjut vote dulu kk 😘😘😘
.
.
.
.
Kiana membuka matanya pelan... ia menangkap sosok yang sudah lama mengisi hatinya juga sedang menatapnya.
"sayang kamu sudah sadar?" mata Devano berbinar menatap mata indah sang istri yang sudah tertutup berjam jam itu kini sudah terbuka.
Devano memencet tombol disana yang berhubungan langsung keruangan dokter.
"kamu siapa?" lirih Kiana melemah.. membuat Devano terkejut bukan main.
dalam keadaan seperti ini Kiana sempat sempatnya menggoda sang suami, entah seperti apa nanti kelakuan bayi yang sedang dikandungnya itu..
semenjak kehamilanya ia sangat senang menjahili orang orang disekitarnya.
"ka..kamu tidak ingat aku? aku suamimu sayang!" Devano sudah ingin sekali berteriak dan menangis.
"aku ingat sudah menikah tapi, suamiku tidak jelek begini" lirih Kiana masih dengan suara agak berbisik karena lemah.
"apa??"
dengan polosnya Devano benar benar percaya..
hingga Dokter masuk keruangan itu.
"maaf Tuan.. bisa tunggu diluar sebentar?"
"mana bisa, aku ingin disini!" kesal Devano
Dokter hanya mengangguk..
dan segera melakukan pemeriksaan lengkap
"kondisi Nona semakin membaik, dan sudah bisa dipindahkan diruang perawatan!"
"tapi, Dok istriku hilang ingatan!" pekik Devano membuat Dokter dan perawat itu mengernyit dan menatap Kiana yang mengulum senyumnya.
__ADS_1
"maaf Tuan, mungkin nona Kiana butuh waktu mengingat pelan pelan siapa anda jadi tolong jangan terlalu dipaksakan!" ucap Dokter itu seperti mengerti situasi disana.
sedangkan perawat disana hanya menggeleng tidak percaya, dengan kondisi setengah sekarat saja Kiana masih sempat sempatnya menjahili sang suami, bagaimana kehidupan sehari hari mereka.
*****
ruang perawatan..
Hilda sudah berada disana, setelah menerima telfon dari Mami atas permintaan Kiana.
awalnya Hilda sempat bersedih mengetahui musibah yang menimpah sahabatnya namun kini ia sudah tertawa mendengar cerita Kiana yang pura pura lupa dengan Devano.
"lo tega amat sih Beb ngerjain bokapnya si dede janin!"
"kayaknya ini juga maunya dede janin.. gue baru sadar akhir akhir ini gue usil dan suka banget jailin orang ternyata gue hamil!"
Hilda kembali tertawa mendengar pengakuan Kiana.
"berarti baby lo nanti bakalan Jail dan suka abisin uang bokapnya!" mereka kembali tertawa bersama
hingga mom Elle dan Mami masuk keruangan itu.
mereka tersenyum melihat Kiana sudah jauh lebih baik..
Mami mendekat dan memeluk putrinya setelah memberi kecupan.
Kiana menghapus cairan bening yang jatuh dipipi Mami.. dan menggeleng
"Kia sayang sama Mami, jadi jangan menyalahkan diri mami lagi!"
Mom Elle benar benar terenyuh melihat itu..
ia bersyukur menantu kesayangannya itu tidak kenapa napa..
dulu saat Mom Elle tahu Ningrum hamil, ia bangkit dari keterpurukan karena kegugurannya.
mereka saling menghibur, dan Ningrum berjanji mereka akan menjaga dan membesarkan putrinya bersama Ellena.
dan mengizinkan Ellena menyayangi putrinya seperti putri Ellena sendiri..
dari sana Ellena mengharap saat dewasa Devano dan Kiana biasa mereka menikahkannya agar Ellena tidak terpisahkan dengan keduanya.
Diam diam disisi lain Hilda ikut bersedih mengingat sang mama yang tidak lagi peduli padanya.
"sayang Mommy bawa makanan kita makan bareng yah!" ucap Mom Elle mengalihkan kesedihan Hilda.
__ADS_1
Hilda tersenyum, dan segera membantu mommy Elle.
"oww iya Hilda, tolong kamu rajin jengukin teman kamu ini nanti setelah keluar dari ruma sakit ya!" ucap Mom Elle sambil menyiapkan makanan yang dibawanya.
Kiana sudah ngiler melihat masakan nikmat itu..
"iya tante..." ucap Hilda
"jangan panggil tante donk sayang.. kamu panggil mommy saja biar lebih dekat!"
ucap Mommy.
wah mimpi apa ia semalam seorang Nyonya besar Djatmico memintanya memanggil Mommy..
Hilda hanya tersenyum sungkan, ia sama sekali tidak berani melakukan itu.
"benar sayang.. kalian adalah saudara meski tidak terlahir dirahim yang sama... jadi kamu panggil saya dengan Mami juga yah kayak Kiana." ucap Mami menimpali.
Kiana langsung memeluk mami dengan erat.
sedang Hilda tidak sanggup membendung air matanya.
membuat Mom Elle langsung mendekatinya, dan memeluknya.
Kiana banyak bercerita pada mom Elle tentang kehidupan sahabatnya itu, membuat mom Elle merasa sangat iba dan sayang pada gadis itu.
andaikan Mom Elle punya dua putra tentu saja ia akan menikahkan putranya yang lain dengan gadis mandiri dan kuat itu.
tiba tiba ketukan pintu mengalihkan momen haru itu.
"masuk" ucap Mami, bersamaan mereka semua mengusap air matanya.
dua sosok pria tampan masuk dengan begitu gagahnya, Kiana sudah tidak tahan ingin mendayut pada salah satu pria yang sangat dicintainya itu.
pandangan Mom Elle terkunci pada pria yang membawa paper bag ditangannya, Aldo.
Mom Elle tersenyum miring membuat Aldo merinding..
"Mommy jangan buat Daddy sampai menghajar Aldo yah!" ucap Devano menyadari tatapan tidak biasa Mommy.
mommy membulatkan matanya kesal dan langsung menarik telinga Devano
"Dasar anak durhaka kamu yah!"
membuat semua yang ada disana tertawa.
__ADS_1
"sayang tolong selamatin mas!" pekik Devano memohon Kiana membantunya.
namun Kiana pura pura tidak peduli dan mulai melahap makanan yang ada didepannya.