SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
3 PERTANYAAN


__ADS_3

HAPPY READING


"Disaat kau punya alasan untuk menyerah, maka kaupun punya alasan untuk tetap bertahan" 😘


.


.


.


MALAM HARI


dengan alasan lelah berkeliling dan berbelanja bersama Mommy, Kiana minta izin makan malam di kamar..


tentu Mommy sangat mengerti, apa lagi sore tadi saat berniat ingin menemui menantunya itu, ia mendengar Kiana menjerit jerit diiringi suara berat putra semata wayangnya.


benat benar ceroboh bukan, mereka melakukanya tanpa menutup pintu kamar dengan rapat, membuat bulu kuduk Mom Elle meramang.


....


saat ini mereka rebahan di tempat tidur.


"sayang tadi siang kamu sama Mommy dari mana saja?"


Kiana yang sedang membaca majalah fashion untuk menghilangkan rasa canggungnya kerena Devano sedari tadi menatapnya langsung tercengan,, dadanya menghangat mendengar kata sayang yang keluar dari mulut pria itu.


ditambah Devano bersikap manis terus padanya dari tadi, membuat jantungnya sedari tadi seperti lagi dugem.


"aku tanya sayang... tadi siang kamu sama Mommy dari mana saja?"


sayang pala loo gue tampol!


kiana menyembunyikan senyum kecilnya.


"kita cuma belanja dan jalan jalan saja!"


"emmm, tapi kamu seneng kan?"


"hemm.."

__ADS_1


pastilah seneng kalau sama mommy yang rame.. enggak kayak situ yang penuh teka teki sulit ditebak!


"kalau kerjaan aku sudah tidak padat lagi, aku janji bakalan temanin kamu kemana pun kamu mau!"


uhhh manis benget.. harus hati hati nih bisa kena diabetes gue! Nyinyir Kiana mendumal dalam hati.


"ekhemm.. Mas boleh enggak Kia bertanya?"


mumpun lagi manis manisnya Kia pengen tahu sedikit bagaimana hubungannya dengan Kakak.


Devano menyipitkan matanya.


"yah sudah kalau tidak boleh!" Kiana meletakkan majalah yang sebenarnya membosankan itu di meja.


Devano menarik tangannya, hingga Kia kembali bersandar di sandaran tempat tidur itu.


"hanya satu pertanyaan!" ucap Devano sambil memeluk tubuh Kiana dan menenggelamkan wajahnya di cekuk leher jenjang itu.


Kiana bergidik merasakan hembusan nafas panas Devano yang siap membakarnya lagi.


"3 pertanyaan!" tawar Kiana, mengontrol rasa geli dan gelenyar ditubuhnya.


"1 atau tidak sama sekali!" lirih Devano dengan suara serak.. mencium aroma Kiana membuatnya kembali on


Devano menghentikan aksinya..


seulas senyum smirk terbit dari bibirnya!


"oke 3 pertanyaan dan aku punya 3 permintaan!" Devano kembali menjatuhkan bibirnya dipundak Kiana, sambil mengecup dan menggigit kecil disana.


dia tidak akan minta hal hal aneh kan?!, aku punya mommy dan daddy Bas sebagai penyelamat!


"okey pertama Kia mau tanya,,, sekarang Kak Balqis hamil yah mas? Auhhhhhh.." pertanyaan yang diiringi pekikan sakit di ujungnya


Devano menggigitnya kuat!


"sakit Mas" maki Kiana


"maaf" Devano memberi kecupan pada bahu yang sudah memerah itu.

__ADS_1


"jawab pertanyaan aku!"


"mungkin!"


"kok mungkin sih?" Kiana melepaskan pelukannya kesal, dan ingin beranjak.


"oke.. oke.. dia hamil!" Devano menarik Kiana lagi


"terus kamu kenapa biarin kakak tidur sendiri kalau dia lagi hamil!" kesal Kiana, meski didalam hatinya ia tidak menginginkan Devano meninggalkannya.


apalagi sekarang ia tahu, Balqis kemungkinan besar memang mengkhianati Devano.


"punya istri muda, cantik dan lebih sexy masa aku mau anggurin."


"dasar psi_"


"Kiana! kamu panggil aku psikopat lagi aku akan menghukummu sampai pagi!"


glek


Kiana menelang salivanya kasar.


"o..oke pertanyaan kedua!"


Kiana megalihkan pembicaran apa lagi sekarang tangan Devano juga sudah mulai aktif.


"emmhh" Devano hanya bergumam.


"Mas sejak kapan suka sama kakak?"


Devano kembali menghentikan aksinya sesaat..


"aku tidak tahu!" jawabnya datar..


"Mas..."


"aku tidak tahu Kiana!"


mood Devano tiba tiba berubah, ia berdiri dan meninggalkan Kiana.

__ADS_1


entah kenapa Kiana merasa sakit dengan respon yang diberikan Devano..


"satu pertanyaan lagi.. apa aku bisa berharap sedikit kamu menaruh aku dalam hatimu mas?!" Kiana menatap punggung Devano yang berjalan keluar kamar meninggalkannya.


__ADS_2