
#Haii kk ada yang rindu dengan Balqis tidak? 🤣 atau ada yang ingin tahu bagaimana kabarnya?
kalau ada nanti Vie selipin di bab berikutnya. 🤭🤭🤭
.
.
.
"Clau_" sapa Aldo berkali kali, saat melihat wanita itu tertidur sambil duduk dengan kepala yang bertumpuh pada meja makan.
clau membuka matanya perlahan dan ia memperbaiki posisinya hingga berdiri saat melihat Aldo disana.
"kau sudah kembali? aku menunggumu sedari tadi.." Claudia tersenyum memperlihatkan gigi gigi ratanya.
Aldo menatap meja yang dipenuhi makanan, ia tiba tiba merasa tidak enak dengan sahabatnya itu yang sudah seperti seorang istri yang rela menunggu kepulangan nya hingga larut hanya untuk makan bersama.
istri?! Aldo tersenyum samar sangat samar hingga Clau tak menyadari nya. karena otaknya sekarang sedang menspil wajah cantik Hilda.
kemudian rasa tak enaknya kembali menyeruak saat tersadar sedang berada disituasi apa..
ia baru ingat, jika ia tidak mengabari Claudia sedari tadi karena sakin bahagia nya bisa mengajak Hilda makan bersama.
"Clau, kau tidak perlu menungguku seperti ini. jika kau ingin makan, makanlah duluan.."
"No.. aku masak khusus untuk kita berdua, jadi ayok kita makan sekarang!" Claudia menarik tangan Aldo untuk duduk.
__ADS_1
Aldo sangat ingin menolak, selain ia sudah kenyang karena makan malam tadi bersama Hilda.
ia merasa aneh dan ada yang berbeda dengan sikap Claudia yang membuat nya tidak nyaman. tapi, ia juga merasa tidak enak jika meninggalkan Clau makan sendiri pada hal wanita itu sudah menunggunya.
dan saat Clau ingin mengambil makanan untuknya, dengan cepat ia menolak.
"biar aku saja,, aku sudah makan Clau jadi sedikit saja, aku hanya akan menemanimu." Aldo berusaha bersikap seperti biasa.
"hemm baiklah!"
setelah makan malam yang kedua untuk Aldo itu selesai.
"Aldo, sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan padamu!" Clau yakin ini adalah waktunya ia mengutarakan semua isi hatinya pada pria yang dicintai nya itu.
"iya.. tepat sekali aku juga ingin menyampaikan sesuatu padamu Clau."
"women first!"
"okey.. kau memang yang terbaik!"
"Emm... sebenarnya ini sudah sangat lama tapi aku memendamnya agar tidak mengganggu persahabatan kita"
Clau diam sesaat menatap tedu pria yang sudah lama ia cintai dalam diam itu, sekilas ingatannya kembali memutar memori kebelakang ia ingat jika Aldo dulunya pria yang tidak ingin terikat hubungan asmara, tidak sedikit wanita pernah mendekatinya terang terangan tapi Aldo selalu menghindari mereka dengan caranya. bahkan Aldo pernah tertarik dengan wanita cantik namun pria itu tidak pernah berniat mengejarnya.
dan hanya Clau wanita yang bisa dekat dengannya karena bagi Aldo hanya Clau yang tulus bersahabat dengannya tanpa modus ingin memiliki hati Aldo.
walau semua memang diawali dengan ketulusan karena Clau beruatang budi pada Aldo yang pernah sekali menolongnya saat ia menghadapi perundungan di kampus, namun pria dan wanita yang selalu bersama pasti akan ada perasaan yang tumbuh walau hanya pada salah satunya. Clau selama ini menutupi perasaannya agar ia tidak dihindari Aldo seperti wanita lainnya.
__ADS_1
baginya status bukan hal yang penting, yang penting Aldo terasa selalu dekat dengannya dan poin besarnya Aldo tidak dekat dengan wanita lain selain dirinya, Aldo hanya miliknya.
"Al.. aku fikir kau tidak memiliki niat untuk mempunyai kekasih apalagi menikah, tapi saat aku melihat dengan jelas kau mendekati seorang gadis bahkan ingin menikahi nya. aku sangat terkejut!"
Clau tersenyum namun senyum yang sangat getir rasanya ia tak sanggup melanjutkan basa nasinya ia hanya ingin langsung pada intinya.
"Aldo apa kau tau?? aku sudah lama mencintai mu! lama sekali! sejak kita masih kuliah tap_"
"kau bicara apa Clau? jangan bercanda hanya kau sahabat wanita ku yang tulus bersahabat denganku!"
potong Aldo cepat dengan wajah terkejutnya, walau sebenarnya ia sudah mewanti wanti hal ini saat melihat perubahan Clau yang terlihat ingin menguasai nya akhir akhir ini.
"aku memang tulus padamu Aldo, bahkan aku sangat tulus dan mencintai mu selama ini dalam diamku tanpa perlu memilikimu, tapi melihat kau ingin menikah aku tidak bisa! aku tidak sanggup Aldo!"
Claudia mendekat dan menyentuh tangan pria itu dengan wajah penuh harap dan mata yang sudah berair.
"Clau aku sudah menganggap kau seperti saudaraku, kau tau aku sangat sulit jatuh cinta dan saat aku jatuh cinta aku tidak bisa kehilangan gadis itu aku sangat mencintainya!"
Aldo berusaha membujuk sahabatnya itu dengan lembut, dan melepas tangannya.
"dan akupun seperti itu Aldo aku tidak bisa melepas mu untuk orang lain, kita sudah melewati banyak hal selama ini aku yakin kau bisa mencintai ku, beri aku sedikit waktu lagi membuatmu jatuh cinta padaku?"
Aldo memijit pelipisnya, ia menyesal kenapa ia tidak menyadari perasaan wanita itu sedari awal agar ia bisa menghindari wanita itu dan tidak mengharapkannya.
"maaf Clau aku tidak bisa, sebaiknya kamu istirahat ini sudah larut besok aku akan mengantarmu kembali!"
Aldo memilih meninggalkan wanita yang patah hati itu, berbicara apapun saat ini Claudia tidak akan mengerti ia justru takut akan lebih menyakiti perasaan Claudia.
__ADS_1