SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
KURANG TIDUR


__ADS_3

Happy Reading


SALAM SAYANG DARI VIE, BUAT KALIAN YANG SUDAH BERKENAN MEMBACA NOVEL RECEH INI 💚💚💚 TERUS BERI DUKUNGANNYA YAH KAK 😘


.


.


.


di pagi hari Kiana terbangun dengan perasaan kurang fit dan sangat tidak nyaman.. semalaman ia bahkan tidak menghabiskan makan malamnya yang diantar ke kamar dan tidak bisa tidur hingga dini hari.


perasaan gelisa dan cemburu mengganggu ketenangan malamnya, bayangan Devano dan Balqis yang sedang bermesraan dengan penuh cinta benar benar meneror otak kecilnya.


saat bangunpun ia menyadari sisi lain tempat tidur yang sering Devano tiduri masih kosong, cukup menjadi bukti Devano benar benar menghabiskan malam panjangnya bersama Balqis.


memikirkan suami dan kakaknya masih sedang bermesraan saat ini membuatnya benar benar sakit hati dan merasa kepalanya sangat pusing.


ia sangat malas bergerak dan melanjutkan aksi Magernya dikamar


"begini amat yah jadi simpanan kakak ipar sendiri!" batin Kiana menjerit sebelum ia berusaha menguatkan dirinya sendiri lagi.


"*keknya minta cerai lebih aman buat kesejahteraan semua orang deh,, diluar sana juga banyak janda yang hidupnya jauh lebih bahagia bahkan mereka masih laku kek tahu bulat dadakan 500an!"


"arghhh apa benar galau dan sakit hati membuat hilang kewarasaan yah*?"


lelah bermonolog sendiru dengan fikiran fikiran konyolnya ia bergegas membersihkan diri.


****


Kiana menurungi tangga dengan canggung, ia sudah terlihat lebih cantik dan segar.


"sudah bangun sayang?" sapa Mom Elle.

__ADS_1


malu banget orang orang sudah berkumpul disana dan sudah selesai sarapan termaksud Balqis, dan ia baru bangun jam segini?!


"pagi Mom, Dad, Mas, Kakak!" sapa Kiana dengan suara yang sedikit tercekak dileher.


Balqis hanya membalas dengan anggukan dan tersenyum. terlihat ada yang berbeda diwajah kakaknya!


"mungkin kakak sudah tahu posisiku, dan ia kecewa padaku!"


"pagi nak! kamu sarapan saja yah,, Daddy harus berangkat kerja sekarang.. maaf kami tidak membangunkanmu.." ucap Daddy mengusap kepala Kiana yang di ikuti seulas senyum mom Elle.


Daddy beranjak dan di antar Mom Elle keluar.


Kiana mengambil tempat duduk agak menepi dimeja makan itu dengan perasaan nano nano, dimana Balqis dan Devano belum beranjak dari sana.


Devano sekarang sibuk dengan ponselnya dan sama sekali tidak melirik ke arahnya.. rasanya benar benar sakit berada diposisi ini. tentu itu bukan hanya untuk Kiana tapi, juga Balqis..


Devano kemudian memberi kode kepada pelayan agar membersihkan meja makan itu, dan menyiapkan sarapan baru untuk istri kecilnya.


"kamu sudah siap?" tanya Devano datar pada Balqis.


Kiana mulai menyantap sarapannya yang sudah tersedia, mencoba menutup mata dan telinganya menyaksikan pasangan yang menganggapnya manusia transfaran itu.


entah kenapa Balqis yang biasanya ramai dan selalu ceria padanya sekarang seperti ikut ikutanan tidak ingin menatapnya, dan itu sangat melukai perasaan Kiana. namun Kianapun canggung dan tidak berani memulai percakapan terlebih dahulu.


"yah sudah kita berangkat sekarang!"


Devano beranjak membantu Balqis untuk berdiri, jelas saja karena tanpa sepengetahuan Kiana kondisi wanita itu juah lebih buruk darinya.


menyaksikan itu membuat dada kiana terasa semakin sesak dan tercabik cabik besamaan gejolak didalam perutnya terasa diaduk aduk.. namun ia menahan perasaan yang sangat menyiksa itu dengan berusaha mengunya makanannya.


sampai kedua insan itu hilang dibalik pintu tanpa mengucapkan sepata kata untuk Kiana.


Kiana sudah tidak tahan lagi, ia berlari menuju toilet terdekat yang bisa dijangkaunya dan mengeluarkan semua isi perutnya disana.

__ADS_1


beberapa saat setelahnya


dimeja makan Mom Elle terlihat celingak celinguk mencari Kiana, yang makanannya pun belum berkurang setengahnya.


"Mbak, lihat Kia tidak?" tanyanya pada pelayan yang tidak jauh dari sana.


"Nyonya muda tadi masuk ke toilet itu Nyonya!"


Mom Elle menghampiri ruangan itu, dan ia terkejut saat mendengar Kiana yang mual mual mengeluarkan isi perutnya yang tersisa.


dengan langkah cepat ia masuk dan melihat kondisi Kiana yang sudah pucat pasi dan lemas.


"sayang kamu kenapa?"


"Mom Kiana merasa lemes!" lirih Kiana terlihat wajahnya basah karena air mata, keringat, dan air yang dipake mengusap mulutnya dan berkumur.


tangannya terasa sangat dingin, dan berkeringat.


Mom Elle membantu Kiana keluar dari ruangan sempit itu, dan mendudukkannya di sofa.


"Mbak telfon Devano suruh putar balik!" teriak Mom Elle yang tahu Devano dan Balqis ingin kerumah sakit.


"enggak Mom, jangan!" Lirih Kiana memelas.


"tapi, sayang kamu tidak sehat kalau begini!"


Kiana hanya menggeleng.


"baik telfon dokter minta kesini saja yah nak!"


"Mom Kia hanya butuh istrahat sebentar, semalam Kia enggak bisa makan dan enggak bisa tidur!" jujur Kiana membuat Mom Elle membulatkan matanya, ia tahu sekali apa alasannya kenapa Kiana tidak bisa tidur.


yah sudah kamu istrahat dikamar yah sayang, nanti mbak buatin kamu sup.

__ADS_1


Kiana hanya mengangguk, setuju.


__ADS_2