SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
LEMBARAN TERAKHIR DIARY KIANA


__ADS_3

HAPPY READING.


"maaf kakak Vie slow up yahh, pekan ini agenda vie sangat padat.. namun Vie akan berusaha selalu luangin waktu untuk up 😘😘😘"


*


*


*


"masuk ke mobil!" baritone maskulin mengejutkan Hilda.


"Tu.. Tuan!"


Hilda mengangkat kepalanya menatap tubuh tinggi menjulang berdiri di disampingnya.


Aldo tidak menjawab, ia mengulurkan tangannya untuk menjadi topangan Hilda berdiri.


entah kenapa hati Hilda merasa semakin sakit melihat tangan Aldo, selama ini ia sudah terbiasa jatuh dan bangun sendiri.


ia menahan sekuat tenaga agar air matanya tidak jatuh lagi.


tanpa menyambut uluran tangan itu ia berdiri dan berusaha bersikap biasa saja.


"maaf Tuan saya sudah menghalangi jalan anda, saya terpeleset!" elaknya mencoba tersenyum


Aldo mengerutkan alisnya, ia bisa melihat sisa air mata yang belum kering dipipi gadis itu.


"yah sudah, Mommy memintaku menjemput dan membawamu ke rumah kakak ipar!"


Hilda ingat, ia sudah mendapat pesan dari Kiana tentang ini.


ia mengangguk dan segera masuk dikursi penumpan saat Aldo sudah masuk terlebih dahulu di kursi pengemudi.


keduanya sama sama diam,, tanpa mereka sadari Zetno yang tadi mengejar Hilda mengepal tangannya melihat kepergian Hilda.


******


di waktu yang sama di Rumah Devano & Kiana.


"mas kamu ngapain sih lihatin aku terus?" kesal Kiana sedari pagi Devano terus menempel seperti perangko sambil senyum senyum menatap sang istri


Devano tidak ingin meninggalkan Kiana meski hanya sebentar, sambil menunggu orang orang untuk mempersiapkan acara tasyakuran besok


"aku rindu yank!" Devano mengeratkan pelukannya dan mengusap perut datar Kiana

__ADS_1


"enggak usa alay yah mas, sebaiknya kamu cari kerjaan sana!"


"ini aku kerja yankk.. kerjanya jagain kamu dan buah cinta kita didalam sini" Devano megecup perut datar itu berkali kali.


meski Kiana terus protes namun tidak bisa dipungkiri ia merasa sangat bahagia dengan perlakuan Devano.


ia tersenyum kecil..


impiannya hidup bersama pria yang dicintainya tercapai, orang tuanya kembali sangat menyayanginya dan sekarang buah cintanya sedang berkembang didalam sana.


namun ia masih berharap suatu hari Devano bisa mengatakan cinta padanya.


"mas itu sketsa besar, itu maksudnya apa?"


tanya Kiana menatap sketsa besar yang sudah mencuri perhatian saat pertama masuk kekamarnya itu.


sketsa seorang gadis duduk dibangku taman seperti sedang menulis pada buku kecil


"kamu enggak tau?"


Kiana menggeleng, sebenarnya ia ingin sebuah foto pernikahannya dengan Devano digantung disana.


namun ia sadar pernikahan yang ia jalani tidak seperti pernikahan yang ia impikan.


Devano mentatap Kiana lama sebelum kembali bersuara.


"sayang itu sketsa seorang wanita yang duduk ditaman, sambil menulis di buku diary kesayanganya.." ucap Devano tersenyum


ia tersenyum saat mengingat kekonyolannya mencuri gambar gadis yang dicintainya diam diam disebuah taman.


lalu meminta Aldo untuk membuat sketsa yang persis dengan jepretannya itu.


Kiana menunggu penjelasan lain dan menatap lukisan abstrak itu ia merasa tidak asing dengan situasi disana.


"lukisan itu ada ceritanya loo sayang, kamu mau mendengarnya?"


kiana mengerutkan alisnya namun tetap mengangguk.


"jadi, ada seorang gadis muda yang sedang jatuh cinta pada teman kecilnya, namun ia memilih menyembunyikan perasaannya dan hanya meluapkan semuanya dalam diarynya... nah ditaman ini ia sering duduk dan menulis!


kamu tahu yank?? dengan bodohnya gadis kecil itu justru merelakan orang yang dia cintai untuk menikahi saudarinya sendiri!"


Kiana langsung menatap devano tajam, jelas saja Kiana merasa sangat tersinggung dengan ucapan Devano.


namun Kiana berusaha mengontrol dirinya sendiri.

__ADS_1


"gadis yang bodoh!" Kiana ikut menimpali, membuat Devano sangat gemas.


"Benar.. dan ada lagi sayang... gadis itu ternyata juga tukan nguntit loo yank, dia suka menguntit pria yang dicintainya itu dan mengambil gambar sembunyi sembunyi."


wajah Kiana sudah seperti kanebo kering, ingin rasanya ia menutup mulut Devano sekarang..


Devano sudah ingin terbahak belihat reaksi Kiana.


"sayang kamu kenapa? kok kayak lagi menahan sesuatu? kamu pup yah??"


Kiana ingin sekali mencekik leher Devano sekarang.


"e..enggak kok! minggir aku mau keluar! bentar lagi mommy dan yang lain datang!"


Devano akhirnya tertawa dan segera meraih tangan sang istri.


"tunggu dulu yank.. aku punya sesuatu untukmu!"


Kiana diam dan menurut saja, ia tiba tiba merasa dongkol.


Devano beranjak membuka salah satu laci disana dan mengeluarkan buku yang tidak asing bagi Kiana.


"i... ini?" Kiana langsung merebutnya dengan kesal dan menyembunyikannya dibalik badannya.


Devano tertawa lepas melihat tingkah menggemaskan istrinya itu.


"aku sudah membaca semuanya yankk!"


iya Devano sangat penasaran dengan isi Diary Kiana yang sudah menggantung dibacanya itu, hingga ia meminta mami untuk mengambil untuknya.


apa lagi setelah mengetahui ada buah cintanya didalam tubuh sang istri ia tidak rela jika Kiana mencintai orang lain.


saat Kiana tidak sadarkan diri dirumah sakit, Devano menjaga sang istri sambil menyelesaikan membaca diary itu.


dan Devano sangat terkejut namun merasa sangat bahagia saat ia membaca lembaran terakhir yang mencurahkan isi hati Kiana yang harus merelakan orang yang ia cintai untuk sang kakak..


DEAR DIARY


INILAH AKHIR KISAH CINTAKU YANG TIDAK PERNAH SAMPAI..


AKU HARUS BERADA DALAM SITUASI DIMANA AKU HARUS MERELAKAN DIA YANG SUDAH LAMA TERTULIS DIDALAM HATI INI UNTUK SANG MALAIKAT NYATAKU YANG SELALU MENYAYANGIKU.


MESKI RASANYA SANGAT SAKIT NAMUN AKU BANGGA BISA MEMBERI SEBUAH HADIA UNTUK KAKAK YANG SANGAT MENYAYANGIKU..


SESUATU YANG PALING AKU CINTAI DAN SANGAT BERHARGA DALAM HIDUPKU..

__ADS_1


"CINTA PERTAMAKU.. DEVANO EDZAR DJATMICO"


DEVANO AKU BERHARAP SUATU SAAT AKU PUNYA KEBERANIAAN MENGATAKAN PADAMU BAHWA AKU PERNAH ATAU BAHKAN MASIH MENCINTAIMU MESKI KAU TELAH BAHAGIA BERSAMA KAKAKKU .


__ADS_2