
Happy Reading
.
.
.
.
.
situasi dalam ruangan itu tiba tiba hening
zetno sudah sadar dengan kegilaannya barusan dan membuatnya sedikit malu, namun ada rasa lega Hilda sudah mendengar kata katanya walau wanita itu masih memilih diam.
Zetno kemudian menarik tangan Hilda pelan keluar dari kamar itu takut khilaf dan membuat Hilda semakin membencinya.
Hilda hanya menurut saat Zetno memintanya untuk duduk disofa diruang utama apartemen itu.
"minum dulu!" Zetno memberikan air kepada wanita yang masih berusaha meredam kemarahannya itu.
Hilda hanya menatap air itu, dingin tanpa ingin menyentuhnya.
"tenang saja ini aman kok!"
ucap Zetno meyakinkan namun Hilda tetap tidak peduli.
"aku ingin pulang, buka pintunya!" ucapnya Hilda tegas
Zetno kembali bersimpuh di kaki Hilda, tak mempedulikan permintaan gadis itu
"Hilda maafkan aku, aku memang pria bodoh yang terlambat menyadari perasaanku pada wanita istimewa sepertimu.." lirih Zetno dengan suara yang kembali bergetar.
ada sedikit kebahagian dihati Hilda mendengar itu dari mulut Zetno walau masih terlalu banyak amarah karena perbuatan Zetno yang sangat melukainya selama ini.
"Hilda aku tahu aku bajingan, aku bergonta ganti wanita namun itu hanya untuk menutupi perasaanku padamu! aku awalnya tidak percaya dengan cinta dan menganggap wanita hanya mainan dan hiburan... aku terlalu bodoh, egois, dan juga seorang pecundang, aku malu mengakui setelah aku menyakiti dan mencampakan banyak wanita aku mala jatuh cinta dengan gadis istimewa dan luar biasa sepertimu!" ucap Zetno panjang lebar dengan bahasa tidak teratur ia hanya ingin mengatakan semua apa yang ia rasa pada gadis didepannya itu.
ia lelah dan tidak terima Hilda menghindar dan mengacuhkannya..
dan ia sakit menerima kebencian Hilda.
__ADS_1
Zetno memberanikan diri menyentuh tangan gadis itu yang sejak tadi mengacukannya.
"tolong beri aku satu kesempatan... aku akan menebus semua kesalahanku Hil, aku akan melindungimu bahkan menghabisi siapapun yang telah menghina dan menyinggungmu selama ini!" ucap Zetno meyakinkan
"kalau begitu habisi saja dirimu!" ucap Hilda dingin membalas tatapan Zetno
zetno terdiam sesaat, merasa sangat tersindir karena yang paling menyakiti Hilda selama ini adalah dirinya sendiri.
"apa itu akan membuatmu memaafkan ku dan akan membuatmu bahagia?"
"lupakan saja aku tidak sekejam dirimu!" ucap Hilda menarik tangannya dari genggaman Zetno ditangannya.
entah kenapa hatinya merasa dingin tak sebahagia seperti ekspektasinya , mungkin karena ia terlalu kecewa selama ini dengan pria itu.
"bangun dari sana aku sudah memaafkanmu!" ucap Hilda akhirnya yang tidak ingin berlama lama disana.
"benarkah?" mata Zetno berbinar dan bangkit ingin memeluk wanita yang sudah membuatnya dilema selama kurang lebih 7 atau 8 bulan itu.
"tolong jaga sikapmu, aku ingin pulang!" Hilda dengan cepat menghindari, ia masih ingat betul bagimana Zetno dengan musuh bebuyutannya dikampus saling memuaskan.
Zetno paham tidak muda membuat wanita itu memaafkannya.
"ikut aku sebentar ke suatu tempat dulu yah sebelum mengantarmu kembali!"
*
*
*
zetno berhenti tepat disebuah rumah besar yang tak kalah mewah dengan rumah besar Djatmico.
"i..ini rumah siapa?" tanya Hilda tiba tiba merasa gugup dan sungkan.
zetno tidak menjawab ia hanya menarik tangan Hilda turun dan membawanya masuk kerumah itu.
diruang utama rumah besar itu sepasang pria dan wanita paruh baya seperti sedang membicarakan sesuatu.
"ma.. pah!"
"sayang, kamu pulang?" sapa wanita yang usianya sekitar usia mami Ningrum itu lembut pada Zetno kemudian beralih menatap wanita yang digandeng anaknya.
__ADS_1
pria paruh baya disana hanya diam menatap kedatangan keduanya.
Hilda yang ditatap seperti itu ingin rasanya mengambil jurus kaki seribu untuk menghilang dari sana.
"siapa dia sayang? kenapa tidak dikenalkan?" ucap lembut Sandra mama Zetno atau adik dari Daddy Bas, melihat gadis polos disamping anaknya terlihat gugup.
baik Sandra dan Lukman bisa menilai seperti apa gadis yang dibawa anaknya itu, jauh berbeda dari gadis gadis yang sering di bawa Zetno jalan.
"Mah, Pah Zetno siap membantu papah mengurus perusahan tapi Zetno punya permintaan untuk menikahi Hilda!" ucap Zetno to the poin mengeluarkan kalimat ajaib itu, dengan satu tarikan nafas.
membuat semua orang melongo
tak terkecuali Hilda yang terkejut, ia langsung melepaskan pegangan tangan Zetno.
sedangkan didetik berikutnya mama Sandra terlihat tersenyum bahagia, ia tidak pernah melihat anaknya sebodoh ini berurusan dengan perempuan.
pasti gadis ini istimewa
"duduk dulu sayang jangan terburu buru, kita bicarakan baik baik yah!" bujuk Sandra
Lukman hanya diam untuk mencari keseriusan diwajah putranya, ia tahu betul bagaimana kelakuan putra bungsunya itu selama ini mencari kesenangan dengan banyak wanita.
Lukman juga adalah ayah biologis Aldo dengan istri pertamanya yang sudah tiada..
Lukman sangat menyayangi kedua putranya namun Aldo yang tidak bisa menerima kehadiran Sandra sebagai pengganti ibunya memilih mandiri hingga ia bersahabat dengan Devano yang tak lain saudara sepupu adiknya sendiri saat sekolah, hingga mereka bekerja sama hingga saat ini.
Sandra dan Lukman bertanya banyak hal pada Hilda.
mulai dari alamat, kesibukan, dan orang tuannya.
Hilda tidak segang menjelaskan semuanya ia tak ingin menyembunyikan apapun.
dengan sopan dan penuh kehati hatian ia mengatakan dengan terbuka.
baik papa Lukman dan mama Sandra tidak mempermasalahkan asal usul Hilda.
kali ini mereka yakin jika anaknya sudah memilih gadis yang tepat.
hingga akhirnya Zetno meminta izin untuk mengantar Hilda kembali setelah makan siang bersama disana.
sepanjang jalan di dalam mobil Hilda hanya diam, entah kenapa bukannya bahagia Zetno membuktikan keseriusannya justru hatinya merasa kehampaan
__ADS_1
dukung Aldo atau Zetno nih kak? 😁😁😁
jangan lupa beri dukungan untuk andalan kalian yah kakak, biar kk Vie enggak salah eliminasi 😂