
Daddy Bastian dan Papi Danuenra berjalan terburu buru menuju ruangan dokter Michael, dokter yang menangani Aldo selama ini bersama Claudia.
Dokter Michael, Claudia dan beberapa tenaga medis lainnya yang tengah membahas keadaan dan tindakan medis yang akan dilakukan pada Aldo terkejut saat ruangannya di datangi dua pengusaha ternama itu.
"maaf Tuan Tuan ada apa ini?"
tanya Dok Michael datar melihat ketidak sopanan kedua pria dewasa itu menerobos ruangannya, mewakili pertanyaan orang orang di ruangan itu.
Daddy memberi kode agar ia bisa bicara dengan Dok Michael hanya bertiga bersama Papi Danu.
Claudia pun keluar dari sana mengajak beberapa tenaga medis lainnya setelah Dok Michael memberi intruksi dengan menepis rasa penasarannya...
*
*
*
keesokan harinya
entah apa yang dibahas ketiga pria itu kemarin diruangan Dok Michael namun tiba tiba Dok Michael menjadwalkan tindakan oprasi transplantasi jantung untuk Aldo pagi ini, padahal semua orang tau belum ada jantung yang cocok untuk Aldo.
lalu dimana Dok Michael mendapat pendonor? hanya Papi dan Daddy Bastian yang punya jawabannya.
namun, baik keluarga yang belum sempat bertanya karena sedang fokus menunggu hasil operasi yang berlangsung saat ini, kedua pria dewasa itupun entah kemana dan belum bisa memberikan jawabannya karena masih sibuk mengurus sesuatu setelah mengantar istri istri mereka ke rumah sakit ini untuk melihat kondisi Aldo yang sudah dianggap anak sendiri.
__ADS_1
***
dan saat ini situasi sedang terasa sangat genting dirumah sakit, karena kondisi Aldo yang lemah membuat Operasi sangat sulit di selesaikan para tenaga medis yang sudah berjuang berjam jam didalam sana sambil bernegosiasi sengit dengan malaikat maut.
salah satu diantara mereka sudah beberapa kali keluar ruangan dengan tergesa gesa entah mengambil atau menyimpan apa, namun hanya satu jawaban ketika mama Sandra atau papa Lukman yang sudah sangat khawatir menanyakan keadaan Aldo didalam sana.
"bantu tenaga medis dengan berdo'a yah Nyonya, Tuan semoga operasinya dilancarkan, dan Tuan Aldo baik baik saja" yah hanya itu jawabannya
sebuah kalimat ambigu, namun bisa disimpulkan dari raut wajahnya jika pasien sedang tidak baik baik saja.
suasana di luar ruang operasi tak kalah mencekamnya didalam sana,, setiap menitnya terasa sangat lama, semua orang menunggu hasil dengan jantung yang seolah sedang maraton.
terasa sunyi karena semua diam dengan fikirannya masing, sambil berdoa agar malaikat maut bisa melepaskan Aldo.
Hilda yang juga masih disana tidak dapat lagi menyembunyikan kekhawatiran dan ketakutannya.
ia seolah lupa untuk bernafas, dadanya bergemuru dan sesak hanya membayangkan jika terjadi yang tidak tidak dengan Aldo.
sampai pekikan tangis keluar dari mulutnya, mengundang tanya pada Zetno yang langsung menatapnya begitu dalam.
sedang Kiana yang tadi datang bersama Devano, hanya menguatkan sahabatnya itu dengan pelukan.
Kiana bisa membaca kekhawatiran sahabatnya, dan Kiana tidak pernah melihat Hilda semenyedihkan itu hanya untuk menangisi seseorang. yah pasti kecuali jika memang Hilda menganggap orang itu sangat berarti baginya.
dan disini Hildapun semakin yakin, dan bisa menyimpulkan jika hatinya memang sudah terisi nama Aldo, dan entah itu dimulai sejak kapan.
__ADS_1
rasa takut kehilangan, dan perih didadanya tak pernah seperih ini.. bahkan ia berjanji jika Aldo kenapa napa Hilda berfikir akan ikut saja bersama pria itu menghadap malaikat maut.
*
*
*
setelah menunggu sampai sore hari, akhirnya tim medis keluar dari ruang operasi terakhir keluar Dok Michael dan Claudia.
Dok Claudia langsung menatap Hilda sesaat sebelum membuang muka kemudian melihat yang lainnya dengan tersenyum.
Hilda merasa bukan waktunya untuk tersinggung, semua orang hanya menunggu kabar baik dari dokter itu
"syukurlah operasinya berhasil walau sedikit lebih lama dari operasi transplantasi jantung biasanya karena, kondisi Tuan Aldo memang sudah terlanjur menurun belakangan ini, dan tadi tubuhnya sempat menolak pencangkokan namun hasil kerja keras tim di sertai doa keluarga... syukurlah Tuan Aldo masih mampu bertahan" ucap Dok Michael panjang kali lebar sambil memberi senyum ramahnya untuk memberi rasa tenang pada keluarga dan kerabat Aldo disana.
semua langsung merasa lega, seprti sesuatu yang sedari tadi menjanggal paru paru mereka untuk memasok oksiken telah hilang, namun tentu masih banyak kekhawatiran lainnya yang harus mereka tanyakan pada Dok Michael.
"jadi kapan Aldo akan sadar dan bisa ditemui Dok?" tanya papah Lukman mewakili banyaknya pertanyaan dari yang lain.
"maaf Tuan kami belum bisa memastikan untuk itu, namun kalau sekedar untuk melihat kondisi Tuan Aldo anda bisa melihatnya nanti setelah perawat perawat kami memindahkannya ke ICU dan prosedurnya nanti akan dijelaskan juga oleh perawat."
setelah itu tidak ada lagi yang bertanya mereka cukup mengerti setelah berjuang berjam jam di dalam sana dokter itu juga butuh istrahat, mereka akan bertanya lagi nanti.
Maafkan Othor yang sempat hilang setelah sekian purnama ya bestie 🤣🙏🙏, abis Othor tersesat saat melakukan pertapaan 🤭, makanya kalau mau Othor gak sering2 tersesat saat bertapa banyak banyakin sajennya 🤣🙏🙏🙏
__ADS_1