SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
KECURIGAAN MAMI


__ADS_3

HAPPY READING


.


.


.


.


.


"Ki.. Mami?" wajah papi sama terkejutnya dengan Kiana dan Mami.


"Papi ngapain disini?" tanya Mami to the poin,,


meskipun Balqis anak angkat mereka tapi, bagaimanapun Balqis sudah menjadi wanita dewasa bahkan saat Balqis masuk dirumah mereka sudah berusia 15 tahun yang berarti sudah remaja..


sedang Papi juga adalah seorang pria dewasa meski sudah berusia namun ketampanan dan karisma Papi masih banyak mengalahkan anak muda, dan banyak wanita seusia Kiana dan Balqis diluar sana tidak akan menolak pesona pria dewasa itu.


Mami benar benar merasa tidak enak melihat suaminya berada diapartemen anak angkatnya itu.


"kalian sendiri kesini ngapain?"


tanya Papi balik, membuat Mami semakin tidak nyaman melihat kekhawatiran Papi.


"Kia sama Mami mau jengukin kakak!"


"sama Papi juga kesini mau lihat keadaan kakak kamu." ucap Papi kemudian melangkah masuk memberi jalan kepada putri dan istrinya.


"Kia.. Mami.." Balqispun menyapa berjalan mendekati mereka. Mami hanya tersenyum


wanita itu terlihat sedikit berantakan dan matanya sembab, membuat fikiran Mami semakin tidak bersahabat.


namun Kiana justru kasihan melihat Balqis, ia tahu pasti wanita itu sangat merasa tersakiti dan tertekan. terlihat Balqis tidak merawat dirinya lagi, dan lingkaran hitam dimatanya menjelaskan ia kurang beristrahat dalam tidurnya.


"Kakak Kia bawa Rujak, sore sore gini pasti segerkan makan rujak?!" Kiana mencoba memecahkan kecanggungan itu, membuat Balqis tersenyum..

__ADS_1


"Ma kasih Ki!"


tidak sulit menemukan dapur apartemen itu, Kia mengambil piring dan menyajikan rujak itu.


"mami apa kabar?"


sudah lama Balqis tidak bertemu dengan Mami.


"baik, kamu sendiri?"


Mami berusaha menekan perasaannya, tidak mungkin kan Papi bertindak bodoh, ia hanya melakukan tanggung jawabnya menjaga Balqis!?


"seperti yang Mami lihat!"


sejujurnya Mamipun sangat kasihan melihat kondisi Balqis, Devano benar benar tidak mempedulikannya.


"kamu sebaiknya pulang kerumah bersama kami nak!" ucap Mami membuat Kiana dan Papi langsung menatap Mami..


namun Kia sebenarnya juga merasa kasihan, Balqis selalu ditinggal Devano sendiri dalam keadaan hamil pasti itu sangat menyakitkan untuk Balqis.


namun ia juga tidak ingin seatap dan menyaksikan kedekatan kakak dan suaminya. ia merasa dilema


"tapi disini kamu juga sendiri Balqis!" desak Mami.


"ada pelayan saat pagi sampai sore Mi yang nemenin Balqis, kadang juga Balqis minta dia nginap!"


yah memang Devano menyewah pelayan untuk menemani Balqis, bagaimanapun ia masih iba dengan wanita hamil itu.. lebih tepatnya iba dengan janin tidak berdosa itu!


"kak rujaknya enak lo, ayo..." ucap Kiana mengalihkan pembicaraan dan duduk dihadapan Balqis, ia tidak ingin ada perdebatan sekarang..


Balqis tersenyum dan ikut menikmati rujak yang dibawa Kiana, namun masih jelas terlihat wajah lelahnya karena permainan takdir ini.


"ma kasih Kia, beli dimana?? ini enak.." Balqis mencoba bersikap santai melupakan apa yang terjadi diantara mereka dan apa yang akan ia hadapi.


"tadi dijalan kak.. nanti Kia beli lagi kalau kakak suka!" jawab Kia sambil menikmati rujak itu bersama Balqis..


sedang Papi dan Mami sekarang hanya diam menatap mereka dengan fikiran mereka masing masing.

__ADS_1


menit berikitnya


"Mami, Kia??" tiba tiba baritone maskulin itu mengalihkan perhatian mereka.


"Vano, Mas Tian?" Mami langsung berdiri dari duduknya, saat melihat Devano, Daddy Bastian dan Aldo disana.


Devano memang tahu sandi apartemen itu jadi tanpa membunyikan bell ia langsung saja masuk.


tatapan Kiana dan Devano bertemu dan saling mengunci untuk beberapa saat, itu tidak lepas dari perhatian Balqis.


Kiana buru buru mengalihkan pandangannya.


"ada apa ini tumben kalian datang bersamaan?"


Mami bingung melihat kehadiran 3 pria itu datang bersamaan.


"oww,,, kami hanya mau melihat keadaan Balqis!" sanggah Daddy cepat.


"Kia bukannya masih kurang enak badan?? Mami sama Kia pulang duluan ini uda hampir petan angin malam tidak baik untukmu yang masih kurang sehat!" ucap Devano melirik jam tangannya kemudian menatap Kiana.


sedangkan Kiana hanya acuh tak acuh dengan ucapan Devano.


ada rasa cemburu melihat suaminya datang kesini, mungkin malam ini Devano akan menghabiskan malamnya dengan Balqis. fikir Kiana


"Papi?" lirih Mami menatap sang suami yang sedari tadi diam.


"Mami duluan sama Kia,, Papi mau ngobrol sama Bastian sebentar!"


Mami hanya mengangguk meski merasa penarasan dan curiga, sepertinya mereka menyembunyikan sesuatu..


"Aldo.. kamu anter Mami dan istriku pulang saja!"


"enggak usah Van dibawa ada Dani nungguin Kita kok!" ucap Mami


"uhuk.. uhukkk"


Balqis yang diam dengan pemikirannya sambil mengunya rujak tiba tiba tersendak.

__ADS_1


dasar maniak... enggak punya hati banget seenaknya ngakuin istri dihadapan kak Balqis! Umpat Kiana..


__ADS_2