
HAPPY READING
.
.
.
keesokan harinya Devano masih belum ingin meninggalkan sang istri dirumah sakit tanpa pengawasannya..
saat Dokter selesai memeriksa keadaan Kiana.
Mami berganti menjaga Kiana.
sedang Devano menemui Aldo yang baru saja datang..
"bagaimana Do?"
"seperti keinginanmu,, si tua bangka itu semalam mendapat banyak pelajaran dari Daddy dan uncle Danu! sayangnya ternyata dia mengalami gangguan mental gegara ia tidak bisa mencapai semua ambisinya!"
Devano terkejut.. ia menatap Aldo meminta penjelasan yang lebih pasti
"iya, setelah gagal memiliki Aunty Ningrum, ia sempat depresi karena kehilangan segalanya.. sebenarnya dia tidak terlalu mempermasalahkan soal Aunty Ningrum, dia kecewa dan depresi karena kehilangan sahabatnya bersamaan usahanya saat itu juga bangkrut, dan ia tidak punya dukungan dari orang dekat!"
"jadi maksud kamu pak Hendra melakukan ini karena kecewa sama sahabatnya bukan karena masih mencintai mami?"
"iya seperti itulah...
dia bertemu dengan Erland sekitar 10 tahun lalu, yang ternyata anak dari orang yang sempat membantunya dari kebangkrutan, namun tidak lama Papa Erland yang seorang duda itupun meninggal. dari situlah Pak Hendra mengangkat Erland menjadi anaknya, dan didik untuk menjadi pion balas dendamnya!"
Devano mengusap wajahnya kasar mendengar penjelasan Aldo..
"lalu Erland Eks Dani dan Balqis sekarang dimana?"
"mereka masih ditempat kita, uncle Danu dan Daddy ingin kamu yang menentukan apa hukuman yang layak untuk mereka!"
yah Karena ternyata dibalik penyekapan ini Erland tidak sepenuhnya bersalah.
__ADS_1
"aku akan mematahkan seluruh tulang pria bajingann itu hingga meminta untuk mati saja, dan Balqis aku akan membuatnya hidup lebih lama tapi, menjadi orang gila!" ucap Devano datar..
ia benar benar murka mengingat bagaimana mereka menipunya, hingga menyekap Kiana yang menyebabkan ia hampir kehilangan buah Cintanya
ekhemm
Aldo berdehem, menunggu amarah Devano surut.. ia ingin mengatakan sesuatu.
Devano sudah paham karakter Aldo.
"katakan apa yang ingin kamu katakan!"
"sebenarnya yang memberikan alamat semalam saat kamu di sekap itu Erland!"
"What??" Devano memekik bingung
"iya, dia mengirim lokasi dan mengatakan untuk segera menyelamatkanmu dan kakak ipar!"
Devano menggeleng tidak percaya.. bagaimana bisa orang yang menyekapnya ssendiri yang ingin menyelamatkannya, benar benar lelucon konyol.
Aldo mengerti kebingungan Devano.
"meski ia mengirim lokasi kalian semalam, tapi Papi tetap murka dan menghajarnya habis habisan.. Papi juga mengintrogasinya meminta penjelasan kenapa ia melakukan semua ini.."
"lalu?"
Flash back On
saat Daddy menggerebek Hendra diruang penyekapan
Papi menghajar Erland habis habisan diruang tamu rumah besar itu
dan Aldo mengamankan Balqis yang ternyata dilantai dua rumah besar itu.
"apa maksud kamu melakukan semua ini brengsek?" maki Papi menghajar supir yang sudah ia percaya untuk menjaga putrinya selama ini.
Erland hanya tertawa.
__ADS_1
Papi kembali melayangkan pukulanya.
"silahkan Tuan.. bunuh aku! bunuh aku! biar anak dan cucumu tahu kalau kau memang seorang pembunuh!"
Deg
jantung papi seolah berhenti, ia kembali mengingat ucapan Balqis.
Papi mundur dan menjatuhkan dirinya dilantai.
Erland bangkit dan menatap pria yang sudah menjadi majikannya selama 5 tahun itu.
"nyawa anak dan cucumu sekarang dalam bahaya Tuan!" ucap Erland tiba tiba dengan suara bergetar menahan tangis menyadarkan Papi.
bersamaan Devano keluar dari ruangan membopong Kiana untuk dilarikan kerumah sakit.
Devano berlalu tidak menghiraukan apapun disekitarnya..
melihat Kiana yang memprihatinkan Papi kembali bangkit dan menghajar Erland habis habisan hingga pria itu tersengkur memuntahkan darah.
Erland sama sekali tidak melakukan perlawanan membuat Papi berhenti saat pria itu terlihat sudah lemah.
Papi Menarik kerah baju Erland sudah terkapar.
"apa maksudmu melakukan semua ini!"
"a..aku mencintai Kiana Tuan!"
Papi langsung menghempas kembali tubuh Erland kelantai.
ia tidak sudi mendengar kata itu keluar dari mulut pria yang sudah membahayakan nyawa putrinya.
"aku bisa melenyapkan Kiana dari dulu andaikan aku mau Tuan" ucap Erland terbata bata..
membuat Papi menatapnya dengan mata tajamnya.
bagaimana pria itu mengaku mencintai putrinya.. sedang ia baru saja mengetahui fakta anak yang dikandung Balqis ternyata anak supir gadungan itu.
__ADS_1