
Happy Reading
.
.
.
.
.
hari berlalu menjadi pekan, Kiana dan Devano menikmati kebersamaan mereka dirumah barunya yang tidak terlepas dari drama konyol.
mood Kiana yang suka beruba ubah, dan Devano yang bucin parah membuat rumah tangga mereka lebih berwarna..
saat Devano harus bekerja kadang Hilda atau Mom Elle akan menemani Kiana, dan juga ada seorang pelayan yang bekerja sedari pagi hingga sore dirumah mereka.
kadang Kiana akan keluar bersama Hilda atau mom Elle, untuk berbelanja.. entah kenapa Kiana sangat senang berbelanja akhir akhir ini namun Devano tidak pernah membatasi yah karena Devano tahu kemana belanjaan itu dibawa Kiana.
Devanopun sudah mengatakan pada mertuanya jika dirinya dan Kiana ingin menikmati awal yang baru pernikahannya ini, jadi ia meminta Kiana untuk tidak bekerja dikantor..
dan masalah perusahaan Wiryawan, Aldo dan beberapa orang kepercayaannya ikut membantu menangani masalah perusahaan itu dan Daddy Bas pun ikut turun tangan juga..
....
"Van aku sudah mengecek semua kemungkinan bagaimana dana perusahan uncle Danu bisa menguap.. dan aku menemukan kenjanggalan pada pemegang saham 30 % pada proyek properti yang mereka jalankan sekarang!"
"maksud kamu?"
Aldo memberikan beberapa berkas pada Devano.
"ini laporan suntikan dana dari perusahan EW.corp kan ?"
tanya Devano membaca seksama laporan itu
"iya.... dan kamu juga harus lihat berkas aslinya yang satu lagi, disana dana itu hanya angin hampa saja sebenarnya tidak ada dana yang masuk!"
__ADS_1
"what? bagaimana bisa??"
"yahh tentu saja bisa jika ada orang dalam yang memberikan konfirmasi tanda penerimaan dana!"
"shitt... tapi kamu tahu kan siapa dibalik EW.corp?"
"itu masalahnya, selama ini hanya ada perwakilan yang datang berbeda beda dari perusahaan hantu itu, kita tidak tahu siapa pendiri EW.corp itu sendiri!"
"kenapa bisa seceroboh ini?"
"saham yang dijanjikan cukup besar, pekerjaannya cukup mulus.. mungkin itu yang membuatnya muda dipercaya!" Ucap Aldo santai
"mulus menipu?" geram Devano
"kamu tahu.."
"lalu kamu punya rencana?"
"perwakilan dari perusahaan itu sudah diamankan anak anak kita, kita tinggal tunggu pengakuannya untuk membawa kita pada leadernya!"
"Do, apa kamu punya pemikiran yang sama denganku?"
"Balqis??" ucap Aldo santai masih posisi yang sama, ia merasa sangat lelah beberapa hari ini bekerja keras.
"hemmm..." jawab Vano dengan bergumam
"ternyata kepekaanmu mulai meningkat... tapi, masalahnya wanita itu juga seperti hilang ditelang bumi!" balas Aldo dengan suara malas
"shit... sebentar apa motif wanita itu?" geram Devano ia kemudian menatap Aldo..
ternyata pria lajang itu sudah tidur dengan dengkuran halusnya.
"shitt... masih siang begini sudah molor aja!" maki Devano keluar dari ruangannya.
*****
pusat perbelanjaan
__ADS_1
Kiana berbelanja habis habisan.. membuat Hilda menggeleng pusing
"Ki.. biarpun suami lo sultan kalau lo begini terus, lo bisa buat suami lo bangkut tau!"
"Hil.. beli toko ini dan penjualanya sekalipun tidak akan membuat kekayaan Djatmico habis!"
hanya itu yang akan keluar dari mulut Kiana, jika Hilda menasehatinya.
"lo buat orang lain ngerasain kaya mendadak tapi, ujung ujungnya suami lo bisa bisa jadi miskin Ki!"
"sejak kapan lo dengar sedekah bisa buat orang jatuh miskin Hil? yang ada kita itu ibaratnya lagi memancing rezeki dari Tuhan!"
"hemm??" Hilda menatap bingun.
memang selama ini mereka berbelanja dan sebagian besarnya dibagikan untuk orang orang yang membutuhkan..
Kiana akan membawa belanjaanya itu ke panti, ke anak jalanan, perkampungan kumuh, dan RSJ.. semua diajarkan dari Mom Elle..
"gue pernah dengar omongan orang alim, saat lo memberi satu kebaikan lo bakalan nerima 10 kebaikan dari Tuhan! ibarat umpangkan lo kasih umpan kecil, ikan yang lo tangkap juga kecil.. lo kasih umpan besar lo dapat ikan besar juga!"
Hilda tersenyum bangga, ia bukan tidak pernah mendengar pepata itu, namun ia tidak menyangka sahabat gerseknya itu melakukan semuanya karena pepatah itu..
"emang lo mau minta apa lagi sama tuhan sihh Ki?? lo tuh uda kaya, dikasih suami juga kaya, mertua lo dan orng tua lo juga baik, sekarang gue juga lihat lo udah akur akur aja ma laki lo!"
"gue masih punya banyak keinginan Hil,, salah satunya gue mau minta supaya sahabat gue juga menemukan kebahagiaannya!" ucap Kiana bersungguh sungguh merangkul lengang Hilda.. membuat hati sahabatnya itu menghangat..
belum Hilda menjawab, kehadiran seseorang yang menggandeng seorang wanita membuat Hilda kehilangan fokus.
"hai.. kalian disini?" sapa Zetno
"kak Hilda.." sapa wanita yang besama Zetno juga mengenali Hilda.
membuat Kiana dan Zetno mengernyit.
"kalian kenal?" tanya Zetno
Kiana memperhatikan gadis cantik, dan modis itu sedang mendayut dilengan Zetno dengan tatapan tidak suka.
__ADS_1