SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
KEJUTAN BALQIS


__ADS_3

**😭😭😭 map kakak kakak tersayangku


Vie baru muncul lagi.. kemarin Kaki tangan Vie benar benar terjerambat pekerjaan luar biasa, setelah itu kesehatan Vie down sampai enggak bisa nepatin janji untuk up tiap hari.. tapi Vie janji akan membayar semuanya 😘**


map map maaapkan Vie yah 😘😘😘


.


.


.


.


.


.


.


.


tidak semudah fikiran Kiana untuk menemukan informasi yang di inginkannya apa lagi hanya dengan bermodalkan kenekadan tanpa persiapan dan pengalaman.


beberapa hari ini, ia hanya menguntit rumah besar yang telah menjadi saksi bisu dimana orang tuanya dulu membesarkannya dengan penuh kasih sayang dan perhatian, dan juga perusahan Papi tempat ia dulu kadang mampir setelah kembali dari sekolah.


dengan kondisinya sekarang yang harus main kucing kucingan dengan orang yang dikenalnya, Kiana benar benar belum siap bertemu dengan orang orang yang dikenalnya dan membuka identitasnya yang sekarang yang menurutnya memalukan itu harus terkuak oleh publik.


.....


dengan langkah gontai Kiana kembali ke rumah yang sudah menjadi tempat ternyamannya beberapa pekan ini.


setelah mengucap salam, ia membuka pintu utama rumah itu dengan malas.

__ADS_1


"sudah pulang sayang?" tanya mom Elle menyambutnya, setelah membalas salam Kiana


"iya Mom." dengan suara manja dan lemas Kiana tersenyum pada Mom Elle.


hidupnya kenapa tiba tiba menjadi mombosankan seperti ini.


belum sempat Mom Elle kembali bersuara, suara pintu yang tadinya rapat kembali terbuka, disusul suara salam yang tidak asing bagi Kiana berhasil mencuri perhatian mereka.


dengan setengah terperanjak karena terkejut, Kiana meremas tangan Mom Elle yang sekarang menggenggamnya, saat sosok yang dihindarinya tepat berdiri dihadannya yang juga tak kalah terkejut.


"Kiana!" wanita itu melepas koper yang ada ditangannya hingga terhempas begitu saja.


beberapa saat mereka terpaku bersama.


"Balqis?, ayo kita duduk dulu!" Mom Elle memecah ketegangan yang dirasakan Kiana dan dirinya.


"i..iya mom." entah apa yang ada difikiran Balqis, namun wanita itu kembali memperlihatkan senyumnya yang merekah, dan kembali menyeret kopernya mengikuti langkah mertua dan adiknya yang telah kabur dari rumah lebih dari 3 bulan ini.


"Ki, Kakak merindukanmu, kamu kemana saja Dek?" ucap Balqis lembut setelah mengambil tempat duduk tepat disamping Kiana, dan memeluk tubuh wanita muda yang dianggap adiknya itu.


ia belum mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi seperti ini.


"kamu pakai hijab sekarang Dek?" Balqis menilai tampilan Kiana dari atas sampai bawa.


"e..enggak kak, cuman ikut tren saja! nanti juga dilepas..." balas Kiana lagi sebisanya menahan gejolak aneh di dadanya, entah kenapa kehadiran Balqis seperti ancaman baginya.


Kiana bingung harus bersikap seperti apa sekarang.


"Balqis, tumben kamu kesini nak?" Mom Elle ikut bersuara mencoba mengontrol perasaan terkejutnya, mengingat hubungan rumit anaknya dan tiba tiba Balqis muncul sambil menyeret koper kedalam rumah itu.


"Mom, Mas Devano sangat sibuk belakangan ini hingga jarang sekali kembali ke apartemen kami, Balqis tahu Mas Devano akan memilih kembali kerumah ini karena lebih dekat dari kantor mas Devano" raut wajah Balqis terlihat sedih sambil mengadu


"jadi Balqis memilih ikut pindah kesini agar kami tidak perlu tidur berpisah!"

__ADS_1


seperti ribuan hantaman mengenai tepat didada Kiana, mendengar ucapan itu keluar dari mulut kakaknya.


beberapa pekan terakhir ini, ia sudah merasa nyaman, namun kembali lagi ia tidak boleh egois! karena dialah orang ketiga dalam pernikahan rumit ini.


"ekhem, apa Devano yang memintamu pindah kesini?" tanya Mom Elle setelah berdehem menetralkan perasaannya, ia paham betul dari ekspresi terluka Kiana.


"enggak Mom, tapi aku yakin Mas Devano tidak keberatan apalagi sekarang disini ada cucu Mommy!" Balqis mengusap perutnya yang sedikit menonjol membulat dengan bangga.


Mom Elle menatapnya sedikit terkejut.


"Mom.. kakak..., Kia pamit ke kamar membersihkan diri dulu yah!" Kiana sudah tidak kuat berpura pura baik baik saja.


Balqis mengernyit, belum sempat kembali bersuara Kiana sudah melangkahkan kakinya terburu buru menuju kamar yang ia tempati beberapa hari terakhir ini memadu kasih dengan sang suami yang juga suami kakaknya.


"Mom?" tanya Balqis meminta penjelasan pada mertuanya.


"maaf Balqis, Kia sudah tinggal beberapa pekan disini, kami yang memintanya, aku dan Daddy kasihan padanya Papi dan mamimu terlihat tidak peduli lagi padanya!"


jadi adiknya sudah tinggal dirumah ini bersama suaminya beberapa pekan dan ia sama sekali tidak mengetahuinya?! Balqis hanya tersenyum getir


obrolan merekapun berlanjut hingga pelayan membawa minuman dan cemilan untuk mereka, Mom Elle belum menunjukkan kamar dimana Balqis harus tidur malam ini..


ia masih menunggu Devano kembali dan memutuskan sendiri.


sedangkan Balqis terlihat sudah duduk gelisa dan tidak nyaman apalagi dengan kondisi perut yang sudah sedikit menonjol pasti membuatnya duduk lama tidak nyaman, namun ia juga tidak ingin lancang sebelum Mom Elle menunjukkan kamar untuknya. mengingat ini adalah kali pertamanya ia masuk kerumah ini.


Balqis bukan tidak menyadari ketidak sukaan Mom Elle padanya dari awal, namun ia bukan wanita yang mudah patah arang!


#sebelum di scrool, like dan komen dulu yah kak 😘😘😘


terima kasih buat dukungan mingguannya kk 🙏🙏👇😘😘


__ADS_1


dan rangking dukungan umum 🙏🙏👇😘😘



__ADS_2