SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
HILDA & ZETNO


__ADS_3

HAPPY READING


"jatuh cinta jangan hanya pakai hati tapi, bawa otak bersamanya! "


.


.


.


.


Hilda sangat senang mendengar Kiana sudah keluar dari rumah sakit..


ditambah Mom Elle tadi pagi menelfonnya,


memintanya ke rumah Kiana besok untuk membantu mempersiapkan acara tasyakuran kecil kecilan yang dibuat Mom Elle sebagai wujud rasa syukurnya karena menantu dan calon cucunya tidak kenapa napa..


.....


seperti biasa hari ini Hilda kembali ngampus sebagai bekal masa depannya, semoga lulus kuliah nanti ia bisa mendapat pekerjaan yang baik untuk memperbaiki kehidupannya.


sejak Kiana berhenti kuliah Hilda merasa sangat kesepian di kampus.


teman temannya kebanyakan menganggap Hilda manusia teransfaran karena penampilan dan status Hilda yang hanya mahasiswi yang bermodalkan beasiswa.


adapun satu, dua orang yang bersimpati padanya namun tidak ada yang dekat dengannya seperti Kiana.


beberapa pria disana juga cukup mengagumi kecantikan Hilda, namun karena latar belakang dan sikap dingin Hilda, mereka hanya cukup mengagumi tanpa ingin mendekati Hilda lebih jauh..


hal itu membuat sella in the gang tidak mengganggu Hilda lagi karena baginya Hilda hanya debu tertiup angin yang kasat mata.


namun Hilda tidak mengambil pusing ia menikmati hidupnya seperti itu.. ia bebas melakukan apa saja tanpa ada yang harus merasa terganggu dengannya.


mata kuliah hari ini akhirnya berakhir seperti biasa..


semua keluar tanpa ada yang peduli pada manusia kasat mata yang masih duduk mematung itu..


hari ini hati Hilda sedikit mendung dari hari biasanya..


ia membuka ponselnya..


hari ini tepat hari jadinya..


jangankan perayaan

__ADS_1


sekedar ucapan saja tidak ada..


iya tersenyum getir saat membuka akun sosial medianya dan aplikasi disana yang memang sudah di desain untuk mengingatkan hari penting dengan rama memberinya ucapan selamat hari jadi.


pelupuk mata gadis itu terasa panas ingin menumpahkan lahar panasnya..


namun ia ingat dia bukan wanita lemah sudah berkali kali ia melewati hari ini dengan sendiri dan semuanya baik baik saja.


akhirnya dia kembali tersenyum setelah membuang nafasnya kasar.


ia meraih tas ransel yang warnanya sudah pudar itu dan keluar dari ruangannya.


kampus sudah sepi, ternyata ia cukup lama meratapi nasibnya didalam sana..


ia berjalan melewati lorong lorong kampus dengan langkah gontai.


sampai telinganya mendengar suara suara aneh dari balik ruangan yang dilewatinya..


membuatnya penasaran..


"emmm"


"ahhh..."


"sssttt... iya seprti itu.."


"emmm"


"uuhh..."


"ssstt ahhh.."


Hilda bergidik mendengar suara horor itu..


di Zaman ini... gadis yang beranjak dewasa tinggal diperkotaan dengan teknologi jaman sekarang sudah tahu maksud dari suara suara horor yang membuat kulit kulit kita meramang itu.


dengan tangan yang gemetar, Hilda membuka sedikit pintu ruangan yang pintunya tidak tertutup rapat itu..


meski takut tapi rasa penasaran pada siapa yang berani berbuat mesum disiang bolong di salah satu ruangan yang tidak terpakai dikampus itu membuatnya nekat ingin melihatnya.


"iya oww.."


"ssttt..."


"cepat yank arghhh sedikit lagi.." suara berat itu terdengar lebih jelas.

__ADS_1


saat Hilda berhasil membuka sedikit pintu itu.


mata Hilda membulat menyaksikan apa yang ia lihat didepan matanya.


dadanya terasa bergemuru, matanya memerah, dan tubuhnya terasa kaku untuk sekedar digerakkan.


pria yang sudah lama bersemayam dihatinya berdiri menyadar di tembok sambil mendongak menutup matanya menikmati sensai yang diberikan seorang wanita yang Hilda tahu itu adalah Sella satu ruangannya sedang berjongkok mengeluar masukkan kejaantanaan Zetno dimulutnya.


JIJIK


SAKIT


MARAH


perut Hilda terasa diaduk ingin muntah menyaksikan itu.


hingga ransel yang digendong Hilda di pundak kirinya terjatuh dan mengagetkan pasangan kucing liar yang sedang menyalurkan hasratnya itu.


"Hilda!" pekik Zetno terkejut, tanpa sadar langsung mendorong Sella dari selakangannya hingga tersungkur, dan memasang kembali celananya.


Hilda yang juga ikut kaget segera memungut ranselnya, dan berlalu dari sana.


"Hilda...... Hilda berhenti.... Hilda..."


ia tidak menggubris Zetno yang terus meneriaki namanya.


Hilda terus berlari tanpa sadar air matanya jatuh juga.


Sella yang belum dapat menyalurkan hasratnya merasa sangat murka... ia sudah susah paya merayu Zetno untuk bisa saling melepaskan hasratnya namun Hilda mengacaukan semuanya.


Zetno meninggalkannya saat ia sudah sangat tidak tahan.


belum lagi jika Hilda berbicara macam macam dikampus Sella bisa mati malu.


Sella mengerang kesal..


Hilda berlari menusuri jalan tanpa haluan, perasaannya benar benar hancur ia merasa marah, benci, dan jijik tapi itu kepada dirinya sendiri..


bisa bisanya ia mencintai pria bajingann seperti Zetno hingga bertahun tahun...


ia malu... malu melihat apa yang dilakukan Zetno dengan Sella.


malu pada dirinya sendiri.. telah mencintai pria menjijikkan


sampai ia lelah berlari hingga tersungkur dan jatuh kejalanan.

__ADS_1


Cittt..


sebuah mobil berhenti pas didepannya.


__ADS_2