
HAPPY READING..
.
.
.
.
dua bulan lebih berlalu...
perut Kiana sudah membulat dengan jelas, tubuh lainnya ikut mengembang, membuatnya terlihat cabi dan sangat sexy.
namun sikap sensitifnya semakin besar, dan penyakit borosnya semakin akut untungnya Devano banyak bersabar menghadapi istri tercintanya itu.
"mas Kia mau liburan yah bosan banget di jakarta!" ucap Kiana mendayut setelah kegiatan panas mereka barusan..
bahkan keringat Kiana belum kering.
"kamu emang mau kemana sayang, tapi jangan jauh jauh kasihan kamu dan dedeknya kalau kelelahan!"
Kiana memutar matanya kesal
"kasihan? trus barusan itu Kia sama dede enggak kasihan?? dipepet satu jam sama mas tanpa henti!" kesal Kiana mengingat bagaimana Devano akan lupa berhenti jika menyelaminya.
"kan kamu juga menikmati sayang dan dedenya juga suka di ajak main cilukba sama Papinya!" timpal Devano membuat Kiana ingin mencakarnya.
"kalau diajak liburan Kia juga menikmati dan dedenya juga suka jangan cuman diajakin main cilukba terus!" pekik Kia tak mau kalah.
percayalah bicara dengan wanita yang serba benar itu lebih baik banyak mengalah dan bersabar saja.
"oke sayang kita akan liburan tapi nanti yah!" ucap Devano mencoba membujuk istrinya lagi, karena saat ini kapal selamnya sudah on fire lagi.
sejak Kiana hamil hormon pasangan muda ini benar benar menggebu, untungnya dede janin tidak rewel..
plak
Kiana memukul tangan Devano yang sedari tadi memainkan p*****nya
"kok nanti sihh!"
"sayang, Aldokan cuti, jadi perusahaan harus aku yang hendel!" ucap Devano dengan suara yang semakin barat sambil menciumi leher Kiana.
__ADS_1
"emang Aldo kemana? bukannya dia lagi PDKT dengan Hilda?"
Devano bangkit dan menindih Kiana, ia tidak ingin ada pembahasan lain sekarang.
matanya kembali berkabut menatap bibir merah sang istri..
"enggak usa bicarain orang lain sayang, sekarang dedenya mau main cilukba lagi sama Papi."
"Mas_humppph"
Kiana sudah tidak bisa protes lagi jika Devano sudah menggila di atas tubuhnya.
hormon kehamilan membuatnya juga sangat muda terbuai dengan godaan Devano, bahkan ia sudah tidak malu untuk meminta terlebih dahulu..
detik berikutnya.. hanya terdengar suara desahan yang bersahutan dengan suara penyatuan mereka.
Devano melakukannya sangat lembut namun menancapnya sangat dalam, membuat sensai gesekan itu seperti mengangat kulit kulit kiana hingga kulit ubun ubun.
"sttt mass..." rengek Kiana menikmati sensai luar biasa yang selalu membuatnya ikut menggila
"uuhhh iya sayang.. bilang kalau sakit..." suara berat Devano menatap wajah menggoda Kiana.
meski nafsu menguasainya namun Devano tetap memprioritaskan kenyaman Kiana juga keselamatan bayinya.
hingga beberapa menit Devano terus berpacu dengan lembut dan penuh cinta..
💚💚💚
Kampus
setelah acara tasyakuran dirumah Kiana dua bulan yang lalu.
Aldo selalu menjemput dan mengantar Hilda ke kampus selama dua bulan berturut turut.
meski Hilda tidak tahu apa tujuan pria itu melakukannya namun ia menerima dari pada harus menghadapi kemarahan Aldo yang suka memaksa dan juga selama pria itu tidak kembali kurang ajar padanya.
dan selama itu juga Zetno hanya menatapnya dari jauh tanpa ingin mendekatinya lagi..
namun sudah dua pekan ini tiba tiba Aldo menghilang tanpa menemui atau mengabarinya.
Hilda merasa khawatir dan ingin menanyakan hal itu pada Kiana namun ia juga malu jika Kiana salah paham..
"Hai..." baritone maskulin yang selama ini ia hindari mengagetkan Hilda yang sedang melamun.
__ADS_1
Hilda menatap sekilas, masih ada rasa sakit melihat wajah Zetno..
ia segera berdiri, namun dengan cepat Zetno menariknya dan membawanya masuk kemobil.
"jangan kurang ajar yah!" pekik Hilda meronta, saat Zetno mendorongnya masuk kemobil dan menutup pintu dengan cepat.
kali ini Zetno tidak ingin melepaskannya.
Zetno mengemudikan mobilnya dengan cepat agar Hilda yang terus berontak bisa diam..
Zetno tidak peduli dengan umpatan Hilda yang mengabsen nama nama binatang..
sesampai dibaseman apartemen
ia menarik wanita itu keluar dari mobil dan menggendongnya seperti karung beras memasuki lift.
tidak ada yang berani menghalanginya, karena bangunan kokoh ini adalah milik keluarga prayoga.
Hingga saat sampai dilantai apartment pribadi Zetno ia menghempas tubuh Hilda ke ranjang king Size miliknya.
Hilda memekik saat menyadari dimana dia sekarang!
untuk pertama kalinya ia merasa sangat ketakutan, dan segera bangkit untuk duduk.
hingga akhirnya wanita kuat itu menangis juga.
"cukup Hilda! cukup!" teriak Zetno menggegar membuat Hilda terkejut dan berhenti menangis.
"sekarang angkat kepalamu dan lihat semua ini!" pekik Zetno
membuat Hilda memberanikan dirinya mengangkat kepalanya.
ia terkejut melihat dinding kamar apartemen itu menggantung beberapa foto wanita sederhana yang tak lain adalah dirinya.
Zetno membuka laci nakas yang ada disana dengan kasar.. mengeluarkan sesuatu dan melemparkan semuanya dihadapan Hilda hingga berhamburan..
Foto..
ada puluhan bahkan ratusan foto berserakan dilantai..
semua foto Hilda.
Hilda yang memang irit bicara kecuali saat bersama Kiana memilih diam, menunggu penjelasan pria aneh itu.
__ADS_1
Zetno merosot kelantai dan bersimpuh dilututnya.
"Hilda maafkan aku!" pekik pria itu dengan bahu bergetar..