SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
TAMAT


__ADS_3

dengan nafas yang memburu Aldo segera mengungkung tubuh polos Hilda yang sudah terkapar lemas karena foreplay yang ia lakukan untuk memancing gai rah sang istri.


nafas Hilda yang naik turun dan bibir yang terbuka karena pelepasannya barusan membuat tubuh Aldo semakin memanas ingin segera melesatkan roketnya dan menumpahkan lahar panasnya di dalam sana


ia berkonsentari dan mengarahkan miliknya di tempat yang seharusnya.


tring


tring


tring


tiba tiba sebuah penggilan membuyarkan konsentrasi nya.


ia menatap benda pipi disana sambil berdecak, tanpa melihat sang pemanggil.


nafsu terlanjur sudah di ubun ubun, sudah tidak tertahan lagi, ia lebih memilih melanjutkan kegiatannya dari pada dua kepalanya akan sakit diwaktu yang sama.


namun saat baru ingin mendorong pinggulnya


telfon genggamnya kembali berbunyi.


"angkat dulu nanti penting!" pinta Hilda menahan dadanya. membuat Aldo berdecak dan ingin beranjak


namun tiba tiba panggilan itu berhenti lagi.


Aldo tersenyum


"sudah mati, kita lanjutkan ini dulu!" Aldo kembali mengungkung


baru juga ambil posisi


pesan masuk secara berturut turut membuat telfonnya seperti kejang kejang


membuat Aldo memejam matanya geram


lalu telfonnya kembali berdering.


Hilda menatap sang suami sambil tersenyum..


sedang Aldo meradang dan mengutuk orang yang tidak pengertian itu.


"Hello..."


"suaramu berat sekali nak?!"


Aldo berdehem saat tau siapa yang menelfon

__ADS_1


"ada apa Dad menelfon malam malam, daddy ganggu pengantin baru aja!" balas Aldo dengan nada malas


"Kiana mau lahiran!"


"Kiana uda mau lahiran?" ulang Aldo membuat Hilda bangkit dan mengenakan piyamanya menghampiri sang suami.


kekesalan Aldo sedikit meguap mendengar berita bahagia itu.


"yah sudah aku dan Hilda segera kesana!"





Ruang perawatan


tangan Devano bergetar menggendong bayi perempuan nya yang mungil dan sangat cantik.


"lihat putri cantik kita sayaanggg" lirih Devano menunjukkan bayinya yang mungil pada Kiana yang masih terlihat lemas dengan penuh rasa haru..


tak terkecuali orang tua mereka dan pasangan Aldo Hilda juga ikut bahagia dan terharu.


Devano kembali menitikan air matanya menatap bayi yang seperti kapas putih itu setelah ia semalam menangis frustasi saat melihat Kiana kesakitan setengah mati di ruang bersalin.


Sekarang dokter hanya tersenyum melihat keadaan yang semalam hingga dini hari sangat menegangkan, kini berubah menjadi haru.


semalam saat proses persalinan Kiana sudah tidak bisa mengejan tapi bersikeras tetap ingin melahirkan secara normal.


alhasil dokter memberikan induksi dua kali yang membuat Kiana merasakan sakit yang luar biasa berjam jam sedangkan Devano sendiri ikut menggila karena tidak kuat melihat istrinya tersiksa.


hampir saja rasanya dokter membiusnya juga atas kegilaannya.


Devano menyaksikan sendiri bagaimana proses keluarnya bayi itu dari tempat yang ia namai surga dunia, membuat Devano ingin pingsan membayangkan sakit yang istrinya pikul.


sekarang ia mendominasi sang putri walau Mom Elle dan mami ningrum serta yang lain juga ingin sekali menggendongnya, tapi Devano belum mau melepaskannya membuat yang lain merasa gemas.


otak mom Elle bahkan sudah menyusun rencana fantastis untuk mencuri cucu pertamanya itu, jika Devano tidak membiarkannya juga sekedar menggendong dan mencium cucunya.


"sayang lihatlah di tersenyum padaku!" ucap Devano sangat heboh saat melihat refleks bayinya yang tersenyum..


membuat Kiana yang lemas merasa mendapat kekuatan ingin menggendong bayinya juga.


"berikan padaku aku juga ingin menggendong nya!"


Devano akhirnya terpaksa menyerahkan sang putri, yah karena yang meminta adalah sang istri yang sudah mempertaruhkan hidupnya demi putri kecilnya.

__ADS_1


"hati hati sayang, apa kau sudah tidak kesakitan?"


Kiana hanya mengangguk menanggapi ucapan Devano.


sekarang bayi itu terlihat menggeliat sambil membuka mulutnya seperti mencari su sunya.


"apa dia mengantuk lagi, kenapa dia menguap kekiri dan kekanan seperti itu?"


"bayimu kayaknya lapar sayang!" timpal mami


"nyonya Kiana bisa menyusuinya lagi!" sela dokter


mata Devano langsung membulat saat mendengar kata menyusui dan Kiana dengan antengnya membuka kancing bajunya dihadapan semua orang yang juga ada Aldo, Dad, dan Papi..


"stop... stop!" pekik Devano


"kenapa?"


semua orang menatap bingung Devano


"Daddy, papi, dan Aldo keluar sekarang!" Devano menggiring ketiga pria itu untuk keluar dari ruangan istrinya


"Devano apa apaan sih?" maki papi tidak terima diusir dari sana begitu pun Dad Bastian


mereka bahkan belum menggendong cucu mereka, karena Devano yang mendominasi sang putri.


sedangkan Aldo yang mendapat tatapan tajam dari Hilda dengan cepat mengambil langkah seribu meninggalkan kamar itu, dan telah mengerti kenapa gila Devano kambu lagi.


Devanopun masih menarik lengang daddy dan papi yang masih bersikeras tinggal untuk melihat cucunya.


"anakmu ini apa apaan sih Bas mengusirku dari ruangan putriku sendiri?" protes Papi tidak terima diseret bersama dad Bastian.


sedangkan Daddy hanya diam dan pasrah melihat keposesifan anak kurang soleh nya itu.


hingga keempat wanita didalam sana bersama dengan sang dokter tiba tiba tertawa saat pria pria bucin itu sudah diluar ruangan..


setelah Kiana menyusui sang buah hati Mami Ningrum, Mom Elle, dan Hilda akhirnya bisa bergantian menggendong putri kecil yang jelita itu..


"sayang... apa Baby Shanie masih neneng?"


saat Devano bertanya dari luar apakah anaknya masih menyusu mereka yang didalam kompak mengatakan


"MASIH"


T A M A T


masih ada ekstra part dikit yah kakak.. 😘

__ADS_1


__ADS_2