
HAPPY READING
"BAHAGIA ITU TERLETAK PADA HATI YANG IKHLAS MENERIMA DAN MENSYUKURI TAKDIRNYA"
.
.
.
.
pagi hari Kiana terbangun dengan mood yang buruk saat ia tidak menemukan Devano berada disampingnya0
mungkin Devano meninggalkan semalam karena merasa kesal terlalu banyak mencampuri urusannya dengan Balqis.
sebesar itukah pengaruh Devano untuknya? tapi anehnya ia tidak mimpi buruk lagi semalam...
ia membuang nafasnya kasar dan segera membersihkan diri, ia tidak ingin menjadi menantu yang tidak berguna dirumah itu.
*****
"pagi Mom!"
Kiana sudah terlihat lebih segar dan semakin cantik.
"pagi menantu mommy yang cantik!"
Mom Elle sedang berkutat menemani pelayan yang sedang memasak di dapur..
yahh, meski memiliki pelayan Mom Elle sangat senang memasak makanan kesukaan keluarga kecilnya..
ada rasa bahagia tersendiri, ketika kedua pria yang dicintainya itu menyukai dan lahap memakan masakannya.
"Kia mau dong bantuin Mommy!"
"enggak usah sayang ini sudah hampir beres kok!"
__ADS_1
"tapi Mom_"
"Mommy hanya mau kia jadi menantu dirumah ini bukan pembantu Mommy!"
aghhhh... Mommy aku padamu 😘
Kia benar benar terenyuh dan merasa beruntung Mommy sangat menyayanginya.
"terus apa Kia harus membiarkan Mommy yang menjadi pembantunya Kia?"
Kia merebut brokoli yang sedang di pisahkan dengan tangkai kecilnya oleh Mom Elle.
Mom Elle tersenyum bahagia
"sayang.. Mommy benar benar bersyukur punya kamu dirumah ini.."
"hemm baru brokoli aja Kia bantu potongin, mommy sudah merasa bersyukur punya Kia.. kayaknya Kia harus belajar masak biar Kia bisa segera melengser pewaris tunggal Djatmico"
ucap Kia terkekeh geli.
"tenang saja gampang saja kok kalau cuman mau melengser pewaris tunggal Daddy!" goda Mom Elle tak kalah
mom Elle tersenyum jail.
"kamu hanya perlu memberi kami cucu segera sayang!"
"Auhhh" Kiana memekik terkejut, pisau yang digunakannya menyayat ujung jari telunjuknya.
"sayang..." Mom Ellepun ikut panik
"apa yang kamu lakukan!" bentak Devano menarik tangan Kiana dan memasukkan jari terluka itu kedalam mulutnya.
"Kia tidak sengaja!" lirih Kiana meringis..
tunggu... Devano?! sejak kapan dia disana?
rasa perih dijarinyapun tiba tiba tidak terasa lagi, bahkan hanya dengan melihat prianya itu.
__ADS_1
dan entah apa yang dilakaukan Devano, ia hanya mengikuti feelingnya saja untuk menghisap darah segar yang keluar dari sayatan kecil itu.
sampai ia tersadar saat Mom Elle menyodorkan kotak P3K, untuk segara menangani luka yang sebenarnya tidak seberapa itu.
efek dari perhatian Devona bukan hanya membuat luka kecil itu terasa membaik namun luka dalam dada Kianapun mulai sedikit mengering..
💚💚💚
Entah angin baik darimana tiba tiba membuat Kiana bertekad untuk memperjuangkan hak dan perasaannya..
ia merasa harus mencari tahu tentang Balqis, dan Suaminya.
meski ia sudah rela jika memang ia di takdirkan seumur hidupnya berbagi satu pria dengan kakaknya sendiri. namunn ia hanya ingin memastikan lagi, jika keputusannya sudah tepat.
karena jika Balqis memang berkhianat dan tidak mencintai Devano, ia akan berusaha memiliki Devano seutuhnya.
biarlah ia di anggap egois memperjuangkan haknya sebagai seorang istri.
......
"Mom... boleh enggak Kia izin keluar?"
"boleh sayang, Mommy akan anter Kia kemanapun!"
"enggak usa Mom, Kia cuman mau ketemuan dengan Hilda teman Kia!"
"sekalian patroli juga tapi mom!"
"tapi nak_"
"Kia janji akan jaga diri, dan pulang cepat mommy."
mana bisa Mommy menolak jika Kia sudah menunjukan wajah baby kittens yang sedang mengiba itu..
"baiklah.. tapi kamu tahukan Devano tidak akan memaafkan mommy jika terjadi sesuatu sama kamu."
"Mommy memang terbaik.... iya Mom, Kia janji akan menjaga diri Kia pergi dan pulang tetap utuh!"
__ADS_1
Kiana memeluk manja Mom Elle.