SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
Diary Kiana


__ADS_3

HAPPY READING


.


.


.


.


.


.


"Papi buat kesalahan apa lagi??"


tanya Mami dengan suara bergetar


"seharusnya Papi adalah orang yang paling bertanggung jawab untuk membahagiakan Mami dan anak kita, tapi karena kesalahan Papi belakangan ini keluarga kita tidak harmonis lagi, dan yang paling parah anak kita sendiri menderita banyak karena ulah Papi!" ucap Papi tenang namun matanya sudah mengeluarkan cairan beningnya.


"apa yang ingin Papi katakan dan tadi kenapa Papi ada di apartemen Balqis?" Mami sudah tidak sabar, ia tidak ingin tersiksa dengan rasa penasaran dan opininya sendiri hati kecilnya masih percaya sang suami tidak akan melakukan hal bodoh!


"Mi,, Balqis hamil bukan anak Devano!"


Deg_


jantung Mami seolah keluar dari tempatnya.


detik berikutnya Mami langsung mendorong kepala Papi agar bangun.


"apa maksud Papi?" Mami sedikit berteriak sedang Devano yang baru sampai ikut terkejut dengan suara Mami..


Devano ingin sekali menghentikan keributan itu apa lagi saat ia mendengar suara isak tangis Papi..


namun itu hanya angan Devano, ia tidak punya keberanian mencampuri urusan mertuanya...


kesalah pahaman Mami semakin mendalam apalagi melihat Papi yang menangis seperti itu, membuat Mami semakin yakin jika Balqis mengandung anak Papi.

__ADS_1


"Papi tega menyakiti Mami dan anak kita sendiri? Papi tega?? Tuhan apa salahku? Papi kenapa bisa membuat Balqis sampai hamil Pi??" teriak Mami histeris membuat Papi yang sedari tadi menangis langsung terkejut.


buk..


buk...


buk...


Mami melayangkan banyak pukulan sampai Papi berhasil menghentikannya dengan memeluk Mami dengan erat!


"Mi dengarin Papi!


"tidak!!! pantes saja selama ini Papi lebih mendengarkan Balqis daripada putri kita sendiri!"


"Mi,, Mami salah paham!" teriak Papi membuat Mami langsung diam..


"Maafkan Papi membentak Mami" Papi langsung memeluk sang istri yang sudah melunak agar kembali tenang.


menit berikutnya.


"lalu apa maksud Papi tadi?? siapa anak yang dikandung Balqis?" ucap Mami lagi masih dengan suara kesal dan air mata.


"dan apa?" Mami melepaskan pelukan Papi, menatap Papi dengan tatapan terluka


"Balqis bahkan sudah hamil Mi sebelum menikah dengan Devano!"


mata Mami langsung membulat.. bagaimana mungkin anak kebanggaan mereka bisa hamil diluar nikah.


Papipun mulai menjelaskan segalanya untuk mengakhiri kesalahpahaman Mami, seperti apa yang Daddy Bas sampaikan padanya tadi saat Balqis pingsan tanpa terlewatkan sedikitpun.


Dikamar Kiana.


Devano tersenyum melihat Kiana yang sudah terlelap, akhirnya ia mendapat dukungan penuh untuk mempertahankan wanita yang dicintainya itu tanpa ada orang ketiga lagi..


ia mengingat beberapa kali Aldo mengatakan kalau Kiana selalu menguntitnya waktu Kiana masih sekolah, itu karena Kiana sering berada ditempat dimana ia dan Aldo berada..


namun Devano merasa tidak percaya diri, mengingat Kiana kecil 9 tahun lalu sangat membencinya jika mereka mertemu.

__ADS_1


...


senyum Devano sirna saat ia melihat sudut mata istrinya itu basah hingga bantal yang Kiana pakai pun basah karena air matanya.


hati Devano terasa teriris sembilu menyadari ialah penyebab air mata itu tumpah.


Devano mendekat dan memperbaiki tidur Kiana, hingga sebuah buku yang sedari tadi dipeluk wanita itu terlepas..


"Diary?" Devano tersenyum..


rasa penasaran ingin mengetahui apa yang ditulis Kiana membuatnya berani membuka buku itu.


Devano duduk bersandar disisi Kiana.


lembaran pertama


"Dear Diary..


biarlah rasa ini kusimpan menjadi rahasia yang terbuku dalam lembaranmu..


rasa yang selalu membuatku hampir kehilangan akal sehat saat memikirannya, dan saat melihatnya dari kejauhan.."


"Mas.." lirih Kiana memutar badannya memeluk pinggang Devano yang bersandar di sandaran tempat tidur, membuat Devano hampir berteriak karena terkejut..


"i.." belum menjawab, ia melihat ternyata Kiana hanya mengigau..


Devano membuang nafasnya kasar.


rasa penasarannya mengalahkan rasa takutnya, hingga ia kembali membaca Diary itu..


apa lagi saat ia tahu ternyata Kiana diam diam menyukai sesorang..


lembaran demi lembaran dibaca membuat Devano sangat penasaran siapa pria beruntung yang sudah membuat istrinya sampai berani keluar malam main kucing kucingan dengan papi hanya untuk melihat sang pujaan hati dari jauh namun sejauh Devano membaca ia belum menemukan nama pria itu..


hati Devano merasa sesak gelisa dan takut..


"Mas.. jangan tinggalkan Kia!" gumam Kiana lagi terisak dalam tidurnya sambil mengeratkan pelukannya pada Devano..

__ADS_1


membuat Devano mau tidak menghentikan kegiatan membacanya itu dan segera memeluk sang istri,, padahal tinggal beberapa lembar lagi....


__ADS_2