
selamat membaca ❤
jangan lupa like, comen, vote, dan rate kalian adalah power buat Othor 😁😁😘😘
.
.
.
.
.
setelah sambutan dari Bos Sam yang berlalu seperti kicauan burung di telinga Kiana, dan beberapa diskusi hasil kinerja Tim lainnya..
kini Alif dengan tanpa rasa iba dan kasihan meminta Kiana yang sudah gugup dan pucat mempresentasikan hasil pemikiran mereka.
"oke sekarang saya persilahkan nona Kiana mempresentasikan hasil pemikiran Tim kami..." Alif mengerlingkan sebelah matanya.
"sialan, kalau bukan atasan gue uda ku culok tuh mata!"
dengan sekuat mungkin Kiana menekan rasa gugup dengan memberikan senyum terbaiknya..
Kiana mengangkat kepala dan mengedarkan pandangannya mengabsen satu persatu orang yang ada diruangan itu.
"baik terima kas_......." ucapannya menggantung saat sepasang netranya terkunci pada mata tajam yang langsung membela jantungnya saat itu juga.
Deg
seperti tersengat listrik ribuan volt... jantungnya seolah berhenti berdetak beberapa saat.
aku pasti sudah gila!.
3 detik
5 detik
__ADS_1
10 detik
"oke oke sama sama! hehehe" teriak Alif memecahkan keheningan yang terjadi beberapa saat itu, saat semua menatap Kiana yang membatu kebingungan.
Kiana mengumpulkan kembali akal sehatnya, dengan berkedip beberapa kali berharap yang ia lihat hanya bayangan pria yang berusaha ia hindari itu.
rasa sakit, sesak, benci, dan rindu semakin membuat tulangnya terasa melunak tak bisa menopan tubuhnya.
sialnya, bayangan nyata itu tak kunjung hilang walau ada yang berbeda dengan penampilannya...
Devano tersenyum miring menatapnya! membuat rasa sakit itu semakin bernanah
"kamu baik baik saja?" tanya Bos Sam.
"i_iya.." pelupuk mata itu sudah terasa panas dan ingin menumpahkan cairan hangatnya, berusaha untuk tetap berdiri pada pijakannya.
"mungkin kamu terlalu gugup, santai saja!"
Kiana merarik dalam nafasnya, kemudian membuangnya dengan kasar. ia menahan agar tidak menutup matanya, jika itu terjadi pasti cairan hangat dari mata bulat itu benar benar tumpah.
.
.
.
.
meeting selesai...
"wah itu kolage Bos Sam dari indo, ternyata sangat tampan dan masih muda yah... Bos Alif langsung lengserr" goda teman satu tim Kiana
"iya tampan bangettt.. yahhh tapi cowo tampan pasti sudah ada yang punyakan!" timpal yang lainnya
"jadi simpanannya juga aku rela, kalau tampannya begitu Re'"
"kalian ini bicarain atasan, tidak takut dipecat?" kesal Alif.
__ADS_1
Kiana keluar dari ruangan itu dengan berlari kecil tanpa menghiraukan kicauan Alif dan teman teman timnya yang lain.
*****
Kiana meminta izin kepada Alif agar kembali lebih cepat hari ini, meski Alif tidak tahu apa yang terjadi..
namun pria itu tahu, Kiana butuh waktu menenangkan diri saat ini.
"gue antar balik yah!" Alif mengantar Kiana ke lobi kantor, ia khawatir tidak biasanya Kiana seperti itu.
"enggak usah bos, tolong bantu buat Bos Sam mengerti yah!" Kiana beranjak ke Taxi online yang dipesannya.
*****
Flat tempat Kiana tinggal.
Kiana memasrahkan dirinya diatas kasur miliknya.
suara isak terdengar memilukan menyayat hati keluar dari mulutnya, bolehkah sekarang ia merindukan sosok Mami untuk menghibur dan mengusap kepalanya.
takdir begitu kejam mempermainkannya, sekuat ia mencoba melupakan dan meninggalkan segalanya namun takdir mengirimnya kembali kedalam lubang itu lagi.
rasa sakit yang mungkin takan pernah menemui penawarnya itu kembali tersayat lagi hanya dengan melihat wajah pria itu.
kenapa dia bisa ada disini, apa kakak juga ada disini?
dan kenapa rasanya begitu sakit mengingat pria itu adalah kakak iparnya yang telah merenggut kesuciannya...
tadi pria itu menatapnya seolah tidak kenal! rasanya begitu sakit..
tapi bukankah itu lebih baik.??!
namun, demi apapun rasanya sangat sakit saat melihat tatapan dingin pria itu. bolehkah ia sedikit egois merindukan tatapan pria itu saat menggagahi tubuhnya?? saat itu terlihat mata Devano memandangnya penuh cinta dan kasih sayang.
yah jelas saja karena pria itu sudah mabuk dengan minuman keras dan juga mabuk dengan tubuhnya.. batin Kiana menjerit...
hingga wanita muda itu lelah sendiri menangisi nasibnya sampai tertidur dengan rok diatas lutut dan kemeja kerjanya.
__ADS_1