SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
HUJAN BAWA BERKAH


__ADS_3

HAPPY READING


Othor bawa otak reader trevelin dulu yahh


jomblo silahkan skippp. 😘😘😘


.


.


.


.


.


.


sepanjang jalan Devano dibuat kesal oleh Kiana, Devano tidak diberi kesempatan oleh Kiana untuk menjelaskan apa yang ingin dikatakan Devano mulai dari Kiana yang terus mengalihkan pembicaraan, menelfon Hilda, dan akhirnya pura pura tidur..


hujan pun mulai mengguyur jalanan itu, hingga Kiana yang memang sangat mengantuk benar benar tertidur didalam mobil.


Devano menghembuskan nafasnya kasar.


"kenapa hari ini kamu sangat mengesalkan sekali!" ucap Devano tersenyum menatap Kiana yang pulas dalam tidurnya.


bahkan wanita itu mendengkur sakin lelapnya, membuat Devano merasa tidak tega membangunkannya saat sampai di basemen kantor.


menunggu Kiana terbangun akan membuatnya pengap dimobil, akhirnya Devano mengirim pesan pada Papi untuk membatalkan kunjungan hari ini dikantor Wiryawan.


*****


mata Kiana terjaga, ia melihat kesekeliling ruangan yang asing baginya itu.


"i..ini dimana?"


pandangan Kiana berhenti pada sebuah sketsa berukuran besar dihadapannya, sketsa seorang wanita duduk diteman sedang menulis dibuku kecil.. Visual yang tidak asing bagi Kiana!


"sudah bangun?"


Kiana terperanjak karena terkejut.


"kenapa kamu suka sekali muncul tiba tiba!"


"maaf sayang, ayo makan siang dulu..!" Devano meletakkan makanan di meja yang berpasangan dengan sofa tunggal disana.

__ADS_1


"siang?" Kiana melihat jam tangannya ia terkejut melihat sudah jam 12 lewat, kemudian ia mengingat kalau hari ini ia akan ke kantor Papi.


"kita dimana?? bukannya kita akan ke kantor Papi?" pekik Kiana


ia tidur disana sudah hampir 4 jam..


"rencananya gitu, tapi kamu tidur kayak kebo sayang uda dibangunin tapi, enggak bangun bangun juga... yah sudah dari padi harus gendong kamu masuk keperusahaan Papi menjadi bahan gibaan karyawan mending aku bawa kamu kesini.." ujar devano beralasan, padahal ia memang menginginkan Kiana tidak bangun agar tidak perlu masuk keperusahaan dan menjadi perhatian kaum Adam disana.


"lalu sekarang kita dimana?" Kiana menatap keluar jendela.. ternyata diluar sana awan sedang menumpahkan air matanya.


"dirumah.."


"rumah?? rumah siapa???" Kiana yakin ini bukan rumahnya atau rumah besar Djatmico.


"iya rumah kamu sayang, mahar kamu waktu kita nikah.. cuman aku belum sempat membawamu kemari kemarin kemarin.." Devano duduk disamping Kiana dan memeluk sang istri dengan erat.


"oww.. yah sudahhh.... aku lapar, makanan itu untuk akukan?" Kiana mencoba menghindar.


tapi, terlambat Pria itu dengan cepat menariknya kembali hingga teletang kembali disana.


"Ki_" Devano menatapnya penuh minat, mata mereka saling mengunci...


sudah dua malam pria itu berpuasa tidak menikmati bakpao padat dan roti kaacang berkaramel milik sang istri.



menit berikutnya, hanya suara desahan yang keluar dari bibir mungil itu saat Devano menggerayanginya dengan penuh hasrat...


entah sejak kapan kemeja Kiana sudah terkapar mengenaskan menjadi dua bagian dilantai dan Devano sudah meraup kedua bakpao bulat dan padat itu sangat lahap membuat sang empuhnya berdesis menikmati.


" masss ahhhh..." entah sadar atau tidak ucapan itu lolos dari mulut Kiana.


ia tidak bisa menolak kenikmatan yang diauguhkan sang suami, bahkan sangat mendamba agar suami segera melabuhkan kapal selamnya kegua kenikmatan miliknya.


Devano sangat puas dengan reaksi Kiana yang terkesan agresif bahkan tangan wanita itu ikut bergerak dan menekan kepala sang suami agar melahap semua bakpao padat itu..


dengan senang hati Devano memberikan permainan yang baik..


hingga wajah pria itu sekarang sudah berada diantara kedua paha Kiana yang sudah tidak mengenakan apa apa.


Devano menenggelamkan wajahnya disana... bau khas yang sudah menjadi candunya menyeruak, ia langsung membersihkan lahar yang merembet itu penuh gairah membuat sang embuh terus menggelinjang dan mendesah..


"ahh.. ah.. ngilu mas.. ahh.. pelan pelan!" racu Kiana menjadi jadi, seakan lupa dengan harga dirinya yang tinggi..


"Mas.. terus Mas... Kia.. kia... mau.." pinta Kia semakin kehilangan akal sehatnya

__ADS_1


"keluarkan sayang!" ucap Devano sambil ikut memainkan jarinya disana dengan tempo cepat..


"mas.. Aghhhhh aghhhh" erang panjang Kiana dengan tubuh yang bergetar hebat...


Devano membersihkan cairan itu dan tersenyum puas, hujan hujan gini dapat berkah 😂


❤❤❤


Kiana terkapar pasrah dengan nafas yang memburu, membuat bakpao putih bulat itu ikut bergerak naik turun.


Devano segera melepaskan semua pakaiannya, dan menengkuk lutut yang masih terkulai lemas itu..


"Mas..." rengek Kiana kembali saat Devano mengarahkan pusaka kebanggaannya disana..


"nikmat??" godo Devano sambil terus menggesek rawah yang sudah kebanjiran itu dengan perahu selamnya.


Kiana menutup matanya menikmati sensasi yang akan membawanya lagi dan lagi untuk terbang.


dengan sekali hentakan Devano berhasil menguasai tubuh mungil dan padat itu menenggelamkan seluruh kapal selamnya disana.


membuat Kiana kembali bergetar menikmati sensai luar biasa itu..


menit berikutnya hanya ada suara desahan, suara berat, lenguhan panjang keduanya dan rengekan Kiana memenuhi sudut ruangan itu..


Devano bergerak tidak teratur.. menyatuhkan tubuhnya dengan Kiana adalah hal yang tidak ada lelahnya untuk Devano..


ia terus memanjakan Pusakanya dengan gesekan luar biasa nikmat itu.


ia terus bergerak tanpa peduli cengkraman Kiana pada punggungnya, saat wanita itu mencapai puncak kenikmatannya.


sedang Kiana terus meracu tidak jelas dibawa sana...


bahkan nyamuk atau semutpun akan merasa malu melihat kelakuan binal Kiana yang tidak henti hentinya meracu meminta sang suami menghujamnya lebih dalam dan cepat.


Devano sangat senang bagai jatuh ditumpukan emas dan tertimpah tumpukan berlian..


2 jam berlalu


"sayang kamu nikmat sekali..."


ucap Devona mengakhiri permainan panjang itu bergetar hebat sambil menumpahkan semua cairan hangatnya kedalam tubuh Kiana yang sudah tidak mampu bergerak lagi.


**MAAF YAH KAKAK, KALAU MENURUT KALIAN INI TERLALU FONTAL VIE BAKALAN HAPUS ATAU EDIT BAB INI 😀😀😀


BAGI VIE, KESENANGAN PEMBACA LEBIH UTAMA 😍😘😘**

__ADS_1


__ADS_2