SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
KEJAHILAN KIANA


__ADS_3

HAPPY READING


.


.


.


.


.


saat Mobil yang ditumpangi Kiana melewati pedagang Kaki lima kia tiba tiba meminta mang Dani berhenti.


"Mang mang berhenti mang!"


"ada apa Non?" Mang Dani menghentikan Mobil


Mami hanya melihat saja dan menyandarkan tubuhnya disana.. ia merasa lelah berkeliling dipusat perbelanjaan tadi.


"mundur sikit mang!"


sesuai keinginan Kiana, Mang Dani memundurkan mobil hingga Kiana memintanya berhenti tepat dihadapan penjual rujak.


andai enggak ada Mami mungkin Mang Dani yang bawel akan berdebat dengan anak majikannya itu lagi.


"mbak itu rujaknya berapa?" tanya Kia yang sudah turun pada penjual yang terlihat tidak terlalu tua darinya itu.


"15 per 1 pelastik mika dek!"


"minta dua yah, cabenya taro di sudut saja jangan dicampur!"


penjualnya ngangguk dan segera mengemas sesuai permintaan Kiana, sambil diam diam ia mencuri pandang pada supir Kia yang memang masih lajang dan tampan itu.


beberapa menit


"ekhem,, sudah mbak?"


"su.. sudah non ini semuanya 30 rb" ucap penjual itu gugup ketahuan memperhatikan mang Dani. Kiana tersenyum jahil melihat itu.


"sayang, punya uang pas enggak?" tanya Kia menatap Mang Dani yang dibuatnya terkejut dan Mami yang hampir tertidur langsung melotot.

__ADS_1


"uang pas sayang, ada enggak??" ucap Kiana lagi dengan centil membuat penjual itu semakin salah tingkah dan merasa bersalah.


istrinya ngidam, mala gue liatin lakinya.. mungkin itulah pemikiran sipenjual rujak.


melihat tingkah penjual yang gugup membuat Mami paham dan menggeleng melihat keisengan putrinya, sedangkan Dani belum sadar dari keterkejutannya..


"yah sudah dompet kamu mana?" suara cempreng Kia membuat refleks mang Dani menyerahkah dompetnya, Kia mengeluarkan semua uang disana hanya ada 2 lembar uang merah di dompet itu.


"ini buat mbak semuanya!"


"ahhh? i ini kebanyakan dek!"


"enggak apa apa buat sedekah, do'ain kehamilan aku semoga sehat selalu dan lahiran selamat yah mbak!"


ucap Kiana sebelum naik kemobil membuat Mang Dani merasa kehilangan akal sehatnya untuk sesaat, apa ia yang sudah gila sampai merasa mendengar majikannya itu memanggilnya sayang, atau Kiana yang sudah gila.. entahlah..


sedangkan Mami hampir pingsan melihat tingkah putrinya yang seolah mengakui sang supir yang selama ini sering diajaknya berdebat adalah suami Kiana. Mami langsung merinding geli


"jalan, ngapain liatin aku kek gitu?" Kia menatap Mang Dani dengan tajam sambil menyerahkan dompetnya.


Mang Dani menerima dompet itu dan memeriksa isinya.. KOSONG


"ma kasih yah mang teraktirannya!"


mang Danipun menjalankan mobilnya sambil mengucap sumpah serapa.


"Kia sejak kapan jadi usil begini? dan ini ngapain beli rujak?"


Kiana hanya tersenyum ia sendiri tidak tahu sejak kapan ia menjadi sangat usil..


"ini buat kak Balqis Mi, katanya orang hamilkan senang ngerujak!"


mami kemudian hanya mengangguk dan tersenyum, ada rasa bangga dihatinya melihat putrinya lapang mau memikirkan Balqis yang padahal harusnya Kia anggapnya saingannya.


******


setelah menaiki lift mereka sampai di lantai apartemen Balqis.


"mami yakin ini apartemen kakak, atau mami telfon aja dulu!?"


ucap Kiana ragu sebelum memencet tombol bell

__ADS_1


kalau salahkan malu maluin


"iya mami ingat papi bilangnya no ××××"


"Kiana?" sapa seseorang dari arah belakang yang baru keluar dari apartemen sebelahnya.


Kiana dan Mami menoleh bersamaan.


"Kakak Geral?" pekik Kiana saat melihat pria yang menyapannya adalah kakak kelas yang semalam ia temani chatingan.


"apa kabar Ki, Aunti apa kabar??" sapa Geral sopan.. padahal baru semalam ia menanyakan kabar Kiana.


Mami sebenarnya tidak tahu teman putrinya yang sangat tampan itu, karena Kiana selama ini memang tidak pernah menonjol dekat dengan pria.


"baik" ucap Kia dan mami hampir bersamaan.


"kamu juga tinggal disini?" tanya Geral pada Kiana.


"enggak, aku kesini sama Mami untuk bertemu dengan kakakku!"


"oww, yang tinggal diapartemen ini kakakmu?" Geral menunjuk pintu dibelakang mami


"iya, kamu kenal?"


"enggak, cuman sering lihat.. seorang wanita cantik yang sedang hamilkan??, tapi aku belum pernah lihat suaminya selama tinggal disini!"


Kiana hanya tersenyum kecut.. ia tidak bisa membayangkan kalau pria tampan yang dulu pernah mengatakan perasaannya itu padanya sampai tahu kalau suami kakaknya adalah suaminya sendiri.


dan Mami dapat membaca ekspresi kiana.


"yah uda Ki, ayo uda sorean kita masih mau balik kerumah!" Mami menarik tangan putrinya.


"oww iya maaf Aunti, Ki lain kali kita ketemu lagi yah aku keluar dulu!" ucap Geral sebelum pergi.


Kiana hanya mengangguk, sedangkan Mami sudah memencet tombol bell itu.


menit berikutnya.


pintu apartemen terbuka.


"Papi??" ucap Kiana dan Mami bersamaan.

__ADS_1


MINTA VOTE DULU YAH KAK, BARU VIE LANJUT 😚😘😘😘


__ADS_2