
Happy Reading
minta maaf yahh kakak Vie tahu pasti banyak yang kecewa karena Vie jarang up 🙏😭😭..
sekarang Vie masih dalam proses pemulihan kak sambil mengerjakan beberapa pekerjaan ringan yang tertunda saat Vie down beberapa hari kemarin 🙏🙏🙏
tapi, Vie juga sudah sangat rindu berfantasi jadi Vie nekat begadang untuk lanjutin cerita receh yang masih nanggung ini..
.
.
.
.
.
saat Hilda keluar dari toilet wanita ia terkejut saat seseorang menariknya masuk ketoilet pria..
Aldo membekap mulut Hilda dengan tangannya, dan tangan satunya mencengkram tangan wanita itu agar tidak berontak..
"hussst diam atau orang diluar akan tahu kita didalam sini!" ancam Aldo berbisik ditelinga Hilda sebelum melepaskan tangannya yang membekap mulut Hilda.
membuat tubuh gadis itu memanas dan merasakan gelenyar aneh.
"apa maumu?"
tanya Hilda to the poin menahan ledakan emosinya dengan suara berbisik.
posisi mereka hanya berjalak 10 cm, ia bahkan bisa merasakan deruh nafas Aldo yang panas.
"berbicara yang sopan pada kakak iparmu!" lirih Aldo, seperti belati tajam menusuk tepat didada Hilda.
Hilda tersenyum getir menahan perih diulu hatinya.
"kakak ipar??? bukankah seharusnya kamu juga harus sopan dan menghargai adik iparmu! kakak ipar mana yang menyekap adik iparnya dalam toilet?" ucap Hilda menantang namun masih dengan suara yang renda, hilang sudah rasa sungkan dan hormatnya pada pria brengsek itu.
__ADS_1
Aldo melonggarkan pegangannya, membuat Hilda ingin beranjak.
namun dengan cepat pria itu menghimpitnya, dan merapatkan bibir mereka.
mata Hilda membulat, ingin berontak namun terdengar suara diluar pintu toilet itu membuatnya berusaha tenang dan tidak mengeluarkan suara.
"didalam sini kayaknya ada orang, lo masuk yang sebelah biar abis lo baru gua!"
"yah uda sabar lo nunggu disitu... jangan sampai aja loo ngompol disitu!"
suara suara itu membuat Hilda semakin gugup dan tegang, ia hanya pasrah saat Aldo sudah memainkan bibirnya.
tanpa melepaskan pengutan bibirnya, Aldo meraih jemari Hilda dan memasukkan cincin dijemari manis tanpa wanita itu sadari.
Aldo mengakhiri lu3atannya, dan menatap wajah putih Hilda yang sudah memerah.
"jangan buka ataupun memindahkan cincin ini! anggap saja ini hadiah pernikahanmu adik ipar!"
ucap Aldo mengangkat jemari gadis itu sejajar dengan wajahnya menunjukkan cincin denga desain sederhana itu..
warna keemasannya sangat cocok dengan jemari Hilda yang putih..
"jika kamu melepasnya lagi, aku akan membuatmu menyesal selamanya!" ancam Aldo menatap manik gadis dihadapanya yang menatapnya dengan amarah, rindu, dan kebingungan yang menjadi satu.
satu menit
3 menit
5 menit
"Tuan..." lirih Hilda berikutnya, membuat Aldo tetap fokus menatapnya seakan tak ingin melepaskan tatapannya dari Hilda..
seolah dunianya akan runtuh jika tatapan itu lepas, seolah ini adalah yang terakhir ia menatap wajah gadis kuat namun tetap rapu itu.
Hilda merasa risih dengan tatapan pria itu.
"a..apa apa kau menyukaiku?"
__ADS_1
serrr.... Aldo berkerut mendengar pertanyaan itu,
entah bagaimana kalimat itu bisa lolos dari mulut gadis itu, apa yang ada difikirannya..?
namun sepersekian detik berikutnya ia menyesali kebodohanya yang lagi lagi mempermalukan dirinya dihadapan laki laki..
Aldo akhirnya tertawa terbahak bahak mendengarnya setelah sempat diam dan terpaku beberapa saat..
untung saja toilet itu ternyata sudah sepi dan hanya tinggal mereka berdua.
Hilda mengepalkan tangannya, pelupuk matanya terasa panas... dan sebelum ruang sempit itu terbakar akibat hawa yang tiba tiba memanas disekitarnya ia berlari keluar meninggalkan pria yang masih tertawa menganggapnya seperti badut hiburan yang konyol...
Brukkk
Hilda menabrak sesorang yang sedari tadi berdiri disana.
"apa matamu ketinggalan ditoilet pria gadis m3sum?" sarkas Clau dengan bibir pedasnya, entah kenapa dokter cantik itu terlihat sangat tidak senang dengan Hilda.
"iya maaf Dok Caludia, aku tidak melihat jika ada seorang dokter disini yang juga sedang menguntit toilet pria!" balas Hilda tak kalah pedas setelah diam beberapa saat menerima umpatan Claudia
jangan lupa aja yahh Hilda itu hanya lemah jika berurusan dengan pria yang dicintainya.
dia gadis baik untuk orang yang baik, tapi tidak untuk spesies ulat bulu seperti Sella dan spesies wanita bermulut berbisa seperi Claudia
"kau?!.... yah aku memang sedang menguntit pria yang tinggal seatap denganku, dan kau??? sedang apa kau ditoilet pria?"
Claudia tersenyum miring, melihat wajah gadis dihadapannya memerah ingin meledak tangan Hilda terkepal mendengar ucapan Claudia
bukan tentang pertanyaan Claudia, tapi pengakuan Claudia jika ia tinggal seatap dengan Aldo benar benar membuat dadanya terbakar.
mengingat sikap mesum Aldo padanya, sudah dipastikan apa yang terjadi jika wanita itu benar benar tinggal berdua seatap dengan Aldo.
didalam toilet
tawa Aldo yang tadi terlihat sangat nyaring, kini berangsur menjadi seperti ringisan sambil membenturkan kepalanya ditembok, mata pria itu terlihat mendung dengan berjuta kesedihan meski ia tetap tersenyum.
demi apapun jauh dilubuk hati pria tampan itu, ia tidak rela melihat Hilda bersama pria manapun termaksud adiknya..
__ADS_1
namun takdir sangat tidak bersahabat padanya...