
selamat membaca
jangan lupa like, comen rate, dan votenya yahhh 😘
.
.
.
.
KAMAR KIANA
"hai cantik lagi apa?"
Kiana terkejut dan langsung mematikan layar hpnya.
"kakak sejak kapan disini?" ia yang sejak tadi tidur tengkurap langsung duduk menghadap Balqis yang muncul tiba tiba dikamarnya.
"baru saja! kamu lihat apa di ponsel serius banget sampai enggak sadar kakak masuk?!" Balqis duduk disamping Kiana
Kiana yang sebenarnya sedari tadi melihat foto foto Devano yang diambil sembunyi sembunyi berapa tahun belakangan ini merasa gugup.
"e_enggak kok kak!"
"yah sudah kalau enggak mau cerita, biar kakak yang cerita."
"emm?"
__ADS_1
"hari ini Devano datang ke kantor, dia minta pernikahan kita dipercepat bagaimana menurut kamu."
ukhuk ukhuk
Kiana tersendak nafasnya sendiri, jadi Devano juga sudah tidak sabar menikahi kakaknya.
jelas saja! Balqis adalah wanita sempurna siapa yang tidak suka padanya.
selain pintar, ia memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang sudah terbentuk sempurna.
"dek kamu kok tidak makan tidak minum tapi, suka tersendak sih!"
"ekhem.. enggak apa apa kok kak, tenggerokan Kia tiba tiba gatal.."
"yah sudah kamu istrahat gih.. jangan main ponsel mulu! kakak enggak mau kamu sakit saat hari bahagia kakak."
Kia hanya tersenyum getir melihat Balqis berjalan keluar. iblis dalam tubuhnya bicara untuk membenci wanita yang sudah hadir menjadi benalu dalam kehidupannya itu.
flash back on
orang tua Balqis hanya pedagang kaki lima dipinggir jalan.
saat itu ibunya sedang sakit sudah berbulan bulan sehingga sang ayah bekerja sendiri, dan saat Balqis ke sekolah ibunya di jaga tetangga.
namun suatu hari nasib buruk menimpahnya, Papi Danu tidak sengaja menabrak Ayah balqis ketika lari menghindari kejaran satpol pp yang mengamankan pedagang kaki lima yang bandel dengan aturan ketertiban jalan.
meski sempat dibawa kerumah sakit namun ayah Balqis tidak bertahan dan meninggal, Papi Danu merasa sangat bersalah dan memberikan uang tunjangan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Papi berjanji akan bertanggung jawab membiayai pengobatan ibu Balqis dan biaya sekolah Balqis hingga selesai.
__ADS_1
namun nasib buruk kembali menimpah sang ibu.
sakit berbulan selama ini tanpa penanganan medis, dan hanya bermodalkan obat warung membuat keadaan ibunya terlanjur memburuk dan dokter tidak bisa berbuat apa apa lagi meski papi Danu meminta dokter melakukan yang terbaik. ibunya dinyatakan sekarat hingga meninggal.
beberapa tetangga menawarkan diri untuk merawat Balqis namun gadis kecil itu menolak. hingga papi membujuknya dan akhirnya Balqis setuju ikut bersama Papi.
flash back off.
*****
pagi hari seperti biasa Kiana siap siap berangkat ke kampus, saat menurungi tangga ia menagkap sosok pria yang selama ini mengisi hatinya sedang berbicara dengan Papi dan Mami
"hai sayang kemarilah, pagi ini kita sarapan sama calon kakak ipar kamu"
sapa Mami, Kiana hanya tersenyum masam.
emang dirumahnya enggak ada yang masak, bilang aja uda enggak sabar pingin tinggal bareng kakak. gerutu Kiana membatin.
"hidung kamu uda baikan?" tanya Devano, membuat yang lain mengernyit termaksud Balqis yang baru datang membawa lauk yang akan mereka makan.
yah itulah yang membuat mereka semakin menyayangi Balqis, Balqis sering membantu pelayan menyiapkan makanan dan mengerjakan beberapa pekerjaan rumah. benar benar calon istri idaman.
"uda" balas Kiana cuek dan mengambil tempat duduknya sendiri.
"kok jawabnya gitu?" tanya Mami.
"sudah enggak sakit lagi kakak ipar!" Kiana memaksakan senyum manisnya, membuat papi, mami dan Devano tersenyum
astaga senyum itu buat jantung gue berdisko, bahkan dari kecil sering main bareng gue jarang banget lihat dia tersenyum..
__ADS_1
"dek ini makannya." Balqis memberikan piring berisi makanan buat Kiana, membuat ia terkejut dan salah tingkah karena sadar baru saja menatap Devano dengan kagum.