SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
Kiana keram


__ADS_3

Happy Reading


Tuhan menciptakan iblis untuk menggoda setiap menusia untuk berbuat salah dan khilaf..


namun Tuhan juga menciptakan hati nurani untuk bisa memaafkan orang yang berbuat salah dan telah menyakiti kita.


itulah yang dilakukan Hilda saat ini.


mencoba memaafkan dan memberi kesempatan pada pria yang telah membuatnya merasakan apa itu cinta dan bagaimana sakitnya mencintai..


sekarang Zetno menawarkan kebahagian padanya, Gadis yang masih awam dengan hubungan percintaan itu mencoba melunakkan hatinya.


membiarkan pria itu menunjukkan perhatianya


setiap hari menjemput dan mengantarnya ke kampus.


dengan terang terangan Zetno mengumumkan jika wanita itu adalah calon istrinya dan akan menikahinya segera.


membuat banyak wanita harus patah hati dan kesal dengan mereka tak terkecuali Sella yang sudah seperti cacing kepanasan.


namun karena kekuasan keluarga prayoga tidak ada yang berani menyuntuh wanita yang sudah menjadi miliknya.


rumah Kiana.


"Hil.. sorry yah gua repotin lo buat nemenin gua!"


ucap Kiana letih dan kurang bersemangat, merasa perutnya yang semakin membesar terasa kurang enak..


"engga pa pa kok lo kayak ngomong ma siapa aja, kek selama ini juga enggak pernah repotin gue!" celutuk Hilda membuat Kiana berdecak


"Ck, gue bosan banget dirumah Hil.. Mommy dan Daddy akhir akhir ini sibuk dan jarang main kesini, Mami Papi juga kurang lebih.. dan mas Devano sibuk ngurusin kantor sejak Aldo ngambil cuti!" Kiana menghembuskan nafasnya kasar.


Hilda juga sebenarnya merasa aneh, sejak Aldo pergi ia merasa ada yang kurang atau hilang..


"ekhemm, memang Tuan Aldo cuti kemana Ki?" tanya Hilda mencoba santai untuk menghilangkan rasa penasarannya sambil menikmati cemilan..

__ADS_1


"enggak tau juga, Mas Vano cuma bilang ada urusan penting!" Kiana mendelikkan bahunya.


membuat Hilda hanya ber O ria, meski sebenarnya ia merasa sedikit kecewa dengan jawaban Kiana.


Kiana sebenarnya bisa melihat jika Hilda sudah mulai membuka pintu hatinya untuk Aldo.


namun Kiana juga tidak ingin mendorong Hilda untuk memilih Aldo ataupun Zetno..


selain Kiana tidak ingin ikut campur dan membuat sahabatnya salah pilih, ia juga kesal karena Aldo tiba tiba menghilang saat Hilda mulai melunak, dan justru membiarkan Zetno mendekati sahabatnya itu lagi.


"Hil, lo beneran mau nikah sama Zetno?" tanya Kiana membuat Hilda tersendak..


"pelan pelan aja kali makannya, gak bakalan ada yang rebut!" goda Kiana, ia tahu Hilda canggung mebahas hal ini.


Hilda memang sudah menceritakan bagaimanaa hubungannya dengan Zetno saat ini.


meski awalnya Kiana kesal namun mendengar jika Zetno banyak berubah dan menunjukkan keseriusannya, ia akhirnya hanya berdoa untuk kebahagiaan sahabatnya, apa lagi Daddy Bas mengiyakan perkataan Hilda soal kebenaran perubahan Zetno.


"hehehe ini enak Ki.." Hilda nyengir mengalihkan pembicaraan.


ia sendiri merasa tidak yakin dengan perasaannya, akhir akhir ini ia tidak memikirkan Zetno lagi..


"Hil.. pernikahan itu panjang dan dijalani seumur hidup, dan alangkah bahagianya jika seumur hidup itu kita habiskan dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita!"


ucap Kiana ambigu, entah Hilda mengerti maksudnya atau tidak.. namun Kiana berharap sahabatnya itu tidak salah ambil keputusan.


"siap bu negara, gue mah bisa apa selain ikutin alur takdir gue!"


sedikit banyak rasa sakit yang ia rasakan selama ini Hilda memang hanya memasrahkan nasibnya pada takdir, ia tahu menolak takdir hanya akan membuatnya semakin terluka.


"sttt.. Hild.."


Tiba tiba Kiana meringis.. sambil memegang perutnya.


sudah beberapa hari ini perutnya sering merasa keram..

__ADS_1


Hilda yang terkejut meletakkan cemilannya begitu saja, dan menghampiri Kia yang mengeluarkan keringat dingin.


"Ki lo kenapa jangan godain gue deh!"


"sakit Hil, ini beneran sakit!" Kia mencengkram tangan Hilda


"gu, gua telfon laki lo yah!"


Kiana menggeleng


"mas Vano sibuk,panggil supir aja kita langsung ke rumah sakit gua takut!" lirih Kiana membuat Hilda yang ikut panik dan gemetaran hanya mengangguk dan segera memanggil supir yang biasa mengantar Kiana kemana mana.


Rumah sakit


"bagaimana bayi saya dok?" tanya Kiana lembut dan to the poin saat dok Casey Valencia habis melakukan pemeriksaan.


"anda dan bayinya baik baik saja Nona.. selama kehamilan, rahim anda akan terus berkembang sehingga menyebabkan ligamen dan otot yang menopang rahim menjadi menegang, jadi hal inilah yang dapat menimbulkan keram diperut anda" dok Valen menjelaskan dengan lembut agar Kia paham.


"cuman saya ingatkan lagi yah Nona jangan terlalu khawatir berlebihan pada kehamilan anda dan berfikir macam macam yang dapat membuat anda sendiri merasa tertekan, santai saja dan lakukan hal hal yang menyenangkan agar mood anda tetap baik... sebenarnya ini memang sering terjadi pada wanita dengan kehamilan pertama."


benar saja selama kehamilanya meski Kiana tidak pernah mengeluh namun ia sering berfikir pesimis dan hal hal yang membuatnya takut sendiri.


"begitu yah dok?"


"iya.. dan jangan sungkan mengatakan setiap keluhan dan keinginan anda pada suami agar anda tidak perlu merasa terbebani apapun." ucap Dok Valen lagi lembut.


sebenarnya dokter Valen ingin mengatakan sesuatu yang lain pada wanita yang terlihat lebih muda beberapa tahun darinya itu, namun melihat kondisi Kiana ia tidak ingin menambah beban untuk wanita hamil itu.


"Dok ingin mengatakan apa?"


tanya Kiana menyelidik saat melihat tingkah Dok Valen yang terus memainnkan jarinya.


"ti.. tidak ada Non!"


"Dok tolong jika aku punya penyakit serius katakan saja, jangan menyembunyikan!" ucap Kiana tegas dengan nada yang sedikit tinggi.

__ADS_1


membuat Dok Valen terkejut dan merasa serba salah!


"Dok anda mau bilang atau aku minta suami aku yang memaksa anda mengatakannya?" ancam Kiana saat ia melihat Valen diam saja.


__ADS_2