SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
PERMINTAAN TERAKHIR SAHABAT


__ADS_3

Papi kembali saling tatap dengan Daddy sebelum akhirnya Papi kembali bersuara dengan nada berat


"itu jantung Mahenda!"


"Mahendra?" tanya Papah Luk yang menunggu jawaban lain atau biodata lengkap Mahendra


Daddy menghembuskan nafasnya berat sebelum menjawab siapa itu Mahendra, dan apa hubungannya dengan Papi dan Daddy. bahkan mereka juga mengatakan apa yang telah terjadi beberapa bulan lalu.


"What?? bagaimana bisa kalian memberi jantung psikopat pada putraku?" pekik Papah Luk yang tadinya berterima kasih justru sekarang merasa keberatan setelah tau siapa pemilik jantung itu.


Papi dan Daddy kembali menghembuskan nafas beratnya, inilah alasan kenapa mereka tidak ingin ada yang tahu siapa pemilik jantung itu.


meski sebelum meninggal Mahendra sempat meminta maaf dengan tulus pada kedua sahabatnya itu, namun Papi dan Daddy tidak yakin keluarganya akan memaafkan Mahendra secepat itu setelah apa yang dilakukannya pada Kiana yang sedang mengandung beberapa bulan lalu.


"hanya kami yang berhak menilai seberapa psikopatnya Mahendra Luk, dan saya yakin pencangkokan jantung milik Mahendra di tubuh Aldo tidak akan mempengaruhi keperibadian Aldo!" tukas Dad Bastian lalu menerawan kebelakang saat kejadian tiba tiba itu


FLASH BACK


"Bas kamu dimana? sedari tadi aku menelfonmu!" teriak Papi dengan suara panik dibalik telfon saat Daddy Bas menjawab panggilannya yang sudah lolos berkali kali.


"ada apa Danuenra? kalau tidak terlalu penting kau telfon nanti saja! aku sedang buru buru ke rumah sakit Mangaton!" balas Daddy tak kalah panik sambil berlari di koridor rumah sakit.


"rumah sakit Mangaton?! kau sudah tahu Mahendra kecelakaan?" tebak papi, sambil melirik Mahendra yang nafasnya tinggal 1/8


"Mahendra kecelakaan?" ulang Daddy, menghentikan langkahnya dengan keterkejutan untuk kedua kalinya setelah kabar Aldo.


andai ini adalah kejutan berhadia Daddy adalah orang paling bahagia saat ini.

__ADS_1


"iya! keadaannya sangat buruk... cepatlah! dia ingin bertemu denganmu juga!"


"aku dirumah sakit karena Aldo jatuh pingsan, dan ia membutuhkan donor jantung secepatnya!" pekik Daddy frustasi ia tidak tahu harus melihat siapa dulu.


"Aldo?? ia butuh donor jantung?" tanya Papi yang juga kembali dikejutkan mengetahui keadaan Aldo.


belum sempat Papi bertanya bagaimana bisa terjadi, Mahendra kembali kejang menyadarkannya dari hal lain.


"Bas, sebaiknya sekarang kamu keruang UGD dulu, Mahendra tidak bisa bertahan lebih lama lagi!" putus Papi melihat Mahendra yang sedang ditarik ulur malaikat maut, ia hanya bertahan karena alat medis.


*


*


*


"Mahendra...." Lirih Bastian pilu menatap sahabatnya itu dengan tubuh remuk dibawah pinggang hingga kebawah.


terlintas kebersamaan mereka dulu..


bagaimana mereka bersama menghabiskan waktu bersenang senang dan bersusah susah bersama hingga kejadian naas itu merusak semuanya.


"Bass kau kah itu?" lirih Hendra dengan suara seperti di cekal.


"iya... aku disini" ucap Daddy entah bagaimana ia bersikap masih ada amarah akibat perbuatan jahat Hendra kemarin, namun hati nuraninya menjerit pilu melihat kondisi tragis Mahendra.


"ter nyata be nar, aku har us ber urusan de ngan ma ut baru kalian meme nuhi unda nganku!"

__ADS_1


Daddy menatap Papi sekilas, ia tidak tau apa yang harus ia katakan.


"se bagai or ang yang telahhh me nya kiti kelu arga kalian a a aku te lah mene rima karmaku" ucap Mahendra terpenggal penggal seperti nyawanya tinggal diujung ubung ubung nya saja


baik Daddy dan Papi tidak ada yang memotong ucapan Mahendra, mereka hanya menunggu apa yang akan di katakan pria sekarat itu.


Mahendra menarik nafasnya yang terasa berat seberat beban hidupnya, kemudian tersenyum melihat sahabatnya yang masih sudih menemuinya disaat terakhir, padahal ia ingat apa yang telah ia perbuat.


"ta tapi se bagai or ang yang per nahh menja di sa habat, bo lehkah aku min ta 1 hal?"


Papi dan Daddy mengernyit dan saling pandang satu sama lain kemudian mereka mengangguk bersamaan, lagian saat sekarat apalagi yang diinginkan sahabatnya itu.


"to long gu nakan jan tungku un tuk pria itu!" ucap Mahendra terakhir sebelum ia kembali diam dengan tatapan kosong menatap lurus.


sejenak Papi dan Daddy sama sama diam mengerit tak mengerti maksud Mahendra, namun hanya sesaat mereka kembali saling tatap..


"Aldo!" ucap kedua pria itu bersamaan.


dan Daddy Bas langsung meminta Dokter yang tak jauh disana melakukan tindakan medis untuk membuat Mahendra tetap hidup, minimal jantungnya tetap berdetak.


kemudian kedua pria dewasa itu berlari menuju ruang Dok spesialis yang menangani Aldo, meminta Dok Michael memeriksa kecocokan jantung mereka saat itu juga.


seprti sudah diatur Othor 😅 ehhh maksudnya Tuhan dan kecocokannya sangat sempurna..


FLASH BACK OFF


kok dukungannya kurang banget 🤧,,, apa Othor udahin aja ceritanya 🤧😭😭😭 padahal Kiana belum lahiran, Hilda belum dapat jodoh 🤧🤧🤧

__ADS_1


maaf yak kk Vie egois sedikit demi kenyamanan dan ketentraman jiwa dan batin seluruh rakyat NT dan MT,, kk Vie enggak bisa lanjut kalau enggak ada dukungan dari reader tersyintaaaa dan terkasihh 🙏🤧🤧


__ADS_2