SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
BELUM ADA JUDUL


__ADS_3

"apa masih sakit?" tanya Aldo dengan nafas berat disela saat Hilda sudah lebih tenang.


Hilda menggeleng dengan tatapan sayunya, menandakan ia juga menikmati percintaan panas itu.


Aldo terenyum merekah


"kalau begitu sekarang gilirangku sayang.."


"arghhh" Hilda terpekik saat Aldo membalik posisi mereka menjadi Hilda di atas tubuhnya.


"aa.. aku..."


"bergeraklah.."


pinta Aldo menuntun Hilda menggerakkan pinggulnya.


"akh..." pekik Hilda merasa sensasi yang berbeda, rasanya milik Aldo benar benar rapat didalam rahimnya.


Aldo kembali menggeretakkan giginya saat miliknya terasa di re mas dan di se dot saat Hilda sudah mulai bergerak sesuai arahannya.


"nik mat seka li saaa yang.."


Hilda menatap sang suami yang sekarang juga mend esah, sepertinya ia mulai mengerti cara mainnya.


Hilda mengalungkan tangannya di leher Aldo dan mengambil alih permainan membuat de sah an kedua nya bersahut sahutan.


saat Aldo merasa miliknya benar benar akan tumpah ia memegang ping gul Hilda dan me minta nya berhenti.


"biar aku yang selesaikan!"


Aldo kembali membaringkan Hilda dan memasukkan kembali miliknya.


Hilda hanya mampu meringis dan mencengkram seprai rasa perihnya belum benar benar hilang, namun rasa nikmat lebih men dominan.


Aldo kembali menggerakkan pinggulnya perlahan sambil melahap pun cak da da Hilda yang men antang.


"Alhhh" Hilda menatap sayu mata Aldo yang berkabut gai raih..


Aldo mengerti Hilda akan keluar lagi.


"bersama sayang..."


Aldo menambah ritme gerakannya dan mencium Hilda dengan rakus..


saat ia merasa ia akan meledak ia melepas pangutannya menengadah keatas dengan era ngan panjang.


"ezzttttth aghhhhhh" terakhir Aldo menghentak sangat kuat dan dalam


menahan ping gul Hilda yang terus bergetar agar tidak lepas hingga menerima bibit bibit Aldo kecil yang sedang berjuang mencapai garis finis


*

__ADS_1


*


*


kediaman Erland


"kau yakin itu istriku?"


mata Erland berbinar saat ia mendapat kabar dari orang orangnya.


"saya yakin Tuan, hanya saja.."


"hanya saja apa?"


"nyonya ada dalam perlindungan Tuan Danu dan Tuan Bastian."


"aku akan menemui mereka!" Erland bangkit dan meraih jasnya


"maaf Tuan, tapi mereka bilang tidak akan mengembalikan nyonya jika bukan keinginan nyonya sendiri!" ucap asistennya itu dengan hati hati


"kalau begitu siapkan penerbangan malam ini juga kita berangkat dan jemput nyonya mu!"


"tapi Tuan_"


"disini aku bosnya, lakukan perintahku jika masih ingin bekerja denganku!"


titah Erland tak terbantah


Roma, italia


Balqis terpaksa mengajak Gian kembali ke villanya, karena anak itu ngeyel mau ikut.


tentu atas izin Tuan Fernando dan Devano.


"onty aku sangat menyukaimu!" ucap Gian saat ia sedang berbaring dipaha wanita itu, setelah lelah bermain.


sikap Balqis yang keibuan membuat Gian sangat nyaman.


"benarkah? aku juga suka denganmu Gian!" ucap Balqis terharu


"aku juga menyayangi onty!"


"akupun menyayangimu sayang!"


"selama ini onty dimana? kenapa aku tidak pernah melihatmu?"


"tempat tinggal onty jauh sayang, onty baru tiba disini sehari sebelum pertama kali kita bertemu!"


"apa onty nanti akan pergi lagi?"


"mungkin sayang!"

__ADS_1


Balqis tidak mungkin terus tinggal di Villa milik Dad Bastian selamanya, ia harus mencari pekerjaan dan tempat tinggal baru, tapi yang pasti untuk kembali ke indonesia masih jauh dari fikirannya.


"apa artinya kita tidak bisa bertemu lagi?"


Balqis menatap Gian ragu


"onty harus cari tempat tinggal baru sayang karena villa ini bukan milik onty! dan onty harus kerja karena ada yang membutuhkan biaya hidup dari onty"


"onty punya teman lain?"


Balqis mengangguk, bercerita dengan Gian sepertinya tidak apa apa, dia hanya anak kecil yang akan melupakan semua ucapannya.


"iya sayang.."


"kenapa kau tidak mengenalkan padaku?"


Balqis menarik tangan kecil Gian dan menempel kan nya di perut.


" temannya didalam sini, nanti setelah keluar Gian boleh berteman! "


"jadi didalam sini adek bayi?"


tanya Gian dengan mata berbinar, Balqis tidak menyangka anak cerdas itu ternyata mengerti ucapannya.


"kamu tau?"


"iya onty,, temanku di sekolah juga bilang ada adek bayi di perut mom nya dan dia akan menjadi seorang kakak jika bayi itu keluar!"


"wahhh.. anak cerdas!" Balqis mengusap gemas kepala anak tampan itu.


iya tampan walau masih bocah, Balqis yakin ia akan mengalahkan ketampanan Dadanya ketika besar nanti.


"berarti Gian juga akan jadi kakak yah Onty?"


tanya Gian bersemangat


"iya! tapi Gian, ini hanya rahasia kita berdua.. okey?!"


meski bingung Gian hanya mengangguk ia lebih senang saat tau ia akan menjadi kakak.


dasar bocil minta adek sama dadmu sana...


tidak terasa mereka menghabiskan waktu sampai sore hari dengan ngemil dan terus bermain sampai Ferrando tiba di villa itu dan melihat ke akrab an putranya dengan Balqis.


ada rasa yang aneh di dada Fernando melihat pemandangan dihadapannya..


dua sosok yang saling berbagi kebahagian yang belum menyadari kehadirannya disana.


tidak ada kepura puraan di wajah keduanya termaksud Balqis.


ia mengingat Devano tadi sempat menceritakan sedikit tentang Balqis dan kenapa wanita itu ada disana.

__ADS_1


Dadanya terasa bergetar melihat senyum wanita itu sedang bermain dengan sang putra entah karena iba atau perasaan lain..


__ADS_2